Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 310 : Membantu Di Bar Elona


__ADS_3

Selepas pekerjaan yang berat malam harinya aku menghabiskan waktu di bar Elona, aku duduk bersebelahan dengan putrinya bernama Falena yang sedang menyantap omelet rice dengan saus di mulutnya.


"Bagaimana rasanya?"


"Enak sekali, apalagi mama yang membuatnya."


Elona meletakkan ayam goreng yang telah dipotong-potong di atas piring hingga aku melahapnya habis.


"Kau sendiri yang memaksanya untuk Falena?'


"Aku lebih suka membuatnya sendiri untuk putriku lagipula kebetulan ada karyawatiku yang tidak masuk kerja."


"Begitu."


Reny muncul dengan setumpuk pesanan hingga ekpresi Elona memucat.


"Kita mendapatkan order banyak."


"Aku sudah terlalu lelah untuk memasak, kau saja yang melakukannya?"


"Aku masih harus membantu pelayan di depan."


Aku berdiri selagi menaikan lengan bajuku.


"Ini waktunya Hero beraksi."


"Apa tuan Kazuya bisa melakukannya? Ada beberapa resep yang baru kubuat, pasti akan sulit membuatnya pertama kali."


"Jangan khawatir, akan kutunjukan master chef sesungguhnya," balasku percaya diri.


Setiap pesanan digantung di atas kepalaku, beberapa makanan hanya perlu menyajikannya di atas piring saja karena Elona sudah membuatnya, untuk sisanya kurasa aku bisa melakukannya.


Aku mengisi wajan dengan minyak kemudian memasukan rempah-rempah yang sebelumnya kusiapkan sampai akhirnya memasukan nasi ke dalamnya.


Reny muncul.


"Aku bisa membantu beberapa menit di dapur."


"Kalau begitu suci bersih sayuran, daging serta potong beberapa bawang untukku."

__ADS_1


"Baik kapten."


Aku mulai mengaduk-aduk nasi di atas wajan kemudian mencampurkannya dengan potongan buah nanas. Sesudah matang aku menyajikannya ke dalam lima piring sekaligus setelahnya menekan bel hingga salah satu pelayan Succubus datang untuk mengambilnya.


"Untuk meja no 1,3,4,5,6."


"Okay.."


"Kita dapat minuman lagi."


"Aku yang akan membuat minumannya."


"Bos."


Elona kembali ke dapur.


"Kau yakin? Kau bisa beristirahat sebentar lagi."


"Bukan masalah."


"Baiklah."


"Aku tertolong."


"Kamilah yang tertolong, aku akan mengecek pelanggan lagi."


Elona menekan bel dan hampir sepuluh minuman telah dia buatnya.


"Bar-mu sangat ramai sekarang."


"Begitulah... ini juga berkat tuan Kazuya."


"Aku tidak ingat melakukan sesuatu."


"Kebanyakan pelanggan berasal dari ibukota yang sedang berlibur di sini, entah itu penginapan ataupun rumah makan kini dibanjiri pelanggan, pedagang lainnya pun mulai memiliki penghasilan lebih dari sebelumnya."


Satu gerbang perpindahan bisa membuat semuanya berubah drastis.


Elona tertawa kecil lalu melanjutkan.

__ADS_1


"Kurasa aku akan mengganti tempat ini dengan nama restoran sana."


"Bukannya ini bar?"


"Apa tuan melihat ada orang yang minum di tempat ini?'


"Sebenarnya lebih banyak yang memesan makanan dibandingkan minuman," balasku ringan kemudian menambahkan.


"Tapi menurutku tidak masalah... lagipula nama bar sudah melekat denganmu."


"Mungkin karena aku mengenakan pakaian sexy."


Aku tertawa kecil.


"Yah, kurasa jangan sampai merubah namanya... entah itu aku maupun pelanggan lainnya, situasi dan namanya sudah melekat di hati, orang-orang juga menyukai hal apa adanya."


"Apa menurut tuan Kazuya begitu?"


"Iya."


Elona hanya tersenyum lalu kembali dengan minumannya.


Pertama kali aku bertemu dengan Elona, dia hanya fokus sebagai penjual informasi pada orang-orang, tapi sekarang dia menjadi pemilik bar sukses serta seorang ibu yang bisa diandalkan.


Waktu memang cepat berlalu hingga kau tidak akan punya waktu untuk menyadarinya.


"Nasi goreng tiga piring."


"Oke."


"Dan juga dua bir."


"Serahkan padaku."


Walau lelah, Elona terlihat sangat menikmatinya.


Itu mengajarkan banyak hal tentang kehidupan.


Yang terpenting dalam hidup bukan mencari sesuatu yang tidak dimiliki melainkan mensyukuri apa yang telah dimiliki.

__ADS_1


__ADS_2