Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 275 : Desa Elf


__ADS_3

Setelah cukup lama bermain dengan kuda Pegasus, aku mengendong Seri di bahuku sementara Selly berjalan di sampingku.


Tempat tujuan kami selanjutnya berada di luar desa yang dipenuhi bunga-bunga indah.


"Ini semua?" tanya Selly.


"Mereka semua tanaman yang disebut bunga pemalu."


"Padahal mereka semua satu jenis tapi memiliki bunga yang berbeda satu sama lain."


Mungkin itulah keunikan dari tanaman ini.


"Kau mau turun sekarang Seri."


"Iya, aku ingin menyentuh bunga tersebut."


Aku melakukan apa yang diinginkannya saat Seri menyentuhnya, bunga itu kemudian layu ke bawah.


"Apa dia mati?"


"Tidak, mereka seperti itu... jika merasakan getaran atau sentuhan mereka akan pura-pura layu."


"Pura-pura? Jika aku memetiknya, apa tidak masalah papa?'


"Tidak masalah, lagipula bunganya akan tumbuh lagi dalam waktu singkat."


"Kalau begitu aku ingin membawakan banyak pada yang lainnya di masion."


"Biar mama bantu."

__ADS_1


"Papa juga."


Kami merangkai banyak bunga untuk dibawa pulang, dan beberapa lagi kubuat seperti sebuah mahkota yang kuletakkan di kepala Seri.


Dia terlihat sangat imut.


Aku memutuskan untuk membuat satu juga untuk Selly, sebelum akhirnya menyimpan semua karangan bunga yang kami buat di dalam item penyimpananku yang akan dibagikan nanti di masion.


Setelah sore tiba kami semua pergi ke kediaman kepala desa, di sini ia tinggal bersama istri serta dua anaknya yang masih kecil.


Di atas meja beberapa makanan telah disajikan untuk kami.


"Semuanya menggunakan bahan segar yang ada di desa, makanlah yang banyak."


"Baik," balas Seri senang ke arah istri kepala desa.


Semuanya jelas tersaji dengan sempurna, setelah kau memakannya, kau akan lupa untuk berhenti.


Itu adalah pagi biasanya di mana sebuah suara ketukan palu saling menyahut satu sama lain menciptakan harmoni dari sebuah musik tertentu.


Selagi dipandu oleh Lolia aku mengunjungi desa elf yang telah selesai dibangun, lagipula jumlahnya tidak terlalu banyak.


Mereka adalah elf-elf yang kubawa dari dataran tinggi Utara dimana pemimpi mereka adalah Neffiel akan menjadi kepala desa di sini, dia setengah elf dengan rambut hitam.


"Kalau begitu aku akan mengecek desa lainnya dulu dan mengirim pekerja dari sini untuk membantu."


"Nanti aku akan menyusul."


"Iya."

__ADS_1


Aku mengangguk mengiyakan lalu pergi ke rumah yang semuanya terbuat dari kayu atau sejujurnya semua rumah di sini dibangun menyerupai pohon pada umumnya di mana bagian atasnya bercabang serta tumbuh tanaman hijau yang merambat


Mereka benar-benar membuatnya tidak terlihat seperti rumah, hanya ada jendela dan pintu saja yang akan membantu orang-orang mengenali bahwa itu adalah rumah.


Posisi rumah dibangun secara melingkar menghadap pohon besar di tengahnya sesuai permintaan para elf.


Aku mencari keberadaan rumah Neffiel dan akhirnya kutemukan setelah membaca nama yang digantung di depan pintu. Aku mengetuk pintu pelan sampai pintu terbuka menampilkan Neffiel dengan balutan gaun terusan yang sedikit terbuka.


Elf benar-benar ras paling cantik, mereka terlihat memiliki banyak kesempurnaan... hal itu juga yang kulihat pada istriku, Aerith.


"Tuan Kazuya, silahkan masuk... aku akan membuatkan teh untuk Anda."


Aku masih menimbang-nimbang akan masuk ke dalam atau di luar saja hingga ekpresi Neffiel terlihat jahil.


"Tuan Kazuya tidak seperti dulu, biasanya Anda akan masuk tanpa disuruh dan membiarkan jiwa Anda menjadi liar."


"Apanya yang liar?" teriakku.


"Masuklah meski Anda kehilangan kendali, aku akan menerimanya sepenuh hati."


Tanganku ditarik olehnya dan aku dibiarkan duduk di ruangan tengah sementara Neffiel menyeduh teh untukku sebelum menatapku selagi mendesah pelan.


"Karena sudah lama tidak bertemu, kupikir Tuan Beaufort, bukan... Tuan Kazuya melupakanku... namun tiba-tiba saja datang berkunjung dan meminta kami pindah kemari."


"Yah, kau tahu... aku benar-benar sangat sibuk dan baru bisa menghubungimu belakangan ini... soal meminta kalian pindah, sepertinya aku terlalu egois."


"Sebenarnya kami juga tidak keberatan, soalnya di sana kini tidak aman."


"Tidak aman?" aku memiringkan kepalaku bertanya-tanya, seolah mengetahui apa yang kupikirkan Neffiel balik bertanya.

__ADS_1


"Apa tuan pernah mendengar soal Pemburu Elf?"


__ADS_2