Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 287 : Putaran Bagian Kedua


__ADS_3

Ledakan terdengar dari arah belakang Kazuya dan Zeper, bersaman itu, sebuah bola air dijatuhkan di depan mereka hingga langkah keduanya terhenti.


"Aku akan melawannya, Zeper ambil peledaknya."


"Aah."


Kazuya menarik dua pedang dari punggungnya dan membuang sisanya sebelum melesat maju, dia melompat di jarak satu meter kemudian menggerakkan tubuhnya dengan memutar, memotong bagian tangan Golem air hingga terlepas kemudian disusul dengan tebasan menyamping, bagaimanapun dia melakukannya itu hanyalah air yang akan menyatu walaupun berapa kali dia menebasnya.


Tangan air itu menelan seluruh tubuh Kazuya sebelum dia diterbangkan ke samping membentur dinding gua.


Golem membuka mulutnya untuk menembakan semburan air, sebelum mengenai Kazuya, dia berguling di tanah lalu berlari maju.


Walau tidak berhasil itu sudah cukup memberi waktu Zeper untuk kembali dengan peledaknya.


"Aku membawanya."


"Sulut sumbunya lalu lemparkan padanya."


"Baik."


Zeper melakukan apa yang diminta Kazuya.


Menggunakan pemantik dari batu, dia membakar satu peledak yang berbentuk seukuran bola kecil lalu melemparkannya.


Golem yang penasaran menelan bola tersebut dan selanjutnya meledak menjadi pecahan air, di saat tubuh itu mulai menyatu kembali Kazuya menancapkan pedang tepat di atas kristal pembentuk Golemnya hingga tidak berbentuk lagi.


"Syukurlah hanya perlu satu peledak untuk mengalahkannya."


"Bukannya kau yang terlalu banyak mempersiapkannya."


"Untuk jaga-jaga saja."


Keduanya kembali ke sumur harapan, di sana Zeper melepaskan pakaiannya lalu jatuh ke dalam air, dia menyelam sedalam sumur tersebut kemudian mengambil bunga sekaligus batu kristalnya.


Bukannya mengambil bunganya, Zeper malah lebih memilih batu kristalnya.

__ADS_1


"Kurasa lebih baik kau yang memberikannya Haru."


"Kau yakin? Bukannya kau menyukainya?"


"Aku ini hidup seperti petualang, aku belum siap untuk menyatakan perasaanku pada seseorang."


"Begitu, petualang kadang bisa mati kapan saja."


"Aku akan menjual kristalnya dan kita akan membagi hasilnya nanti."


"Baiklah."


Di kediaman Isabel, Kazuya merendam bunga yang didapatnya di dalam mangkuk sebelum akhirnya bunga tersebut lenyap menyatu dengan air.


Dengan mengambil air tersebut di menjatuhkannya di kedua mata Isabel.


"Coba buka matamu."


"Baik..."


Perlahan Isabel membuka matanya hingga tersenyum senang selagi menetaskan air mata.


"Syukurlah, bagaimana komentarmu tentang wajahku?"


"Wajahmu tampak seperti orang mesum."


"Itu bukan perkataan yang ingin kudengar."


"Aku ingin pergi ke toko bunga."


Isabel buru-buru keluar rumah.


"Tunggu."


"Tolong kunci rumah sebelum pergi dan berikan nanti padaku."

__ADS_1


"Suka seenaknya saja," ucap Kazuya selagi melihat punggung Isabel dari tempatnya berdiri, Zeper muncul dari sisi bangunan selagi melemparkan sekantong uang padanya.


"Lebih banyak dari yang kuduga."


"Kau yakin tidak ingin menemuinya lagi."


"Kurasa sekarang dia akan baik-baik saja, aku akan pergi menemui anggotaku di guild, bagaimana denganmu?"


"Tentu saja aku akan bersantai dengan uang ini, aku tak perlu bekerja beberapa hari ke depan."


"Kau ini? Tapi sudahlah... aku pergi."


"Aah."


Zeper berhenti sejenak lalu berbalik selagi berkata.


"Kurasa kedepannya kita akan menjadi teman, saat kau perlu bantuanku jangan sungkan untuk memintanya padaku, aku tidak akan berkomentar apapun tentang itu."


"Aku akan mengandalkanmu lain kali."


Ketika Kazuya sedang memikirkan soal kedamaian, dua pelayan tiba-tiba saja muncul di dekatnya lalu memperkenalkan dirinya.


"Namaku Selly."


"Dan aku Sella."


"Kami adalah pelayan yang ditugaskan oleh Dewi Ristal untuk melayani tuan dalam mengemban misi mengalahkan raja iblis."


Kazuya berkata ke arah keduanya setelah berdeham sekali.


"Lupakan saja, aku sudah tidak berniat melawan raja iblis.. tolong katakan pada Dewi bahwa aku mengundurkan diri."


"Mana bisa begitu," yang mengatakan itu adalah Selly.


"Benar tuan, tolong jangan bercanda, hanya tuan yang bisa menyelamatkan dunia ini."

__ADS_1


"Menyelamatkan apanya? Statusku itu sangat lemah loh."


"Itu karena tuan tidak bekerja keras untuk menaikan level, tapi tenang saja.. karena itulah Dewi Ristal mengirim kami berdua sebagai pelayan tuan."


__ADS_2