Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 317 : Empat Iblis Raksasa, Satu Penjaga Dan Satu Oni


__ADS_3

"Tidak, Jangan.."


Sebuah tubuh terpotong dua bagian.


Keempat iblis itu tak berhenti untuk memakan manusia bahkan ketika mereka sudah menghancurkan seluruh kota termasuk patung paling berharga di kota ini.


Helfina hanya bisa diam membisu selagi memperhatikan seluruh rekan, temannya dimakan hidup-hidup dari atas genteng bangunan rumah, sementara orang yang menolongnya hanya terpaku pada iblis yang sedang mendekat ke arahnya.


Sebelum bangunan rumah menimpanya, wanita ini telah menyelamatkan hidupnya, wanita itu memiliki rambut merah yang diikat ekor kuda, penampilan tampak cantik dengan balutan seragam militer yang membuatnya lebih terlihat berani meksipun ada sebuah tanduk di kepalanya.


"Terima kasih."


"Terlalu cepat untuk mengatakannya."


Wanita itu mengambil pedang yang menggantung di pinggangnya, itu adalah sebuah Katana yang tersarung dengan baik.


"Ngomong-ngomong siapa namamu?"


"Minerva, jangan khawatir paling tidak aku berada di pihakmu."


"Kau ras Oni."


"Seperti itulah."


Salah satu iblis di depan mereka berlari dengan cepat.

__ADS_1


Minerva menarik pedangnya untuk menunjukan sedikit bagian bilahnya, saat pedangnya kembali disarungkan, tubuh iblis itu terpotong-potong beberapa bagian tepat di wajahnya.


Helfina tidak bisa berkata apapun selain mengagumi sosok luar biasa tersebut.


"Kurasa jika jantungnya dihancurkan tubuhnya tidak akan beregenerasi lagi," ucap Minerva menegaskan.


Ketiga iblis mulai berlari menuju ke arah Minerva.


Minerva menarik pedangnya kemudian mengayunkannya di udara memotong mereka bahkan di jarak yang sangat jauh hingga menciptakan jurang besar setelahnya.


"Ka-kau? Apa yang kau lakukan pada kota ini?"


"Paling tidak aku tidak membunuh manusia, tapi mereka benar-benar mengerikan."


Entah itu Helfina atau Minerva keduanya mendaratkan kakinya di bawah selagi melihat iblis yang sudah dikalahkan.


"Nona Helfina?"


"Ada apa, bukannya aku meminta semua orang mengungsi ke tempat aman."


"Bukan begitu," pria itu menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya lalu berkata.


"Mereka semua manusia."


Keheningan terasa diantara mereka, saat pria itu menjelaskan setiap detailnya akhirnya semuanya menjadi masuk akal.

__ADS_1


Minerva mendesah pelan lalu mengembalikan pedang ke pinggangnya, aku kebetulan akan mengunjungi kediaman Kazuya, akan kusampaikan hal ini padanya."


"Soal itu, aku sudah mengirim pesan lewat burung merpati, sebentar lagi dia akan datang."


"Jika begitu, aku akan menunggu di sini saja."


Aku yang telah menyelesaikan beberapa dokumen akhirnya bisa menarik nafas lega, karena aku suka jalan-jalan terkadang pekerjaanku akan menumpuk hingga aku harus menyelesaikan semuanya dalam waktu seharian.


Katharina duduk di sofa selagi membaca novel populer belakangan ini, tentang hubungan terlarang antara gadis dan gadis di sebuah akademi sihir.


Tanpa bertanya aku sudah tahu siapa orang yang membuatnya, dia adalah Asteropedia Platinum.


Dia benar-benar membuat cerita seperti itu, kurasa era novel akan tercipta juga di Dunia ini.


"Tuan Kazuya, Anda ingin membacanya juga, ceritanya sangat menarik, apalagi saat tokoh utama mendorong lawan bicaranya ke dinding lalu berkata keren selagi membelai rambutnya... sungguh, membuat jantung berdebar-debar."


"Aku tidak tertarik dengan hubungan seperti itu," kataku dengan mata bermasalah lagipula aku terlalu lelah untuk membaca sesuatu lagi.


Mataku terasa berat seolah bisa tertidur kapanpun.


Katharina menunjuk ke luar jendela.


"Ada sesuatu yang terbang kemari."


Aku berbalik dan menemukan seekor burung elang terbang ke arahku, di punggungnya dia memakai tas kecil dan di dalamnya terselip sebuah surat yang segera kubaca.

__ADS_1


Seperti dugaanku, para pasukan Raja Dunia Bawah sudah bergerak.


__ADS_2