Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 285 : Gadis Penjual Bunga Dari Kota Pemula


__ADS_3

Bertepatan saat ia keluar, tatapannya teralihkan ke arah seorang wanita yang sedang berdiri selagi meraba-raba tembok untuk membantunya berjalan.


Kazuya berjalan mendekat.


"Nona baik-baik saja?"


"Ah yah, aku sepertinya tersesat."


"Aku akan membantumu, tolong pegang tanganku."


"Apa tak apa, aku ini hanya gadis tuna netra... kau mungkin akan memiliki reputasi buruk jika bersamaku."


"Jangan khawatir, reputasiku memang sudah buruk dari awal."


"Benarkah."


"Aku suka menggoda wanita dan melakukan tindakan senonoh pada mereka."


"Mungkinkah kau mengincar aku juga?"


"Mana mungkin aku melakukan itu, aku lebih baik mati jika sampai berbuat sejauh itu padamu."


"Begitukah, entah kenapa aku sedikit senang dan terluka."


Kazuya kembali berkata ke arah gadis berambut pirang tersebut setelah mengabaikan perkataannya.


"Namamu?"


"Isabel, aku bekerja di toko yang menjual bunga tidak jauh dari rumahku."


"Begitukah, hanya ada satu toko di sini.. kurasa kau tinggal di sana."


"Benar, lalu namamu?"


"Haru Kazuya... tapi semua orang memanggilku Kazuya, seorang petualang."


"Tuan Kazuya kah.... belakangan ini ada seorang yang selalu datang ke tokoku, dia hanya mengatakan bahwa dirinya seorang petualang dan pergi setelahnya."


"Tidak banyak pria yang suka bunga, mungkin dia datang untuk melihatmu."

__ADS_1


"Apa menurutmu begitu?"


"Tentu saja."


"Tapi aku hanya gadis...."


"Tapi menurutku, Isabel terlihat cantik."


"Benarkah."


Kazuya tersenyum walaupun Isabel jelas tidak bisa melihatnya.


"Aku ingin sekali bisa melihat, betapa indahnya dunia dan seberapa banyak ekpresi yang ditunjukkan orang lain saat mereka bahagia."


"Jika kau sangat ingin, aku berjanji suatu hari akan membantumu, tapi tunggu aku menaikan level dulu."


"Tuan Kazuya mau?"


"Aku ini pahlawan loh... aku akan menyelamatkan gadis cantik sepertimu."


"Pahlawan tidak mengatakan hal itu."


"Isabel, kemana saja kau?"


"Sepertinya aku tersesat."


"Moo... sudah kukatakan biar aku yang menjemputmu."


"Tidak, tidak, aku tidak ingin merepotkan bibi lebih jauh dari ini... bahkan bibi sudah memperbolehkan aku bekerja di sini."


"Meski begitu?"


"Mulai sekarang biar aku saja yang menjemputnya bibi."


"Eh.... tuan Kazuya?"


"Apa dia pacarmu?"


"Bu-bukan.. kami hanya berteman dan sini mengenal barusan."

__ADS_1


"Itu membuatku terluka... kalau begitu aku pergi, sampai jumpa."


Kazuya bersandar di antara bangunan, di samping gang sempit itu, dia berkata.


"Kau mengikutiku sejauh ini, apa kau kau mau mati hah?"


"Kenapa kau begitu menakutkan Haru."


"Aku tidak suka diikuti, kau tahu?"


Seorang dari bayangan muncul dan ia adalah Zeper.


"Apa kau berniat melakukan hal buruk padanya?"


"Tentu saja tidak, aku hanya merasa kasihan padanya, akan tetapi jika aku katakan, Isabel mungkin akan tersinggung."


"Begitu."


"Apa kau menyukainya?"


"Ma-mana mungkin aku.."


Kazuya menepuk dada Zeper.


"Jangan malu untuk mengakui perasaanmu sendiri, bukannya kau mengikutiku dari guild karena khawatir padanya."


"Aku hanya tidak sengaja melihatmu bersamanya... aku selalu takut jika terjadi sesuatu padanya."


"Aku bisa mengerti soal itu, kau juga repot-repot datang hanya untuk membeli bunga... tiga Minggu lagi temui aku di gerbang kota, untuk sementara ini, aku akan terus di dekatnya."


"Terima kasih banyak."


Kazuya berjalan pergi ke luar kota untuk menghadapi monster yang lemah, meski dia meningkatkan kemampuannya skillnya benar-benar tak berguna.


Dia berpikir untuk menjalani kehidupannya dengan santai, lagipula Dewi Ristal juga tidak akan melarangnya, itulah yang dipikirkannya.


Kazuya bangkit selagi menarik pedangnya.


Tapi untuk sekarang dia punya alasan untuk berjuang, sampai masalah ini selesai aku belum bisa bermalas-malasan.

__ADS_1


__ADS_2