Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 420 : Akhir Pertandingan


__ADS_3

Semua desa telah memakai kostum mereka yang berbeda-beda, harus digaris bawahi bahwa semua ini hanya pertandingan persahabatan menang atau kalah semuanya sudah biasa.


Aku mengatakan itu di depan mereka semua dengan keren, sekarang aku tidak kalah dengan Rin. sayangnya tidak ada yang mendengar perkataanku.


Mereka malah asyik saling bergesekan penuh semangat kompetisi.


"Akan kami kalahkan desa lain dan menjadi pemenang pertama."


"Tidak desa kami."


"Yang kalah bisa bicara semaunya tapi hanya satu pemenang yang dapat semuanya, dan itu adalah aku."


"Katharina ini pertandingan antar desa bukan perorangan."


"Benarkah?"


Aku hanya bisa menjatuhkan bahuku dengan lemas, apa semua ini akan baik-baik saja? Aku kira aku akan menyerahkan semuanya pada pelayanku serta para Siren saja, sementara aku menonton di bangku penonton dengan brondong jagung serta jus.


Aku pikir tidak akan ada yang lebih buruk dari ini, sementara aku memikirkan hal itu air menyembur dari mulutku saat aku melihat seluruh istriku menjadi pesertanya juga.


Putriku juga ada di sana.


"Semuanya berjuang."


"Owh.."


Mereka tidak berada di desa manapun dan hanya ikut berkompetisi saja, kuharap mereka tidak akan terlalu mengganggu yang lainnya.


Pertandingan sendiri hanya sebuah pertandingan yang biasa ada di festival olah raga, seperti lompat tali, lari estafet, gulat dan juga lainnya.


Kurasa semua perlombaan ini akan selesai saat matahari tenggelam.


"Yang haus, beli minuman ini dan hausmu akan lenyap."

__ADS_1


"Yang lapar, lapar... silahkan ambil makanan ini dengan setengah harga."


Para penjual tampak berusaha menjajalkan berbagai barang dagangan mereka, aku tidak masalah tentang itu hanya saja. Kenapa yang berjualan itu pelayanku, terlebih mereka juga menjual action figur diriku.


"Nona aku beli satu."


"Silahkan, ini adalah jimat pelindung saat Anda memegang ini segala marabahaya akan menyingkir."


"Oi."


Bagaimana jika kebenarannya malah sebaliknya.


Aku tidak ingin bertanggung jawab soal itu.


"Kau bisa meletakkan dibelahan dadamu, ini cukup membantu memperbesarnya."


Yos, mari sita semuanya.


Di saat orang-orang sibuk menikmati pertandingannya aku mengumpulkan seluruh patung kayu diriku, bagaimanpun semuanya harus disita dan di bakar, bakar, bakar


"Kami masih punya banyak di gudang serta tempat persembunyian lainnya."


"Sebenarnya apa yang selama ini kalian lakukan?" teriakku frustasi hingga pada akhirnya aku tidak berbuat banyak soal diriku yang lain.


Beberapa orang malah memperlakukanku seperti Dewa, walaupun aku D.ewa aku tidak seperti seorang yang mampu mengabulkan harapan mereka atau sebagainya.


Kupikir nanti juga setelah lelah mereka akan berhenti juga. Saat aku kembali ke tempat dudukku, perlombaan telah setengah jalan aku bisa melihat bahwa desa Demi-human dan Naga memimpin di depan.


Naga memang ras yang cukup kuat kendati demikian desa lain juga bisa mengimbanginya, juara pertama mendapatkan 5poin, kedua 3poin dan ketiga 1poin.


Untuk istriku dan putriku mereka tidak mendapatkan apapun walaupun mendapatkan juara pertama.


Ini untuk menjaga kompetisinya tetap adil, lagipula istiku terlalu kuat.

__ADS_1


Pertandingan selanjutnya adalah tarik tambang, semua desa sudah bersiap di posisi mereka dan kemudian peluit yang ditiup oleh Gabriela memulainya.


Di awal semuanya terlihat seimbang namun seperti yang kuduga ras naga menang, apa pertandingan ini akan berjalan tidak seimbang, jawabannya tentu saja tidak.


Di pertandingan keseimbangan para naga sedikit kesulitan, ada pertandingan berjalan di papan kecil dan siapapun yang jatuh mereka akan langsung masuk ke air.


Para penonton pria yang paling menikmati ini selagi berteriak.


"Uwah."


Saat Ristal jatuh akan ada awan yang menutupinya jadi mereka tidak bisa melihat apapun dibalik pakaian basahnya.


Itu yang dinamakan daerah absolute Dewi, yang hanya aku yang bisa melihatnya.


Setelah pertandingan berjalan lama akhirnya yang akan mendapatkan gelar pemenang hanya diantara desa vampir dan desa naga.


Aku tidak menyangka bahwa desa vampir bisa naik dari keterpurukan, alasannya sederhana karena semua penduduknya setuju untuk mengikat Katharina di tiang agar tidak ikut bertanding.


"Lepaskan aku, padahal aku sangat bersemangat."


Dia hanya pengganggu ternyata, saat pertandingan dilanjutkan ras vampir yang menjadi juaranya.


Katharina berdiri paling depan selagi mengangkat tropi yang kami buat.


"Ini semua berkatku, hoho."


Aku hanya mendesah pelan dan diam-diam mendengar pendapat orang tentang pertandingan ini.


"Pertandingan ini menarik, selanjutnya desa kami yang akan menang."


"Aku sangat menantikannya."


"Hidup Tuan Lord Kazuya, hidup."

__ADS_1


Paling tidak acara ini berhasil dengan sukses.


__ADS_2