Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 04 : Penginapan


__ADS_3

Ketika kami sedang asyik mengobrol beberapa petualang mengerumuni kami dari segala arah, dibanding penasaran dengan aku yang berhasil mengalahkan monster danau mereka lebih tertarik dengan kedua pelayanku.


"Dibanding dengan orang ini, bagaimana jika kalian pergi denganku, aku memiliki party yang bisa diandalkan."


"Maafkan kami, tapi jiwa raga kami hanya untuk tuan Kazuya."


"Lebih baik denganku, aku memiliki mansion yang megah yang bisa kita tinggali bersama."


"Tidak, lebih baik denganku."


"Denganku saja, anggota party kami semuanya peringkat SS."


"Aku saja."


Meski banyak pertanyaan jawabannya masih sama saja, atmosfer di tempat ini telah berganti menjadi penuh kemarahan yang mana dilimpahkan padaku begitu saja, aku hanya mengabaikannya selagi melirik ke arah seorang petualang yang duduk jauh dari petualang lain, namanya Sofia Laurent dia wanita berambut ungu dengan pakaian layaknya penyihir, kudengar dia baru saja kembali setelah menghancurkan markas bandit, banyak isu tentangnya yang mengatakan bahwa dia selalu keluyuran pada malam hari dengan seorang pria tapi aku benar-benar tidak peduli dengannya.


Ini adalah negara bebas jadi dia bisa melakukan apapun yang ia inginkan bahkan jika itu bersenang-senang dengan 50 pria sekaligus, menyadari tatapanku Sofia menatapku balik.

__ADS_1


Aku berusaha menghindari kontak mata darinya, bagaimanapun matanya yang berwarna merah ruby cukup menakutkan, ini mungkin hanya pikiranku akan tetapi aku merasa dia bukan manusia.


Setelah menyelesaikan makanan kami aku bersama kedua pelayan ini meninggalkan guild, baru beberapa langkah kami melihat sebuah layar besar di tengah kota dimana itu dihasilkan dari batu sihir, jika melihatnya sekilas itu mirip seperti hologram yang mana menampilkan kumpulan gadis-gadis yang sedang mandi di pemandian umum.


Kedua pelayanku mengepalkan tangan.


"Oh, sekarang aku mengerti... kota ini sangat busuk, menampilkan pemandangan seperti ini secara terang-terangan."


Aku setuju dengan perkataan Selly dan Sella hanya mendesah pelan selagi menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sungguh perbuatan tidak terpuji, aku ingin menghancurkan organisasi Black apa itu namanya."


Aku menyewa sebuah penginapan sederhana yang cukup murah.


"Kalau begitu kami berdua mandi dulu tuan," kata Sella.


"Aah, manjakan diri kalian sepuasnya."

__ADS_1


Keduanya masuk ke dalam kamar mandi, terdengar suara aneh dari sana dan aku berusaha untuk tidak menghiraukannya.


Mereka berdua tidak memiliki pakaian ganti karena itu untuk sementara waktu aku memberikan T-shirt dan celana pendek saja.


Aku berteriak dari pintu kamar mandi.


"Aku menaruh pakaian kalian di ranjang, pastikan untuk memakainya."


"Baik."


Aku memutuskan untuk membeli beberapa botol susu di luar penginapan sebelum kembali ke kamarku, kulihat Selly dan Sella duduk di ranjang tampak gelisah.


"Tuan kemana saja, kami pikir tuan meninggalkan kami."


"Mana ada, aku hanya membeli ini," balasku pada Selly.


Tidak hanya wajahnya kepribadian mereka sangat mirip, jika begini aku benar-benar harus berusaha untuk bisa mengenali keduanya, akan lebih baik jika mereka mengenakan pakaian yang berbeda satu sama lain.

__ADS_1


Kalau masalah rambut kurasa tidak ada komentar apapun, malam harinya kedua pelayanku tiba-tiba saja menghilang. Aku bisa tahu apa yang akan mereka lakukan terhadap organisasi Black Paper itu, yah... mari pura-pura tidak terjadi apapun.


Aku kembali menutup mataku dan keesokan paginya aku menemukan Selly dan Sella di sampingku tertidur pulas dengan beberapa kantong uang yang mereka peluk.


__ADS_2