Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 256 : Perkumpulan


__ADS_3

Diantara rumah-rumah yang terapit dengan baik, sekitar 10 orang berkumpul di satu tempat, salah satunya wanita berambut pirang dan satu lagi pria bermantel bulu dengan masker serta sarung tangan di tangannya.


Tentu aku dengan baik memperhatikan mereka dari atas.


Saat mereka menyadarinya, mereka menatap ke arahku dan aku melambai selagi melempar emblem tengkorak ke arah wanita berambut pirang.


"Yo, kalian para tikus sedang berkumpul."


"Serang dia."


Sepuluh orang itu melompat ke arahku dan aku melarikan diri, aku ingin tahu seberapa tinggi kemampuan mereka.


Musuh dari musuh adalah teman, dan aku sedang mencoba itu. Lima orang tepat di depanku selagi mengirim pukulan dan tendangan kemudian disusul sisanya. Aku menghindari semuanya selagi membalas pukulan mereka dengan pukulan yang tidak terlalu keras hingga mereka berjatuhan ke bawah.


Di saat itu pria bermantel bulu menciptakan petir di tangannya dan melesat ke arahku, aku berusaha menghindarinya akan tetapi wanita berambut pirang telah menangkapku dari belakang.


Kemampuannya termasuk kemampuan job pencuri.


"Kena kau," teriak pria bermasker.


Sayangnya sebelum menyentuhku petirnya lebih dulu telah menghilang.


"Bagaimana bisa?"


"Cukup sampai di sana, atau kepalamu akan terpenggal loh," ucap Bellatrix yang duduk di bahu pria bermantel selagi menekan kukunya di lehernya.


"..."


"Kerja bagus Bellatrix, tapi kau terlalu menakuti mereka."


"Padahal ini seru," Bellatrix melompat menjauh sementara aku melanjutkan.


"Nona tolong menjauhlah, aku tidak tahan untuk tidak menyentuh dadamu."


"Dasar mesum."

__ADS_1


"Begini lebih baik," kataku dengan santai.


Pria itu berkata.


"Apa yang kau inginkan?"


"Kalian adalah kelompok reformasi yang masih hidup saat pembantai tiga bulan yang lalu bukan? Dan sekarang kalian sedang merekrut banyak orang untuk memulai lagi."


"Mungkinkah kau ingin bergabung dengan kami?"


"Tidak, aku akan mengambil alih pasukan kalian, mulai sekarang aku yang akan menjadi pemimpinnya."


Wanita berambut pirang mencengkeram kerahku.


"Jangan bercanda, apa kau tahu seberapa besar yang kami korbankan untuk bertahan sampai sejauh ini."


Dengan wajah polos aku menyentuh dada yang berlimpah itu dan beberapa kali memainkannya.


Tingkat kekenyalannya berbeda.


"Karena aku tahu maka aku menjanjikan kekuatan untuk kalian."


"Apa yang bisa kau lakukan?" tanya si pria bermantel dan aku menunjuk ke atas langit hingga semua orang terperangah.


Sekitar 10 km dari permukaan tanah, sebuah meteor raksasa dengan api membara dijatuhkan dengan kecepatan luar biasa.


"Kau berlebihan Kazuya."


"Ini belum apa-apa."


Meteor melesat di atas kami lalu menghantam rumah bangsawan hingga memusnahkannya dalam ledakan.


"Sebenarnya kau siapa?"


"Hanya pria yang kebetulan lewat, kalian bisa memanggilku Kazuya."

__ADS_1


Mereka juga memperkenalkan diri, pria bermantel bernama Dion sementara si wanita berambut pirang bernama Dyane.


Mereka bersaudara.


Di dalam ruangan bawah tanah aku mulai mengambil informasi yang mereka semua kumpulkan, demi mengurangi anggaran pengiriman orang-orang dari ibukota memasukan racun ke dalam makanan yang dikirimkan ke setiap panti asuhan di kerajaan ini meskipun mereka sudah lebih dulu merubahnya dari setiap hari menjadi tiga hari sekali.


Saat aku bertanya apa raja mengetahuinya mereka semua menggelengkan kepala, semua ini adalah rencana pendana menteri, raja telah meninggal, istri dan anaknya dikurung di penjara bawah tanah.


Tentu hal ini disembunyikan dari publik.


"Dengan kata lain, semua orang di kerajaan adalah musuh kita."


"Lalu apa yang akan kau lakukan?"


"Aku tidak berniat mengampuni mereka, kita akan membunuh mereka sebagai pengkhianat negara. Di masa lalu aku akan langsung membunuh mereka begitu saja tapi sekarang berbeda, karena ada kesempatan merubah kerajaan ini dari dalam maka harapan belum sepenuhnya menghilang."


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan," bantah Bellatrix.


Inilah gunanya mengumpulkan informasi dari semua sudut pandang, aku bisa memutuskan jalan seperti apa yang akan kuambil ke depannya.


Dion tersenyum.


"Hey, katakan apa maksudnya?" tanya Dyane yang dijawab oleh kakaknya.


"Dia ingin menyelamatkan ratu dan putrinya dari kerajaan dan meminta mereka membuat pengumuman soal pengkhianat, sementara kita akan membunuh semua orang yang terlibat di tempat sebagai titah dari ratu."


"Kau pasti sudah terbiasa berperang?"


Aku menjawab pertanyaan Dyane dengan anggukan kecil sebelum beralih ke arah Bellatrix.


"Aku serahkan padamu untuk menyelamatkan mereka."


"Baiklah."


"Pastikan untuk tidak membunuh siapapun."

__ADS_1


"Aku akan berhati-hati soal itu."


__ADS_2