
Aku sedang menikmati tehku di halaman masion saat keempat pelayanku berlarian di depanku. Selly dan Sella membawa bra di tangan mereka sementara Hesna dan Nermia berlari untuk mengejar mereka.
"Kembali kan, itu punyaku."
"Ambil saja kalau bisa, ukurannya lebih besar dari yang kukira."
Pelayan nggak ada akhlak.
Aku berusaha keras setiap harinya untuk mendapatkan ketenangan hanya saja itu rasanya mustahil dengan keberadaan keempat orang ini.
Aku menengok ke arah langit untuk berjaga-jaga agar tidak ada sesuatu yang jatuh lagi dari sana, terakhir kali ada ras Harpy yang menghancurkan halaman dan sekarang kurasa tidak akan ada lagi.
Ketika aku menyeruput tehku kembali sesuatu jatuh tepat di hadapanku, keempat pelayanku berhenti saling menyerang untuk menengok lokasi ledakan sedangkan aku hanya diam memperhatikan dengan wajah bermasalah.
Terjadi lagi.
Harusnya aku memasang medan pelindung anti nuklir di rumah ini.
Semua orang menatapku dengan pandangan aneh.
"Ada apa?"
"Apa yang sebaiknya kita lakukan padanya?" tanya Selly.
Ini baru pertama kalinya aku melihat Selly heran akan sesuatu, saat aku melihat siapa yang jatuh, dia wanita cantik berasal dari ras malaikat.
Ia memiliki rambut berwarna merah yang diikat dua dengan pita, pakaiannya berwarna putih serta tubuh yang langsing. Ia juga memiliki sayap berwarna putih serta terdapat lingkaran di atas kepalanya.
Aku menyatukan tanganku dan berkata.
"Mari masukan dia ke dalam karung kemudian buang jauh-jauh."
"Heeeeeh."
"Jangan tertipu dengan penampilannya, aku tahu dia pasti membawa masalah kemari."
__ADS_1
"Kau manusia kejam."
Dia menangis.
"Yah tak perlu menangis juga."
Keempat pelayanku segera memeluk malaikat itu.
"Tuan, bagaimana kau bisa melakukan hal kejam pada makhluk seimut ini," kata Nermia lalu disusul Hesna.
"Itu benar, lihat dia begitu rapuh."
Selly dan Sella menatapku juga.
"Jadi kalian ingin membuatku melakukan apa?"
Selly yang menjawab dengan antusias.
"Kita masukkan ke dalam sangkar dan kita rawat dengan baik."
"Kalian ingin membuat desa ini perang dengan ras malaikat yah."
Kedua pelayan itu mengalihkan pandangan ke arah samping selagi bersiul, untuk Hesna dan Nermia keduanya membantu malaikat itu berdiri.
"Jadi siapa namamu?" tanyaku padanya.
"Riel"
"Riel kau mungkin memiliki masalah tapi kau salah jika datang kemari, kusarankan kau pergi ke kota dan cari seseorang yang akan membantumu."
Dia menangis.
Orang ini selalu menangis.
Tanpa ditanya dia langsung menjelaskan.
__ADS_1
"Sebenarnya aku lari dari rumah, aku sempat akan dijodohkan dengan pria yang tidak kusukai karena itu aku sedang dalam pelarian.. tapi di tengah perjalanan aku kelelahan dan jatuh kemari... aku harap kau mau membantuku."
Ini yang namanya malaikat jatuh itu.
"Kau ingin apa dariku?" ketika aku mengatakan itu pandangannya mengkilap.
"Aku perlu kamar luas, tempat tidur nyaman, bak mandi, pakaian ganti, makanan tiga kali, tempat spa, salon serta tas dan sepatu baru."
"Pergi sono," teriakku.
Sella lalu memotong.
"Bukannya itu bagus tuan, kita bisa menjadikannya pelayan kelima di masion ini."
"Tidak, aku sudah cukup memiliki kalian berempat yang suka berbuat onar."
Dan selanjutnya Riel menangis, dia menjatuhkan dirinya terlentang selagi mengibas-ngibaskan kaki dan tangannya seperti seorang anak kecil.
"Aku tidak mau pergi, aku tidak mau pergi."
Walau dia melakukannya aku sama sekali tidak bisa melihat apa yang ada dibalik roknya.
"Aku akan terus menangis."
Orang ini.
Pada akhirnya aku tidak memiliki pilihan selain menerimanya.
Pagi berikutnya saat aku meminum teh, kelima pelayanku berlarian di depanku, dan hanya memakai pakaian renang.
"Kembalikan itu punyaku."
"Ambil saja kalau bisa."
Aku menjatuhkan kepalaku ke meja tanpa memperdulikan tehku yang tumpah.
__ADS_1
"Aku salah telah datang ke dunia ini."