
Seorang prajurit menerobos masuk dengan wajah panik.
"Jenderal Hades menyerang kota ini dan tuan Ken bertarung melawannya di tengah kota."
"Apa? Aku akan pergi ke sana... yang mulia ratu."
"Bawa pasukan elit kita dan lindungi kota ini."
"Baik."
Kami juga mengikuti kelompok Ibela dari belakang menuju tempat yang dikatakan prajurit sebelumnya, aku tidak menyangka hanya dengan satu orang telah membuat kerusakan parah seperti ini.
Jadi dia yang bernama Hades.
Seluruh tubuhnya terselimuti baju besi hitam dan juga di tangannya sebuah pedang besar menjadi senjata tunggalnya.
Ken maupun pasukannya hanya bisa tumbang di atas setiap bangunan yang hancur berkeping-keping. Ibela mengeluarkan kunai di tangannya sebelum melesat maju bersama pasukannya, dia mengayunkan senjatanya yang mampu ditahan baik oleh pedang besar tersebut.
"Aku akan mengalahkanmu Hades."
"Kau terlalu cepat 100 tahun untuk melawanku."
Tubuh Ibela didorong menghantam dinding bangunan sementara anak buahnya dibunuh secara kejam, tubuh mereka di potong menjadi dua bagian.
"Kalian semua mundurlah," teriak Ken dengan suara yang bergetar, dia mencoba bangkit namun sayangnya tubuhnya sudah tidak kuat dan roboh.
Ibela yang bangkit kembali terus menyerang Hades dengan cepat hingga aku hanya bisa melihat kilatan cahaya saja dari pertarungannya.
__ADS_1
Aku mendekat ke arah Ken untuk mencoba menyembuhkannya dengan sihirku.
"Cepat bantu Ibela, lawannya terlalu kuat."
Aku melirik ke arah Selly dan Sella, dan keduanya melesat untuk membantu Ibela.
"Aku akan memberikanmu koleksiku nanti."
"Diamlah, aku harus menutup lukamu."
Ken tertawa kecil.
"Menyedihkan sekali, lawan kita benar-benar tidak seimbang, apa ini akhir dari kerajaan ini?"
"Tentu saja tidak, dengan kekuatan istriku mereka pasti akan menang."
"Orang itu sangat kuat."
"Benar sekali."
"Tunggu sebentar, jika kalian kalah lalu siapa yang akan menyelamatkan dunia ini?" teriakku, bahkan kekuatan mereka tidak bisa mengalahkan Hades.
Di sisi lain kepala Ibela dicengkeram Hades lalu dilemparkannya ke arahku, dengan baik aku menangkapnya hingga pijakanku terdorong satu meter.
"Ini sangat buruk, orang itu kekuatannya setara dengan lima raja iblis, bagaimana ini Selly."
"Aku tidak tahu, tak disangka musuh di dunia ini semakin kuat."
__ADS_1
Mereka saja yang melemah.
Aku meletakkan Ibela di tanah, karena pakaiannya compang-camping aku menutupnya dengan blazerku sebelum melonggarkan dasiku lalu melipat kemejaku ke atas.
Ini malah lebih mirip seperti aku yang harus menebus dosa kedua istriku di dunia ini.
Aku menarik pedangku lalu membuang sarungnya.
"Jadi kau yang dikatakan telah membunuh jenderal lain."
"Tepat sekali, aku mungkin hanya beruntung saja saat itu."
"Kurasa memang begitu."
Hades melesat maju, saat pedang kami bertubrukan itu menghasilkan ledakan besar yang mana menelan seluruh bangunan sekelilingku menjadi sebuah kehancuran.
Kami tertahan satu sama lain di mana wajah kami berdua saling berhadapan di jarak yang begitu dekat.
Tentu karena mengenakan helm besi sulit untuk melihat ekspresi seperti apa yang ditunjukkan olehnya.
"Kau sangat kuat, bahkan dengan kekuatan seperti ini kau masih mau mengabdi dengan raja dunia Encore."
"Kau tidak tahu apa-apa, kekuatanku tidak bisa dibandingkan dengan tuanku... kalian harusnya cepat menyerah dan biarkan wilayah ini menjadi milik para raja dunia"
"Aku tidak tahu seberapa kuat kalian, hanya saja mencoba mengambil wilayah negara lain adalah perbuatan hina."
Kami mementalkan senjata kami secara bersamaan sebelum kembali menebas satu sama lain.
__ADS_1