Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 23 : Anggota Baru Lagi


__ADS_3

Sekembalinya ke tepi pantai tak jauh dari sana kulihat kedua pelayanku sedang menikmati roti lapis.


"Tuan sudah selesai," Selly menyapaku lebih dulu.


"Makanlah ini tuan," tambah Sella.


Aku memandang keduanya dengan tatapan bermasalah, bahkan ketika aku bertarung mereka asyik menikmati makanan mereka.


Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dan ikut dalam kemeriahan pesta kecil kami.


Aku mengeluarkan kartu petualangku lalu membaca isinya, semakin hari kartu ini tampak kacau jadi kuputuskan untuk membakarnya dengan sihirku.


"Tuan menghancurkannya?" tanya Sella heran.


"Setiap hari angka sembilannya selalu bertambah, kurasa lebih baik aku tidak memilikinya dan segera melenyapkannya."


"Jika itu bagiku, kekuatan tak bisa di ukur dengan angka-angka.. aku berpikir manusia itu terlalu menjunjung nilai tak perlu di kehidupan mereka."


Yang dikatakan Selly itu mungkin benar, bahkan di dunia lamaku angka-angka dalam pelajaran dianggap bisa merubah nasibmu tapi sebenarnya tidak, banyak orang-orang yang bekerja keras tapi mereka tidak memiliki hasil yang mereka harapkan.


Aku memikirkannya diam-diam sampai Sella menunjuk ke arah pohon.


"Orang itu melihat terus kemari, apa kita undang saja tuan?"


Yang dimaksudnya adalah Nermia yang sedang bersembunyi.


"Kasihan juga, kita undang saja... Nermia, kau ingin makan bersama kami? Kemarilah."


"Apa boleh?"


Aku mengangguk sebagai jawaban dan ia bergegas mendekat.


"Namaku Selly dan ini Sella, makanlah roti ini sepuas yang kau mau."

__ADS_1


"Eh benarkah, dengan senang hati.... uwah, ini enak."


Dia malah memasang wajah kekanakan-kanakan.


"Namaku Nermia, si naga biru."


"Si naga biru?" Selly dan Sella memiringkan kepalanya.


"Ah, dia naga yang aku lawan untuk mendapatkan sisiknya."


Selly dan Sella segera merangkul Nermia yang sedang asyik memakan roti lapisnya.


"Kau baik-baik saja? Apa tuanku melakukan hal buruk padamu?"


"Aku tak apa Selly."


"Aku yang Selly itu yang Sella."


"Kau bisa membedakannya dengan pakaian yang mereka kenakan," potongku demikian.


"Benar juga, aku ceroboh."


Mereka cepat sekali akrab.


Setelah makan, Nermia menatapku dengan malu-malu.


"Anu... boleh aku ikut denganmu? Sungguh menyedihkan tinggal di pulau ini sendirian, kupikir akan menyenangkan jika ikut denganmu."


"Kami ini berniat melawan raja iblis, kau mungkin akan dalam bahaya."


"Aku tidak keberatan, nama tengahku juga bahaya.. setiap manusia yang melihatku selalu berteriak bahaya, tapi sebenarnya namaku Nermia bukan bahaya."


"Oi."

__ADS_1


Aku hendak berjalan pergi namun Nermia malah memegangi kedua kakiku.


"Tolonglah bawa aku... aku akan melakukan apapun untukmu."


"Bisa-bisanya kau berkata itu pada pria yang sedang pubertas."


"Akan kulakukan, tubuh ini akan kuberikan padamu... tolong bawa aku denganmu."


Nermia melepaskan kakiku dengan posisi telentang selagi mengibaskan kaki dan tangannya ke tanah, sungguh pemandangan yang menyedihkan dari seorang wanita dewasa.


Kalau saja dia mengenakan rok mini itu akan menjadi pemandangan yang sulit dilupakan.


"Aku akan menaikkan gaunku jika kau mau."


"Tolong jangan lakukan itu."


Di saat aku memikirkan hal yang bodoh kedua pelayanku muncul untuk menggodaku, biasanya malaikat dan iblis akan muncul di sebelahku secara bersamaan tapi mereka berdua iblis dua-duanya.


"Bukannya ini bagus tuan, anda bisa bermain dengan kami bertiga sekaligus."


"Ah, itu pasti menyenangkan."


"Hentikan, jangan bisikan kalimat aneh dalam pikiranku."


"Dunia ini selalu membutuhkan Harem, tak apa untuk masuk ke jalur itu tuan."


"Aku juga setuju."


Sekarang kepalaku yang pusing.


"Baiklah, dia bisa ikut.. mari kembali ke kota secepatnya."


Selly dan Sella mengacungkan jempol ke arah Nermia selagi mengedipkan mata, kalian pasti sudah merencanakan ini kan, gumamku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2