Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 284 : Putaran


__ADS_3

Di luar desa, Lusy mengambil gerakan cepat agar bisa berdiri di belakang Virda, dengan tatapan mengkilap dia mengambil di dada Virda lalu menggeprenya.


"Kenapa punyamu bisa sebesar ini tapi tubuhmu malah mungil?"


"Hentikan... ahn... ahn... hentikan kyaaa."


Jika harus disalahkan ini semua karena kepala desa mesum yang tidak punya akhlak, dan pria yang sepantasnya dicap sebagai musuh umat wanita di seluruh dunia.


Zeper mengkarate kepala Lusy hingga ia berjongkok selagi memegangi kepalanya.


"Sakit, kenapa kau memukulku?"


"Pendeta mana yang suka menggrepe dada orang lain."


"Aku hanya penasaran saja," kata Lusy mengerucutkan bibirnya.


Sementara itu Suhen mengawasi keadaan, mereka telah tiba di desa ini lima menit yang lalu dengan menggunakan sihir teleportasi.


Semua pepohonan di desa ini telah habis dan orang-orang tampak kebingungan hingga mereka berkumpul di sekeliling Zeper mengutarakan keluhannya.


"Kami dikirim oleh raja Kazuya untuk mengatasi wabah ini," ucap Zeper kemudian beralih ke arah Lusy yang mengangguk pelan sebelum mengeluarkan berbagai makanan dari sihir penyimpanannya.


"Untuk sekarang tolong bagikan semuanya secara merata."


"Baik."

__ADS_1


Ini adalah desa kelima yang mereka kunjungi dan ada satu desa lagi di depan yang akan dikunjungi para belalang, setelah membagikan makanan, mereka berpindah ke desa tersebut, semuanya memang belum terlambat meski begitu situasinya sangat khawatir.


Wabah belalang sama dengan wabah kelaparan di mana tidak ada makanan yang mereka bisa makan.


Zeper menjelaskan kedatangan mereka hingga secercah harapan muncul di mata para penduduk, belalang adalah makhluk yang beraktivitas di siang hari karenanya kelompok Zeper bisa bersantai semalam ini.


Menggunakan kamar yang disediakan penduduk desa, Zeper berbaring di ranjangnya sementara di ranjang sebelah ada Suhen yang sedang membersihkan perisainya dengan hati-hati.


"Apa kau yakin membiarkan Virda di kelompok kita, dia terlihat sangat kuat... mungkin dia akan lebih baik bersama kelompok yang bagus."


"Ini sudah keputusan Haru, aku tidak berniat menolak permintaannya."


"Benar juga, kau dari dulu seperti itu.. apa terjadi sesuatu saat pertama kali kau bertemu dengannya?"


"Seperti yang aku katakan, dia itu pahlawan, kau masih ingat saat bagaimana kita diselamatkan olehnya."


"Saat itu aku bilang bahwa aku akan membantunya apapun yang dia inginkan."


"Itu mengingatkanku banyak hal," balas Suhen.


Saat pertama kali Beaufort Reymond hidup sebagai Kazuya Haru di dunia ini, dia adalah orang lemah yang memiliki skill aneh dari kebanyakan orang bisa miliki.


Dia mendaftarkan dirinya ke guild dan semua orang tertawa saat mendengar bahwa dia seorang pahlawan.


"Tidak ada pahlawan yang hidup di kota awal, kau harus pergi ke ibukota atau tempat berbahaya sana."

__ADS_1


"Pahlawan sepertimu akan mati hanya tiga detik saat berhadapan dengan goblin."


"Itu benar."


"Terserahlah kalian mau bilang apa, lagipula aku tidak perlu pengakuan dari siapapun, lebih dari itu, nona apa kau mau jalan denganku?"


"Maafkan aku, tapi aku harus menolaknya."


Kazuya hanya menjatuhkan bahunya lemas sebelum berjalan ke papan iklan untuk mencari quest yang cocok yang bisa diambilnya.


Baginya semuanya terlihat sangat sulit, terlebih tidak ada yang bisa dilakukan jika dia hanya player solo.


"Yo."


Tiga orang yang tidak dikenalnya mendekat dengan tatapan bersahabat.


"Siapa kalian?"


"Benar juga, namaku Zeper aku job pencuri... dia Lusy job pendeta dan Suhen job Guard, apa kau sudah menemukan pekerjaan yang kau mau?"


"Masih belum, aku sedang menimbang-nimbangnya dulu, kupikir aku akan sedikit menaikan levelku di luar kota."


"Ah itu ide bagus, apa kau butuh bantuan kami?"


"Kurasa tidak, tapi terima kasih sudah menawarkan diri... kupikir kalian akan menertawaiku."

__ADS_1


"Kami juga petualang peringkat bawah, aku tidak mungkin melakukan hal itu, perkataan mereka tak perlu didengarkan... mereka hanya orang-orang frustasi yang tidak bisa menaikan level lagi sebelum pergi ke kota lebih besar."


"Dengan kata lain orang-orang ini hanya pengecut yang hanya ingin tinggal aman di kota pemula," gumam Kazuya di dalam hati, sampai akhirnya dia memutuskan untuk berjalan keluar dari guild.


__ADS_2