
Di atas dahan pohon aku memperhatikan orang-orang berjubah hitam sedang membentuk lingkaran untuk menciptakan sihir yang mengeluarkan asap hitam ke atas langit yang nantinya menurunkan hujan.
Noella di sampingku tampak bingung.
"Semalam aku tidak ingat apapun, apa terjadi sesuatu?"
Aku menunjukan wajah bermasalah sementara Rara membalasnya.
"Sayang sekali tidak terjadi apapun."
"Eh benarkah?"
Aku menciptakan busur di tanganku untuk membidik mereka semua, sebelum aku lesatkan Noella lebih dulu melompat dari dahan kemudian menebas mereka dengan cepat.
"Dia lumayan juga Kazuya."
"Sepertinya memang benar."
Aku menghilangkan busurnya kemudian turun mengikuti Noella yang sedang menggeledah mayat yang dihabisinya, ada sekitar 10 tempat yang berbeda yang dijadikan ritual dari pemanggilan hujan ini.
Setelah kami mengatasinya barulah kami akan mengirim serangan balasan.
"Apa kau menemukan sesuatu?'
"Kecuali uang tidak ada apapun yang bisa dijadikan petunjuk."
"Begitu."
Tujuan awal mereka hanya merusak sumber penghasilan dari kerajaan ini agar kerajaan tidak sanggup untuk membayar hutangnya.
Aku merangkul pinggang Noella lalu menggunakan sihir teleportasiku untuk pergi ke tempat berikutnya yaitu sebuah tebing tinggi.
__ADS_1
Di sini jumlah orangnya jauh lebih banyak dan juga dijaga oleh pria yang terlihat kuat dengan pedang besar di punggungnya.
Rara mengintip dari pinggir batu yang kami gunakan sebagai tempat persembunyian.
"Bagaimana?"
"Aku pikir ada sekitar 50 orang di sini."
Sebanyak itulah.
Aku mempersilahkan Noella untuk melakukan hal sama seperti di tempat sebelumnya tapi dia menggelengkan kepalanya beberapa kali selagi menekuk lututnya.
"Tolong lakukan untukku."
"Apa boleh buat, aku menciptakan pedang di tanganku sebelum keluar dari persembunyian lalu melesat maju, lima diantara mereka menembakan [Fire Bolt] ke arahku kemudian di susul [Water Slash] ke arahku, kedua sihir itu merupakan sihir dasar jadi tidak aneh jika semua orang bisa menggunakannya.
Aku menghalaunya dengan kibasan angin dari pedangku hingga serangan itu terpental ke samping, kemudian menebas mereka dengan cepat.
Darah menyembur dari tubuh mereka sebelum akhirnya tumbang, salah satu yang masih berdiri adalah seorang pria yang kumaksud sebelumnya dia menarik pedang besarnya dengan urat otot yang muncul di tangannya.
"Aku akan menghabisimu, sebagai seorang dari kelompok taring harimau, kau akan mati."
Aku menatapnya dengan pandangan bermasalah sebelum akhirnya menebas pijakan di depanku, dengan hanya melakukan itu pijakan orang tersebut terpotong dan mereka semua jatuh ke dalam jurang dalam.
Aku bisa melihat langit yang kembali cerah.
"Semuanya sudah selesai."
"Kerja bagus, apa kau mendapatkan sesuatu?"
"Hanya sebuah nama, taring harimau seperti itu."
__ADS_1
"Taring harimau kah, itu merupakan sindikat kejahatan terbesar di negara ini."
"Begitu."
Noella meletakan ujung jarinya di bibir.
"Kita sudah menghabisi semuanya, aku sebaiknya memberikanmu hadiah."
"Tidak usah repot-repot aku juga tidak butuh uang."
Saat aku berbalik Noella menarik tanganku ke dekatnya, seperti yang diduga semua orang, dia mencium pipiku.
"Apa yang barusan? Aku sangat terkejut."
"Aku juga terkejut," balasku pada Rara yang bereaksi berlebihan sedangkan Noella hanya tersenyum jahil.
"Kita akan pergi ke kerajaan untuk menemui orang tuamu."
"Tunggu, sejak kapan kau tahu aku seorang putri?"
"Sejak awal. Kukira kau akan mengatakannya jika aku memilih diam."
"Harusnya kau mengatakan itu sejak awal."
Aku hanya membiarkan protesnya berlalu begitu saja sampai kami muncul di gerbang istana, saat menemui orang tuanya mereka terlihat shock.
"Putriku membawa seorang pria?"
Keduanya menangis.
"Kukira aku tidak akan melihat putriku menikah."
__ADS_1
"Tunggu sebentar, kalian salam paham... biarkan aku menjelaskan semuanya dari awal."