Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 359 : Buaya Raksasa


__ADS_3

Gandaria adalah sebuah wilayah es di mana hanya warna putih saja yang bisa kita lihat sepanjang mata, salju hampir turun setiap harinya walaupun intensitasnya sendiri tidak lebat.


Seperti informasi yang kudapat di pelabuhan Eternal, seluruh kawasan ini dikelilingi oleh para monster.


"Music Started," bersamaan nyanyian Mamisa, dipimpin oleh Scarlet seluruh petualang turun ke laut di mana seluruh permukaannya telah aku bekukan. Beberapa orang ahli memanah di tempatkan di sekeliling kapal untuk membantu maupun menjaga Mamisa bersama para Siren.


Aku berkata ke arah Valesta yang telah merubah wujudnya dengan sihir dewa.


"Aku akan mencari tahu kenapa para monster ini pindah ke perairan ini."


"Aku mengerti."


Aku menggunakan sihir terbang lalu melesat ke atas langit, berbeda saat melawan Scroll semua monster ini hanya memiliki level di bawah 50 karena itu, semua orang masih bisa mengatasinya.


Aku menembus beberapa awan salju dan menemukan titik abnormal melalui sistem pencarian.


[Terdeteksi sihir dalam jumlah besar]


"Jadi di sana."

__ADS_1


Aku melayang di tengah laut tepatnya di atas sebuah bola raksasa yang berada di dalam air atau sesungguhnya itu merupakan bola es yang sepertinya terbawa arus dari tempat yang jauh.


Di dalam bola itu ada seekor makhluk yang mengerikan, wujudnya seperti buaya dengan ukuran sangat besar yaitu sepanjang 30 meter dengan kulit berjeruji layaknya seekor naga.


"Bagaimana hewan seperti itu terperangkap di tempat seperti ini, dan juga dia memiliki energi sihir sebesar itu? Sepertinya aku tidak perlu memikirkannya.


Bola itu mulai retak kemudian mahkluk tersebut berenang ke dasar laut, jika kubiarkan makhluk ini suatu saat akan memangsa manusia dengan jumlah besar.


Aku mengulurkan tanganku dan berkata.


"Sistem Administrator.... Benteng Besi."


Aku menjentikkan jariku untuk memunculkan sebuah meteor raksasa dari langit, ketika jatuh itu menghasilkan dentungan yang memekakkan telinga bersamaan air yang menguap ke udara.


"Sepertinya satu masih belum cukup, bagaimana jika lima sekaligus."


Aku hanya berdiri selagi merasakan angin berhembus mengibarkan rambut serta mantelku, tak lama lima meteor berjatuhan secara bersamaan, air yang terkurung dalam benteng yang kubuat mulai menguap seutuhnya dan hanya menyisakan tanah gersang.


Aku turun ke bawah dengan pelan selagi menyaksikan buaya itu berlari ke arahku, kurasa makhluk ini paling ditakuti oleh semua makhluk di lautan, aku yakin bahkan Kraken juga akan lari terbirit-birit saat melihat rahangnya.

__ADS_1


Buaya cenderung makhluk berdarah dingin karenanya dia lebih menghindari udara dingin.


Dengan mengasumsikan hal itu maka seluruh monster lautan akan pergi ke wilayah dingin sehingga Gandaria menjadi pilihan mereka.


Aku mengarahkan tanganku menciptakan lingkaran sihir raksasa di mana jarakku dengan monster tersebut hanya 20 meter.


Sepuluh meter.


"Hell Fire."


Bwwwwwwwaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh.


Api hitam membakar seluruh sosoknya dalam sekejap, ketika dia mencapai kakiku seluruh tubuhnya telah berubah menjadi tengkorak.


Seharusnya aku tidak menggunakan sihir api, jika begini aku tidak bisa menjualnya, ketika aku hendak pergi aku melihat sebuah bola raksasa berwarna-warni di bagian rangka perutnya.


Aku berjalan untuk mengambilnya, ukurannya sama persis sebesar bola basket, sepertinya ini bola sihir.


Kurasa makhluk ini tanpa sengaja menelannya hingga tanpa ia sadari bola ini terus menghisap mana dari manusia yang dia makan.

__ADS_1


Pantas saja energi sihirnya sangat kuat, untuk sekarang aku akan menyimpannya saja dan mengembalikan area ini sedia kala.


__ADS_2