
Di depan masionku, para pelayanku tampak sedang menyortir bahan makanan sesuai jenisnya, ada kotak buah-buahan, daging serta bahan pokok lainnya.
Syukurlah mereka bekerja dengan baik, Selly dan Sella berada di depanku seperti seekor hewan peliharaan yang ingin meminta pujian dari tuannya, karenanya aku mengelus-elus rambut mereka.
Nermia dan Hesna turut membantu dengan keahlian memasak mereka, kami akan membuat berbagai masakan untuk nanti malam dan menjadikan area luar masion ini sebagai dapur dadakan.
Kami bisa saja memasak di dekat lokasi pembangunan hanya saja, itu mungkin akan sedikit menggangu para pekerja yang sedang sibuk.
Nermia menangis saat memotong bawang, Hesna terjatuh saat mengambil air, Selly berteriak saat memotong ayam yang sebenarnya sudah mati dan Sella duduk dengan pandangan kosong saat makanannya terlalu asin.
Kami benar-benar kacau. Meski begitu kurasa seperti ini tidak masalah.
Saat aku memikirkannya, beberapa ibu-ibu dari ras naga maupun ras human muncul, mereka berkumpul di depanku.
"Kalian semua?"
"Kami juga ingin membantu, curang jika para suami saja yang bekerja."
"Begitu, mohon bantuannya."
Kami berkerja sama dalam berbagai hal hingga hidangan selesai pada waktunya, malam hari itu kami membawa semua makanan ke tempat lokasi pekerjaan.
"Makanan sudah siap, mari semuanya berpesta," mengikuti perkataan Selly semua orang berteriak semangat.
Botol-botol bir dihidangkan bersamaan daging panggang yang sangat lezat, makanan yang kami buat sengaja ditaruh secara prasmanan hingga semua orang bisa bebas mengambil semau yang mereka inginkan.
Kami saling tertawa ataupun sekedar bercanda bersama, keluarga Ronald, para staf guild, Elona dan anak buahnya, serta yang sulit kupercaya ada ratu baru dari kerajaan ini Felisa.
Aku memang mengundangnya tapi tak kusangka dia mau datang.
"Mari bersulang tuan Kazuya?" kata Ronald.
__ADS_1
"Ah ya."
"Demi desa baru kita, bersulang."
"Bersulang," balas semuanya semangat.
Hal seperti ini harus dilakukan lebih sering lagi.
Keesokan paginya aku bersama Hesna dalam wujud naganya pergi ke kota awal dimana sebelumnya aku pernah tinggal, di depan gerbangnya Hesna kembali ke wujud manusianya sebelum mengikutiku dari belakang.
"Apa ada sesuatu yang kita perlukan di sini tuan?"
"Aku hanya datang berkunjung, tidak ada alasan yang lain."
Ketika aku menyusuri jalanan utama kutemukan tiga orang yang sudah lama tak kutemui lagi, mereka adalah Zeper, Lusy serta Suhen.
"Yo kalian bertiga."
"Tentu saja ini aku."
"Kau banyak berubah sekarang, dan di sampingmu?"
"Dia Hesna pelayanku."
Ketiganya memucat.
Hesna ras naga jadi sulit menerima bahwa dia melayani manusia.
Aku segera mengubah pembicaraan.
"Kalian masih belum keluar dari kota ini?"
__ADS_1
"Seperti itulah, sungguh disayangkan bisnis tampak tidak berjalan lancar belakangan ini."
"Uang yang kami kumpulkan juga terus saja terpakai demi kebutuhan kami," potong Lusy yang mendapatkan anggukan Suhen.
"Begitu, sulit juga... bagaimana kalau kalian bekerja denganku saja?"
"Bekerja?" ketiganya bertanya di waktu bersamaan lalu aku melanjutkan.
"Aku ingin kalian berdua menyelidiki guild dagang serikat yang baru."
"Guild itu."
"Kalian tahu?"
Lusy lah yang menjawabnya.
"Guild itu awalnya membeli barang-barang kami dengan harga mahal, hanya saja seiring waktu mereka tidak menerima barang kami lagi."
"Alasannya?" tanyaku.
"Mereka tidak menerima barang yang sama setiap harinya."
Aku mendesah pelan, orang di belakang guild itu memang orang jenius. Dengan ini pada akhirnya barang yang mereka jual akan jadi barang langka dan titik kesuksesan yang akan mereka raih saat guild lainnya bangkrut.
"Lalu apa jawaban kalian?"
"Aku sudah menyerah hidup di kota ini, tolong biarkan kami melayanimu," kata Zeper.
Ketiganya mengangguk setuju.
Pada akhirnya aku mengundang mereka bertiga tinggal di desaku, selain mereka akan melayaniku mereka juga bisa memasok barang untuk guild dagang serikatku.
__ADS_1