Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 69 : Malaikat


__ADS_3

Seminggu setelah Kekalahan raja iblis Nikel kini wilayah yang sebelumnya dihuninya telah beralih ke kerajaan Weisvia, biasanya para penduduk ras iblis akan dipekerjakan sebagai budak atau tenaga paksa akan tetapi Felisa memiliki ide yang lain.


Di atas balkon istana itu aku berdiri di belakangnya bersama Gabriela yang sedang menciptakan seluruh cermin yang bisa menyiarkan semua kejadian ini ke seluruh kerajaan.


Wilayah Raja Iblis Nikel tidak terlalu besar seperti raja iblis yang masih hidup, kendati demikian tempat itu telah menampung sekitar 2000 penduduk dari para iblis.


Felisa berteriak dengan penuh semangat.


"Kami memang telah mengalahkan raja iblis Nikel, akan tetapi semua penduduk dari wilayahnya akan hidup seperti biasanya dan mendapatkan perlindungan seutuhnya dari Weisvia, siapapun kerajaan atau pihak lain yang mencoba merebut tempat tinggal mereka atau beniat buruk maka kami akan mengangkat bendera untuk berperang... kini sudah waktunya kita hidup berdampingan antara semua ras termasuk ras iblis."


Felisa melirik ke arahku dan aku mengangguk untuk mengkonfirmasi hal itu.


Dunia ini terlalu buruk untuk menjadikan peperangan sebagai jalan penyelesaian, ini hanya langkah awal untuk menyelamatkan dunia ini.


Pertama yang dibutuhkan negara ini sesuatu yang sangat sederhana, itu adalah hukum yang melindungi warganya dari tindakan kejahatan apapun.


Tiga hari berikutnya, di masionku Marina tampak menangis selagi mengelap lantai ruangan tengah, Selly dan Sella yang bertugas mengawasinya dengan wajah puas terus menjahilinya.


Adegan Cinderella langsung terbayang di benakku.


Nermia yang berdiri di sampingku hanya menggeleng kepalanya beberapa kali lalu mendesah pelan.


"Marina akan terbiasa nanti."


Aku memutuskan untuk keluar dari masion bersama Nermia, kulihat Hesna dan Riel sedang menjemur pakaian, mereka melakukan tugas dengan baik.


Aku duduk di kursiku dimana Nermia dengan anggun membuatkanku teh hangat, seperti biasanya aku akan menatap langit sebelum meneguknya.


"Ada apa tuan?"


"Masalah selalu datang dari langit, aku hanya ingin berjaga-jaga."


"Langit?"

__ADS_1


Dalam beberapa hari ini tidak ada yang muncul meski begitu aku tidak boleh lengah, ketika ada seseorang yang jatuh aku akan langsung menerbangkannya dengan sihirku.


Aku sempat akan meminum tehku sampai Riel muncul lalu menabrakku hingga jatuh.


"Tehku," teriakku.


"Tuan selamatkan aku, mereka datang?"


"Siapa maksudmu?"


Aku berdiri lalu melihat sekeliling langit di mana sekitar 100 malaikat telah mengepung masion, mereka juga bahkan membuat Hesna tak berkutik.


Salah satu wanita dari perwakilan malaikat turun ke depanku, dia mengenakan armor mengkilap serta tombak di tangannya.


"Kami tidak ingin membuat perselisihan dengan manusia, serahkan nona Riel pada kami dan kami akan meninggalkan tempat ini dengan damai."


Aku menyodorkan Riel padanya.


"Tuan, aku tidak ingin ikut dengan mereka?"


Aku mendesah pelan lalu menarik Riel kembali.


"Sudah dengar, dia tidak ingin ikut dengan kalian.. jadi aku menolaknya."


"Kau akan menyesal.. nona Riel tolonglah mengerti, orang yang ingin menikahi anda adalah salah satu dari tiga malaikat tinggi kami tidak bisa menolaknya."


"Aku lebih ingin menikah dengan tuan Kazuya."


"Jadi kau yang telah merubah nona Riel, lakukan."


"Tunggu, apa yang kau lakukan?" tidak ada yang menjawab pertanyaanku sampai tiba-tiba saja masionku meledak dahsyat.


Aku berlutut selagi memegangi kepala dengan frustasi menatap kobaran api yang membesar.

__ADS_1


Dari kobaran api itu sosok Selly dan Sella muncul selagi membawa keluar Marina.


"Siapa yang seenaknya main jegar-jeger pada rumah orang, aku hampir saja mati."


"Benar Selly, lihat... mereka membakar kimonoku"


Saat Selly dan Sella melihat ekpresiku mereka mulai gemetaran lalu segera menjauh selagi membawa Marina, Hesna juga segera terbang untuk menangkap Nermia dan Riel.


"Ada apa?" tanya Riel.


"Tuan marah, sebaiknya kita mundur... sebentar lagi dia akan beralih ke mode iblis."


Aku tertawa lalu berdiri membentangkan kedua tanganku.


"Tadinya kupikir masion ini akan menjadi tempat kedamaianku tapi kalian malah menghacurkannya.. Terserahlah, jika peperangan adalah hal yang kalian inginkan, aku akan menghancurkan seluruh tempat tinggal kalian."


"Gawat Sella, tuan sudah pergi terlalu jauh."


"Benar Selly, jika seperti ini kita tidak bisa melakukan apapun.. pulau tempat tinggal malaikat akan jatuh hari ini."


Marina bertanya ke arah keduanya.


"Kenapa dia sangat marah?"


"Itu karena koleksi majalah dewasa tuan ikut terbakar juga," kata Selly.


"Benar sekali."


Wanita ras malaikat segera memotong.


"Kau hanya sendiri, mana mungkin bisa mengalahkan kami."


"Kita lihat saja dulu."

__ADS_1


__ADS_2