
Aku merasakan hal yang aneh dengan skill pendeteksiku, saat kami berada di ruangan tamu aku berdiri di depan Mevilda hingga bertepatan saat itu.
Prang.
Sebuah kapak besar menghancurkan jendela selagi berputar-putar di udara terarah pada Mevilda, aku menahannya dan tiba-tiba saja kapak itu meledak membuat sekeliling kami hancur berhamburan dengan asap mengepul.
Syukurlah aku sempat membuat sihir pelindung.
"Araaaa.... kau berhasil menahan serangan barusan."
Saat debu menghilang empat sosok telah berdiri di depan kami. Yang berbicara itu adalah seorang wanita dengan rambut ungu, gaun gothic serta membawa payung di tangannya bermotif hati, dia bernama Lovi.
Kemudian pria dengan sarung tinju besi bernama Iron, ia tidak mengenakan apapun kecuali celana boxer.
Di sampingnya wanita dengan kostum kupu-kupu, Butterfly.
Dan terakhir pria mirip zombie... Oleng.
Mereka adalah buronan yang wajahnya terpampang di sudut kota.
"Dorothy lindungi ratu."
"Meong."
Dorothy mengambil sikap di depan dengan kedua kakinya sementara Rima berbisik ke arahku.
"Aku tidak yakin, tapi apa Dorothy kuat... dia seekor kucing betina loh."
"Penampilan kadang menipu, apa kau tahu bahwa di alam liar betina itu lebih mendominasi pemburuan."
"Itu singa bukan kucing oranye."
__ADS_1
Butterfly tertawa bersama rekannya
"Kucing cebol sepertinya, apa yang bisa dia lakukan?"
"Meong, meong."
Dia membuatnya marah dan kemudian.
DUAAAARRRR.
Dorothy membuat ukurannya sangat besar hingga menghancurkan istana ini, keempat buronan itu segera mundur ke belakang dan di saat itu kami menerjang maju.
Rima memunculkan Aries untuk menghadapi Lovi.
Lucy menghadapi Butterfly.
Bellatrix menghadapi Iron, sementara aku melawan Oleng.
"Sial, mereka memisahkan kita, tidak masalah... satu lawan satu masih bisa kami atasi," ucap Butterfly.
"Skill penilai."
Mayat hidup LV 50.
Kebal sihir dan pukulan.
Jadi begitu.
Aku berkata setelah melihat statusnya.
"Kau pengguna kemampuan boneka mayat, sebaiknya kau cepat keluar, tunjukan tubuh aslimu."
__ADS_1
Bukannya muncul kini sekelilingku malah dipenuhi mayat hidup lainnya, biasanya melawan hal seperti ini bisa menggunakan sihir api atau pedang namun sayangnya mereka semua kebal dua serangan tersebut.
Kecuali mengalahkan penggunanya, sulit untuk menghentikan gerakan boneka ini, aku mengarahkan tanganku dan berkata.
"Fire Bolt."
Serangan tersebut hanya mendorong mereka jatuh ke belakang tanpa membuat tubuh mereka hancur. Aku kira orang ini menggunakan formalin untuk membuat tubuh mereka kuat.
Aku menciptakan pedang di tanganku lalu menebas apapun yang mendekat, seperti yang kuduga. Itu tidak menghasilkan damage apapun bahkan goresan sedikitpun.
Aku menggunakan sihir es yang menghentikan mereka semua, dengan ini seberapa kuat pengguna boneka tersebut bukan apa-apa jika mayatnya tidak bisa digerakkan.
Tepuk tangan terdengar saat si pelaku muncul.
"Kau yang bernama Oleng?"
"Itu aku, jangan senang dulu karena telah mengalahkan mereka, mereka hanya mayat kelas rendah... aku memiliki koleksi mayat yang jauh lebih kuat dari ini."
Dua peti mati jatuh dari sihir penyimpanan, peti itu terbuka yang mana menunjukan dua mayat hidup pria dan wanita yang berusia diantara akhir dua puluhan.
"Serang dia."
Mengikuti perintah tuannya, mereka menerjang ke arahku.
Berbeda dari sebelumnya mereka ahli dalam bertarung bahkan dalam penguasa pedang.
Terlebih.
Mereka bisa menggunakan sihir.
Api di tembakan dari mayat pria yang mana kutahan dengan dinding tanah, di sampingku mayat wanita sudah siap menebas dan aku menahannya dengan pedang di tanganku hingga terlempar beberapa meter ke belakang.
__ADS_1
Mana hanya dimiliki oleh makhluk hidup, bagaimana seorang mayat hidup bisa membuat sihir seperti ini, terlebih kekuatannya juga jelas terlalu kuat.
Aku semakin penasaran.