
Pagi berikutnya aku bersama pelayanku kembali ke guild untuk melaporkan pencapaian kami, di sana Zeper, Lusy dan Suhen terlihat baik-baik saja.
"Yo Haru... terima kasih kau sudah menyelamatkan kami, aku benar-benar berterima kasih."
Ketiganya membungkuk ke arahku dan aku segera menghentikan mereka.
"Kalian terlalu berlebihan."
Zeper berkata penuh dengan semangat.
"Sebagai ucapan terima kasih bagaimana kalau kita makan bersama, aku yang teraktir."
"Owh, baiklah."
Semua orang duduk di meja bar guild sementara aku pergi ke loket receptionis untuk melaporkan kekalahan Hobglobin.
"Terima kasih atas kerja kerasnya."
"Apa guild master belum kembali?"
"Benar, mungkin sekitar dua sampai tiga hari lagi... memangnya ada apa?"
"Bukan apa-apa," ketika aku mengatakan itu seorang menerobos masuk dengan wajah panik.
"Pasukan raja iblis datang kemari."
Kami semua segera terdiam lalu mengelilingi pria tersebut, aku membantunya berdiri karena sempat terjatuh juga.
__ADS_1
"Kau yakin?'
"Aah, tidak salah lagi.. yang memimpin adalah Bison dia salah satu komandan raja iblis Bisel."
Mereka datang lebih cepat dari yang kupikirkan, para staf guild terlihat kebingungan sementara petualang peringkat atas terlihat bersemangat untuk sesuatu yang tidak penting.
Receptionis yang menjadi perwakilan sementara menaiki meja lalu berkata agar semua orang bisa mendengarnya.
"Siapapun yang berpartisipasi melawan pasukan raja iblis mereka akan diberikan lima koin emas."
Dan teriakan menggema seisi guild sebelum mereka berlarian keluar, aku dan pelayanku masih berada di dalam untuk membantu receptionis wanita itu turun.
Aku memegangi pinggangnya yang ramping.
"Nnnnhh."
"Tolong jangan mengeluarkan suara yang aneh."
Aku berkata ke arah pelayanku.
"Kemana Zeper yang lainnya?"
"Setelah memesan mereka langsung pergi tuan," balas Selly.
Mereka juga.
"Lalu bagaimana dengan kita?" tanya Sella.
__ADS_1
"Terburu-buru bukanlah hal yang bagus, karena ada petualang tingkat atas kurasa mereka akan baik-baik saja.. kita makan saja dulu."
"Baik."
Di meja itu aku dan pelayanku menyantap makanan yang telah dihidangkan, Selly dan Sella terkadang saling menyuapi satu sama lain. Tidak ada siapapun di guild ini selain staf yang bertugas jadi terasa lebih nyaman dibanding biasanya.
Para petualang itu lebih berisik dari yang dibayangkan banyak orang, ketika mereka tidak ada bisa dibilang itu sebuah kedamaian.
Selesai makan kami baru meninggalkan guild, keadaan kota tampak hening, orang-orang yang berjualan memilih bersembunyi di rumah-rumah mereka tanpa membereskan barang dagangan mereka.
Entah kenapa situasinya malah mencekam begini.
Kami melewati gerbang masuk dan kulihat para petualang sedang bertarung dengan pasukan yang terdiri dari goblin serta zombie, tak kurang beberapa petualang juga mati karena ulah mereka. Aku mengalihkan pandangan jauh melewati mereka dan kulihat seorang pria berdiri di sana, tubuhnya sangat besar dengan otot-otot yang menonjol, hanya kepalanya saja yang tidak seperti manusia melainkan kepala banteng.
Jadi dia komandan Bison itu.
Aku mengalihkan pandangan kembali ke arah pelayanku Sella dan Selly, mereka seutuhnya hanya pelayan biasa.
"Kenapa kalian tersenyum begitu?"
"Kami hanya pandai melayani tuan di tempat tidur jadi mohon lakukan yang terbaik."
"Ini juga demi Dewi Ristal."
"Kalian berdua, paling tidak sembuhkan orang-orang yang terluka dengan ramuan seadaanya."
"Baik," keduanya berkata di waktu bersamaan sebelum melangkah maju.
__ADS_1
Sekarang giliranku juga, aku menarik pedangku lalu melesat maju, aku hendak melawan Bison namun para petualang atas lebih dulu menghalangi langkahku hingga akhirnya aku hanya diam di tempatku selagi memeriksa sekeliling.
Bukannya mereka terlalu bersemangat.