Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 407 : Di Padang Gurun


__ADS_3

Ini adalah pusat desa di mana pengerjaan pembangunan akademi sedang dilakukan oleh Lolia sementara kebun binatang oleh Ronald sementara untuk kanal dan jembatan yang berada di luarnya akan dikerjakan oleh Keyla dan Lemy.


Pembagian pekerjaannya sudah beres, Fate, Arisa, Isabel dan juga Ardina juga turut membantu, mereka akan memasak makanan untuk semua orang.


Ardina bukan pelayanku, dia adalah ibu Neffiel yang berasal dari ras Elf.... meski begitu dia selalu ingin membantu.


Sekarang yang harus kulakukan adalah berburu makanan bersama party Zeper yang terdiri dari Lusy, Suhen dan juga Virda.


Bahan makanan di desa memang sangat berlimpah, akan tetapi sesekali kami ingin memakan bahan yang sulit di dapat di desa ini, contohnya sebuah daging burung unta di gurun pasir.


Katanya di sana jumlahnya sangatlah banyak hingga kadang mereka membunuh para pedagang yang melintas lalu menjarah makanan mereka.


Aku menggunakan sihir teleportasi dan muncul di sebuah batu besar bersama mereka. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah kami semua dengan debu yang cukup menggangu.


"Gurun pasir menyebalkan," ucap Lusy yang mana dengan sigap memosisikan diri berlutut selagi bersiaga dengan busur.


Suhen selalu membawa perisai besar akan tetapi sayangnya sekarang senjatanya tidak dibutuhkan dan harus diganti dengan sebuah busur.


Yang jelas semuanya menggunakan senjata yang sama.

__ADS_1


"Kita hanya harus menunggu burung unta itu lewat, baru kita akan memanah mereka."


"Bukannya itu berbahaya Haru, saat kita mengenai target... mereka akan langsung berlari ke arah kita."


"Sekeliling kita adalah pasir hisap, saat mereka mendekat, mereka akan langsung terjebak dan kita akan menghabisinya dengan panah, aku akan menarik semua buruan dengan tali sihir jadi kalian fokus saja menembak."


"Kau sudah memikirkannya sejauh itu, baiklah.. aku cukup ahli menembak."


"Aku tidak yakin itu," potong Lusy selagi mengerenyitkan alisnya.


Beberapa saat kemudian kumpulan burung unta terlihat, mereka berlari dengan kecepatan tinggi selagi berkelompok, aku yakin jumlahnya sekitar 1000 ekor.


Satu panah dilesatkan yang mana mampu menembus jantungnya, bersamaan itu yang lainnya juga melakukan hal sama hingga satu persatu burung unta berjatuhan.


Karena tidak ada apapun untuk menghalangi, mereka dengan mudah menemukan kami dan langsung berlari secara serempak.


"Mereka sangat banyak," teriak Lusy dan Suhen mengangguk. Untuk Zeper dan Virda, keduanya terus menembakan panahnya dalam waktu cepat meskipun keakuratannya lebih baik ditunjukkan Virda. Setiap burung unta yang jatuh akan dijerat oleh tali yang keluar dari lingkaran sihirku lalu menariknya masuk ke dalam.


Aku melesatkan panah lagi, dan sekitar lima ekor berhasil kujatuhkan. Para burung unta yang geram mulai melompat ke arah kami, tentu saja tubuh mereka terhisap pasir.

__ADS_1


Hanya saja.


"Tuan Kazuya."


"Terus tembak saja."


"Baik."


Aku mengganti busurku dengan pedang lalu melesat ke arah mereka dengan sihir mengambang, para unta ini menggunakan tubuh rekannya yang telah gugur sebagai pijakan. Mereka tepat melompat di atas kepalaku.


Aku menebas mereka dengan mudah pastinya.


Tali-tali muncul dari lingkaran sihirku lalu menyeretnya secara bersamaan.


"Mereka benar-benar keras kepala," teriak Zeper lalu disusul Lusy.


"Tapi bagus kan, semakin mereka keras kepala maka hasil buruan yang kita dapat semakin banyak."


"Um...Um," Suhen hanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


Setelah cukup lama akhirnya para burung unta menyerah hingga sisanya melarikan diri.


__ADS_2