Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 469 : Melawan Raja Dunia Apocalipse Bagian Kedua


__ADS_3

Apocalipse menyeringai senang, dia menghentakkan kembali tongkatnya. Berbeda dari sebelumnya dia tidak menggunakan sihir elemen melainkan sihir yang menyerupai kemampuan pelayanku Amnestha.


"Ini sihir tumbuhan, jangan bilang kau ingin merubah kota ini jadi hutan."


Getaran mulai terasa semakin kuat, perlahan akar-akar bermunculan lalu membentuk dirinya menjadi pohon raksasa hingga saat kusadari seluruh kota sudah berubah seutuhnya.


Akar tanaman telah melilit setiap bangunan dengan rapih.


Tapi bukan hanya itu, efek dari tumbuhan ini melemahkan siapapun kecuali penggunaannya.


"Inilah sihir yang kubuat sendiri, aku menamainya sihir tak terbatas yang mana mengambil mana siapapun lalu mengalirkannya ke tubuhku... dengan ini aku bisa membuat sihir sebebas yang kusuka."


"Aku harus segera mengalahkannya, jika seseorang secara terus menerus mananya dihisap itu sama saja dia akan mati."


Kuciptakan sihir "Wind Slash," untuk memotong setiap pohon yang mengarah ke arahku.


"Percuma."


Sebuah bola sihir meledak menghantam tubuhku.


Mengatasi pohon ini cukup menyulitkan terlebih dengan satu tangan, aku terbiasa bertarung sendirian aku tidak yakin ada seseorang yang akan membantuku sekarang.


Aku menyelinap di antara pepohonan saat ledakan terus menggempur ke arahku, dengan langkah cepat aku berpindah dari satu tempat ke tempat lain.


Jika pedang tak bisa mengenainya maka akan kugunakan pukulan, kumasukkan pedangku dalam item penyimpanan sebelum melompat untuk menyerang Apocalipse.


"Dengan satu tangan apa yang bisa kau lakukan."

__ADS_1


"Banyak hal."


Tak hanya menggunakan tangan aku juga jelas menggunakan kaki sebagai serangan, aku bersalto di atasnya untuk menendang tongkatnya menjauh dari pergelangan tangannya.


Kutinju wajahnya dan Apocalipse membalasku dengan hal sama, kami hanya saling menyerang secara bergantian, saat kuayunkan kakiku dia berputar ke belakang menjaga jarak sebelum mengeluarkan sihirnya.


"Holy Sword."


Lima pedang cahaya meluncur dan aku menunduk hingga pedang itu hanya menghancurkan pepohonan di belakangku.


Kuciptakan lingkaran sihir namun sesaat kemudian hancur terserap pepohonan di sekelilingku.


Menggunakan sihir percepatan Apocalipse meletakkan tangannya di perutku dengan posisi terbuka.


"Hyper Speed."


Dorongan tangannya membuatku menabrak beberapa pohon hingga memuntahkan darah dari mulutku. Tak membiarkanku beristirahat dia juga mengirim pedang yang lain.


Apa yang harus kulakukan?


Tepat saat aku memikirkannya tiba-tiba saja aku muncul di sebuah ruangan serba gelap, kulihat tumpukan tengkorak di jadikan seperti sebuah piramida di mana bagian atasnya terdapat seseorang yang duduk dengan santai selagi menopang dagunya.


Dia memiliki rambut panjang hitam dengan poni menutupi mata kirinya, walau terkesan wanita cantik aku tidak yakin bisa menyebutnya seorang manusia.


Apa dia iblis?


Atau mungkin malaikat?

__ADS_1


Ataukah Dewi?


Tiga sosok itu yang terlintas di benakku.


Satu kata yang keluar dari mulutnya adalah.


"Kutukan."


Aku membuka mataku dan lagi-lagi sebuah sihir menerjang ke arahku, aku tepat berdiri di sebuah jendela toko dan melihat pantulan diriku di cermin.


Mataku berwarna gelap.


"Ini kutukan tingkat dua yang sama seperti yang digunakan Kalina."


Aku mengambil pedang Ragnes kembali dari item penyimpananku.


"Sepertinya aku salah menilaimu, kau benar-benar lemah bahkan kau hanya bisa menghindari seranganku... jika demikian aku akan meledakan semuanya untuk mengakhiri ini semua."


"...."


"Black Hole "


Sebuah lubang hitam dikirimkan ke depanku yang mana menghisap apapun yang ada di sekelilingku, ketika aku kebingungan sebuah kupu-kupu hitam terbang ke arah bola hitam tersebut lalu keduanya meledak dahsyat.


Tubuhku langsung berhenti bergerak.


"Bagaimana kau bisa menghancurkan Black Hole?"

__ADS_1


"Aku juga ingin menanyakan hal sama."


Beberapa kupu-kupu hitam yang entah darimana sekarang berterbangan di sekelilingku.


__ADS_2