Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 85 : Rubah Betina


__ADS_3

Rasanya sudah sejak lama aku menikmati tehku di halaman pekarangan masionku, saat para malaikat....


"Tunggu sebentar, kenapa masionku sudah ada di sana?"


Nermia yang berdiri di sampingku dengan senang menjelaskan.


"Sebenarnya kami mengambilnya dari seorang bangsawan viscount di kerajaan ini, aku yakin dia pasti kebingungan sekarang."


"Bagaimana jika dia datang kemari?"


"Jangan khawatir tuan, saat dia datang kami akan pura-pura tidak tahu atau hilang ingatan."


Mereka benar-benar kurang ajar bukan?


Tanpa memikirkan apapun lagi aku kembali menyeruput tehku dalam diam sampai keributan terdengar dari depanku.


"Kembalikan, itu bra punyaku."


"Kalau mau ambillah."


"Benar, ambillah."


Seperti biasa Selly dan Sella mengganggu Marina, sebelumnya dia adalah komandan pasukan raja iblis tapi sekarang sudah berubah menjadi pelayanku, dunia ini memang terasa aneh apalagi ditambah dengan keberadaan mereka.


Marina tidak berusaha mengambil bra miliknya dari tangan Selly melainkan malah melucuti pakaian Sella, setelah dia berhasil dia membawa pakaian itu masuk ke dalam.


"Akan kubakar."


"Tunggu itu pakaian kesukaan tuan."


"Jangan libatkan aku," mereka tidak mendengarku dan saling mengejar kembali.

__ADS_1


Setelahnya aku tidak berkata apapun lagi, walau kelakuan mereka tidak ada akhlak paling tidak mereka akrab satu sama lain. Untuk Hesna dan Riel keduanya sedang berbelanja di kota, mereka akan datang sebentar lagi.


Bertepatan saat Nermia masuk ke dalam masion seseorang muncul di depan wajahku, dia bukanlah salah satu pelayanku melainkan seorang wanita asing yang mengenakan gaun eropa putih dengan topi serta membawa kipas di tangannya. rambutnya berwarna pirang yang mana warna itulah yang paling banyak di dunia ini.


"Ara, sepertinya kau telah mengambil masionku?"


"Masion apa maksudnya?"


"Jangan pura-pura bodoh. Maksudku kediaman yang ada di belakangmu itu?"


Aku mengikuti arah yang ditunjuknya dan kulihat para pelayanku sedang bersembunyi di sana.


"Aku hilang ingatan?" kataku selagi memegangi kepala.


Aku menggunakan teknik yang disiapkan oleh Nermia tapi saat aku berfikir itu akan berhasil, wanita yang tidak aku tahu namanya itu duduk di pangkuanku selagi mengelus-ngelus dadaku.


"Mentang-mentang aku tinggal sendirian kau berani juga mengambil rumahku, namaku Rusina Helbet, aku cukup kuat untuk membunuh seseorang loh."


"Bisakah kau melepaskanku, tangan kananku telah hilang dan aku kesulitan untuk bertarung."


"Heh begitukah."


"Kalau mau, aku akan mengembalikan masionmu lagi," bertepatan saat aku mengatakan itu ujung bibir yang lembut menyentuh pipiku, aku bahkan tidak bisa berpikir apapun, kepalaku kosong bahkan tanganku langsung membatu.


Aku dicium.


"Jangan khawatir, aku tidak mempermasalahkan hal itu lagi... karena rumah ini ada di sini, maka mulai sekarang aku juga akan tinggal di sini, bukan begitu."


Orang ini sangat berbahaya.


Ketika aku berfikir hal ini tidak akan bertambah buruk, badai lebih dulu menerjangku, bertepatan dengan adegan erotis ini terjadi Felisa yang entah kenapa telah muncul di sini juga.

__ADS_1


"Tuan Kazuya, apa yang sedang kau lakukan?"


"Aku tidak bisa bergerak."


"Sudah kuduga."


Para pelayan yang sebelumnya bersembunyi di rumah kini bersembunyi di belakang Felisa.


"Tuan putri kah?"


"Lebih baik hentikan kemampuan itu nona Rusina, kau menggunakan kemampuan mata jahatmu bukan."


"Ketahuan kah."


Itu menjelaskan kenapa mata birunya bersinar.


"Karena inilah semua orang takut denganmu."


"Apa boleh buat, orang ini mencuri masionku, aku hanya ingin mengambil keperjakaannya sebagai bayaran."


"Aku tahu kau tidak terlalu populer di kalangan pria tapi tuan Kazuya adalah tunanganku terlebih orang di belakangku juga calon istrinya karena itu sudah tidak ada ruang untukmu."


"Heh, kau pria serakah juga, menarik."


Sebenarnya orang ini datang untuk apa?


Beberapa saat Rusina berdiri aku akhirnya bisa menggerakkan tubuhku kembali. Felisa mencoba mengusirnya namun dia malah masuk ke dalam masion.


Aku ingin mengusirnya juga akan tetapi masion ini memang miliknya dan aku tidak tahu harus mengatakan apa.


"Dasar rubah betina, setelah tertarik pada seseorang dia sangat sulit dikendalikan," untuk pertama kalinya Felisa mengumpat orang lain.

__ADS_1


__ADS_2