Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 344 : Dalam Perjalanan


__ADS_3

Aku dibawa menggunakan sebuah kereta yang dibuat secara khusus dengan ruang tertutup hingga suaraku tidak akan bisa mencapai siapapun dari balik kereta.


Aku sudah mengatakan pada pelayanku untuk tidak berbuat apapun saat terjadi sesuatu seperti ini, di depanku Valesta terus mengawasiku selagi menyilangkan kakinya.


"Bukannya kau terlalu ceroboh menempatkan dirimu bersama tahanan."


"Borgol yang menahanmu dibuat khusus hingga tidak akan mungkin bisa kau lepaskan, lagipula aku memiliki hobi... apa kau tahu alasan kenapa tempat ini bisa menahan suara seorang hingga tak terdengar keluar?"


"Hanya satu alasannya.. sebelum mereka sampai ke tempat tujuan, kau menyiksanya."


"Tepat sekali, sekarang aku juga akan melakukan hal sama."


Valesta mengambil sebuah cambuk dari sihir penyimpanannya.


"Sekarang berteriaklah untukku."


"Bukan aku, tapi kau yang akan berteriak."


Aku mengaktifkan skill mata jahatku dimana mataku berubah menjadi pola bentuk hati, bersamaan itu cambuk yang dia pegang dijatuhkan begitu saja sementara dia terhuyung ke belakang.


"Apa ini, rasanya sangat nikmat..."


Nafasnya mulai tersengal-senggal.


"Rasanya seperti seorang menggerayangiku, Hnnnnn.. tolong hentikan, ini memalukan kyaaaa."

__ADS_1


Valesta membuka pahanya.


Sudah dipastikan dia tidak bisa menikah, ucapku dalam hati selagi mengangguk-anggukan kepalaku.


Setelah beberapa menit aku menghilangkan efek skillku hingga Valesta mencengkeram kerah bajuku kembali.


"Apapun yang terjadi jangan sampai mengatakannya pada siapapun."


"Aku hanya merekamnya dalam pikiranku."


Valesta mendorong tubuhku ke belakang sementara dia mulai merapihkan pakaiannya.


"Jadi kemana kita akan pergi?"


"Ke penjara Tartarus. Tidak ada persidangan untukmu, kami semua berniat langsung menjebloskanmu ke penjara sebagai hukuman."


Aku tidak tahu siapa yang melaporkanku ke dewan penyihir, akan tetapi siapapun itu dia sudah tahu masa laluku dari awal. Itu menandakan bahwa orang yang berusaha mengincarku seorang yang hidup sejak lama atau mungkin abadi.


Pertama mari bahas soal dewan penyihir.


Dewan penyihir adalah sebuah organisasi yang didirikan 10 tahun yang lalu yang mana bertujuan untuk mengawasi jalannya berbagai guild di dunia ini. Terkadang orang-orang menggunakan sihir demi kejahatan karena itulah dewan ini dibuat untuk mengatasinya.


Ada delapan pemimpin yang berkuasa di sana dan masing-masing dari mereka disebut Sage.


Sage berbeda dengan pahlawan, eksistensi mereka lebih tinggi dari mereka. Terlebih sihir yang mereka gunakan berada di tingkat berbeda.

__ADS_1


Semua orang mengatakannya sebagai 'Sihir Dewa' sihir itu mampu membunuh ratusan orang meski begitu mereka jarang terlibat urusan lain seperti mengalahkan raja iblis atau lainnya.


Itu jelas membuatku kesal, kalau mereka memiliki kekuatan seperti itu harusnya mereka mengalahkan raja iblis sejak lama sehingga aku bisa menjalani hidupku dengan santai.


Valesta memicingkan matanya menatap ke arahku.


"Apa yang sedang kau pikirkan?"


"Aku berfikir untuk menghancurkan dewan penyihir.. bagiku keberadaan kalian tidak terlalu berguna."


Valesta mengirim kakinya di wajahku.


Walau roknya terbuka aku sudah melihat semuanya jadi itu tidak menarik lagi.


"Kau pikir kau siapa berani mengatakan itu? Aku jamin bahkan kau tidak akan bisa keluar dari Tartarus, di sana adalah tempat terburuk yang bisa kau bayangkan."


"Begitukah."


Dia menarik kembali kakinya.


"Biarlah, kau bisa bicara semaumu sebelum tiba di sana."


"Seharusnya kau tidak perlu menginjak wajahku sejak awal."


"Aku menyukainya, jika bukan karena kemampuanmu aku sudah dari tadi memberikan berbagai penyiksaan. Melihat orang lain menderita sangatlah nikmat, darah mereka dan jeritan mereka... aku sangat bergairah."

__ADS_1


Dia mengatakannya dengan mata mengkilap.


Gawat, orang ini jelas berbahaya.


__ADS_2