
Kota Imperal adalah sebuah kota yang lekat dengan keagamaan di mana di sini setiap pengikut empat Dewi bisa hidup rukun satu sama lain.
Sekitar 2.000 orang lebih hidup di dalamnya dengan mata pencaharian pedagang maupun petani namun sesungguhnya hampir 80% di dalamnya adalah pendeta wanita.
Jika kau pergi ke alun-alun kota, kau bisa menemukan empat patung Dewi yang dibuat menyerupai aslinya, bagiku yang paling imut untuk di lihat adalah patung Hecate.
Bukannya aku lolicon atau penyuka gadis kecil hanya saja dia benar-benar imut, beberapa burung hinggap di atas kepalanya.
Tidak ada hujan ataupun awan mendung tiba-tiba saja petir dijatuhkan hingga seluruh burung itu menjadi burung panggang, kurasa Hecate benar-benar melindungi patungnya.
Cleo yang ikut bersamaku memungut daging burung tersebut lalu memakannya selagi menunjukan jempol ke arahku.
"Jangan makan sesuatu yang jatuh ke bawah," teriakku demikian dan Cleo menulis sesuatu di papan.
(Belum 1 jam)
(Rasanya enak, mau?)
Dia akan makan apapun sebelum satu jam di tanah.
Aku hanya mendesah pelan, kedatangan kami semata-mata karena permintaan dari keempat Arch Priest di tempat ini, belakangan ini ada sebuah kejadian di mana sekelompok orang mencuri pakaian dalam dari seluruh wanita di kota ini.
__ADS_1
Sungguh.
Kejahatan yang luar biasa.
Maksudku, kejahatan yang bikin iri.
Tanpa sadar aku mengangkat tanganku dengan tinju semangat sebelum Cleo menulis kembali.
(Lebih baik kita ledakan saja kota ini)
"Kau masih marah karena diusir dari kota ini."
(Tidak juga)
"Untuk sekarang mari temui mereka."
Di depan ruangan luas yang diisi pilar-pilar tinggi keempat Arch Priest duduk selagi melipat kaki mereka.
Wajah mereka tertutup dengan tudung, memastikan tidak akan ada seseorang yang melihat mereka.
Walau sudah tahu, aku akan memperkenalkan kembali.
__ADS_1
Pertama ada Elbina yang merupakan pengikut Dewi Ristal, dibalik penutup wajahnya dia memiliki rambut merah cantik dengan hiasan kepangan di kiri kanannya, kepribadiannya tidak jauh dari Ristal hanya saja dia terkadang lebih pemalu dari yang diduga.
Kedua ada Catrine dari pengikut Dewi Ariel, Ia memiliki rambut pirang sebahu serta kepribadian riang yang berbeda jauh dari Dewi yang disembahnya, meski begitu dia orang baik yang selalu menyebarkan kegembiraan.
Ketiga ada Revia dari pengikut Dewi Hecate, berbeda dengan Dewi yang disembahnya yang seperti anak kecil, dia merupakan sosok Onee-san yang lembut dan penyayang jika kau mencoba mendengarkan suaranya kau akan selalu berpikir dia sedang menggodamu, ia memiliki rambut ungu berkilauan.
Dan terakhir ada Luxia dari pengikut Dewi Amnesia, dia selalu membawa senapan di tangannya dan yang paling mencolok darinya, ia memiliki rambut perak yang memukau, sementara kepribadiannya sedikit misterius.
Elbina berkata ke arahku sebagai perwakilan.
"Terima kasih sudah mau datang kemari, dan juga maaf karena selalu merepotkanmu."
"Jangan khawatir, kalian sudah melindungi para vampir yang hidup di desaku, jika begini bukan hal sulit," balasku ringan sebelum mengangkat tanganku.
"Sebelumnya aku sudah membaca masalah yang terjadi, tapi ngomong-ngomong apa kalian berempat mengenakan pakaian dalam sekarang?"
Mereka berempat mengalihkan pandangan ke samping selagi berdeham sekali.
(Pasti tidak pakai) tulis Cleo.
"Jangan menanyakan hal tidak penting, ini memalukan...kau tahu rasanya dingin saat angin berhembus."
__ADS_1
Kurasa Elbina tidak seharusnya mengatakan hal apapun soal keadaannya.