Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 35 : Naga Emas


__ADS_3

Naga itu melompat jatuh tepat di depan wajahku, Selly dan Sella segera bersembunyi di belakangku sementara Nermia memegangi Lupin untuk membuatnya tetap aman.


Naga emas itu meraung-raung menghasilkan suara yang bisa menyayat hati dengan ketakutan. Kendati demikian aku hanya diam tanpa bergeming.


"Manusia, berani sekali kau datang kemari... kau juga menghajar anak buahku."


Aku mengangkat bahuku ringan lalu berkata.


"Bukannya kau yang lebih berani, kau mengambil rumah para Harpy itu dan mengeklaim dirimu pemilik tanah ini."


Naga itu tertawa.


"Ini memang tanah kami, nenek moyangku yang memilikinya dulu."


"Nenek moyangmu sudah memberikan tanah ini pada mereka para Harpy, kau sudah tidak berhak mengakuinya."


"Berisik."


Naga emas itu menghantamkan kedua kakinya membuat tanah sedikit berguncang, aku meminta para pelayanku untuk mundur bersama Lupin.


"Mari buat kesepakatan, jika aku bisa mengalahkanmu kalian semua para ras naga akan tunduk padaku mulai sekarang."


"Jika kami menang?"


"Kami akan menyerah dan membawa para Harpy jauh dari sini."


"Sepakat, akan kucabik-cabik tubuhmu itu."

__ADS_1


Aku melompat saat naga emas itu berusaha menginjakku, dia mencoba mengibaskan ekornya padaku dan aku segera menangkapnya dengan kedua tanganku lalu membanting tubuhnya dengan sangat keras menghasilkan ledakan tanah ke udara.


Naga itu bangkit kemudian menyemburkan api keemasan dari mulutnya, aku rasa aku tidak perlu menghindarinya dan hanya terus berjalan seakan tak peduli panasnya api tersebut.


Di saat naga emas itu kebingungan aku memukul tubuhnya hingga ia terbang melesat ke langit sebelum akhirnya jatuh dengan bunyi "Bam" menghasilkan lubang sedalam sepuluh meter.


Aku menengok ke arah lubang bersamaan dengan para naga yang menatapku keheranan, naga emas yang barusan kulihat kini telah berubah menjadi sosok wanita bertanduk di kiri kanannya dengan rambut emas yang panjang melebihi tubuhnya.


Dia tampak memucat dengan posisi menyedihkan seperti seekor kura-kura yang terbalik.


"Kepalaku berkunang-kunang."


"Sudah waktunya bangun naga emas, sesuai perjanjian kalian semua di sini menjadi bawahanku."


"Tolong jangan apa-apakan aku?"


"Aku ini tidak akan melakukan apapun padamu atau kalian semua, aku ingin kalian melepaskan para Harpy dan urusan tempat tinggal aku akan menyediakan tempat baru untuk kalian."


Semua naga juga mengikuti Hesna dengan cara membungkukkan badan mereka ke arahku.


"Sekarang lepaskan semua Harpy itu."


"Laksanakan."


Urusanku di sini lebih cepat selesai dari apa yang kubayangkan, aku menerima banyak terima kasih dari para Harpy bahkan pada malam harinya sebuah pesta perayaan digelar.


Aku duduk selagi memakan sate saat Hesna muncul dengan gaun berkilauannya.

__ADS_1


"Bagaimana penampilanku malam ini."


"Kau tiba-tiba menjadi baik, apa yang kau rencanakan?" aku menatapnya dengan tatapan sinis.


"Aku tidak merencanakan apapun, hanya saja aku menyukai pria kuat... kalau bisa."


Hesna memainkan kedua jarinya menusuk satu sama lain.


"Ka-kau ternyata naga mesum."


Dua pelayanku yang suka berbuat onar muncul menghalangi.


"Tidak secepat itu, kau harus melewati kami berdua."


"Siapa takut."


Selanjutnya ketiganya malah bergulat.


Ini orang selalu membuat onar, Nermia hanya duduk tenang di sebelahku selagi menatap orang-orang yang sedang menari di dekat api unggun, diantara mereka ada Lupin dan keluarganya yang tampak baik-baik saja.


"Mau menari Nermia."


"Apa boleh?"


Aku mengulurkan tanganku padanya.


"Tentu, mari."

__ADS_1


"Um."


Kami berdua mengabaikan mereka yang sedang bertengkar itu.


__ADS_2