Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 472 : Wanita Dengan Penutup Mata


__ADS_3

Dia menghancurkan tempat ini dalam sekejap.


"Ini semua salahmu."


"Jangan menyalahkan orang lain tanpa alasan, sudah jelas kau sendiri yang melakukannya aku bahkan terus mengatakan tidak ingin bertarung denganmu."


"Bagaimana aku bisa percaya."


Orang ini membuatku emosinya saja.


Aku berlutut di dekatnya dan bertanya.


"Di mana Amaterasu?"


"Lakukan apapun yang kau mau tapi aku tetap tak akan mengatakannya."


Aku mendorong tubuhnya untuk menindihnya di bawah.


"Kau yakin?"


"Lakukan saja, aku siap."


"Ah, ada ruangan bawah tanah di sana, aku akan melihatnya."


Saat aku berdiri Michella memeluk kakiku.


"Hentikan jangan pergi ke sana."


"Memangnya aku akan menurut padamu."


"Lebih baik kau melakukan hal tidak senonoh denganku dibanding pergi ke sana."

__ADS_1


Memangnya apa yang dia sembunyikan di sana, aku semakin penasaran.


"Uwaah... hentikan."


Sosok sebelumnya yang kulihat darinya benar-benar telah lenyap seutuhnya, orang ini pasti orang saraf.


Aku berjalan turun lewat ruangan bawah tanah itu, saat berada di dalam aku tidak bisa mengatakan apapun lagi.


"Ah yah, kau memiliki hobi seperti itu... maaf melihatnya."


"Jangan menatapku dengan pandangan menyedihkan."


Orang ini super masokis, semua tempat ini diisi dengan ruang penyiksaan. Kursi listrik, cambuk yang bisa mencambuk dirinya sendiri dan juga beberapa tali.


"Cepat keluar dari sini."


"Aku masih belum mendapatkan apa yang kuinginkan."


Aku mengambil tali lalu mengikat tubuh Michella, bukannya merasa kesakitan dia berterima kasih padaku.


"Tolong lebih nodai diriku."


Aku tidak ingin melakukannya, lebih dari itu Michella hanya disuruh untuk menjaga tempat ini, dia bukanlah Arch Priest melainkan hanya gadis biasa yang bisa bertarung.


Saat aku bertanya di mana Arch Priest yang lain mereka sudah dibawa oleh Raja Dunia Holdan.


Arch Priest cenderung memiliki sihir yang kuat sepertinya mereka dijadikan sumber tenaga olehnya, paling tidak itulah yang dikatakan Michella.


Aku menyusuri setiap rak untuk mencari informasi tentang Amaterasu, kendati demikian tidak ada apapun di sini.


"Semua informasi sudah dihilangkan demi membangun tempat ini, jika kau ingin mengetahuinya kau harus membuatku senang."

__ADS_1


"Aku tidak ingin melakukan ini tapi apa boleh buat."


Aku mengikat tali di kaki dan tangan Michella.


"Aaah, apa yang kau lakukan padaku?"


"Aku akan menggunakan bulu unggas ini untuk menyiksamu."


"Tidak, ini berbahaya aku bisa mati lemas... tidak."


Ketiga partyku yang tadi melawan para penjaga muncul dengan tatapan ikan mati.


"Aku tidak tahu suami kita punya kebiasaan seperti ini."


"Ah, kalian salah paham."


"Aku mulai takut," tambah Akane meringis.


Akhirnya aku tahu siapa Amaterasu itu, dia adalah seorang pandai besi sekalipun penyihir terkenal yang menggabungkan senjata dengan sihir namun setelah beberapa tahun dia menciptakan sesuatu yang mengerikan.


Dia menggabungkan besi tempaannya dengan tulang berulang yang diambilnya dari iblis kemudian menjualnya secara umum, banyak orang yang menggemari pedangnya hanya saja kegelapan iblis juga merubah mereka menjadi tak terkendali.


Pada akhirnya para Arch Priest mengurungnya di sebuah penjara menara di dasar laut agar dia tidak bisa keluar lagi.


Pedang yang terkenal yang dibuatnya adalah pedang yang dimiliki oleh Akane dan aku.


Setelah menjelaskan keseluruhan ceritanya pada Michella akhirnya dia bisa sedikit mengerti.


"Jika itu yang kalian ingin lakukan, aku juga ingin membantu... tolong gunakan aku sepuas kalian."


Dia membuatnya terlihat seperti sesuatu yang aneh.

__ADS_1


__ADS_2