
Aku memasang wajah bermasalah saat sekumpulan penduduk berdiri di depanku, ini adalah desa yang dihuni khusus untuk para vampir.
Dorothy yang berada di atasku mengeong beberapa kali.
Entah sejak kapan aku bisa berbahasa kucing, dia sedang berniat untuk menguasai desa ini dengan keimutannya, syukurlah tidak ada yang mengerti dengan bahasanya selain diriku.
Yang ingin kubahas bukan soal itu melainkan soal yang lain.
"Katharina?"
Mendengar panggilanku dia berlutut di depanku dengan kening menyentuh tanah.
"Sudah kubilang menjadikan seseorang menjadi vampir dilarang."
"Meskipun begitu, aku tidak mungkin tinggal di desa dengan penduduk sedikit tapi mereka bilang mau juga."
Aku menarik wajahnya.
"Sakit-sakit, tak hanya dengan meminum darahmu kalian bisa menambah populasi dengan hubungan intim seperti manusia."
"Yah, tahapannya sangat lama."
Kepalaku pusing.
"Untuk ke depannya jika melakukannya lagi akan kugantung di tengah laut."
Katharina memekik takut sebelum berlinang air mata sementara Dorothy berkata.
__ADS_1
"Meong, meong, meong."
"Apa yang dia katakan?"
"Katanya dibanding digantung biar aku saja yang memakanmu."
"Dasar kucing iblis," teriak Katharina.
Kurasa itu hanya candaan Dorothy saja, dia tidak benar-benar ingin memakan seseorang apalagi jika orang itu sepanjang hari telanjang tanpa tahu malu.
Aku mendesah pelan lalu mengumpulkan pria dari ras vampir, semuanya sekitar 12 orang.
"Selain berternak ayam, kalian akan berternak sapi juga karena itu aku meminta kalian membuat kandangnya seperti apa yang kugambar di dalam kertas ini."
Mereka bergiliran melihat apa yang kutunjukan sebelum akhirnya mereka mengacungkan jempol selagi mengangguk senang.
"Hm... hm..."
Ketika mereka disibukkan dengan pekerjaan, aku mengajak Katharina dan Dorothy mengunjungi desa yang menternakan sapi, aku meminjamkan mantelku untuk menutupi tubuh Katharina.
Walau dia merasa tidak nyaman aku memintanya untuk menahannya sebentar saja sebelum akhirnya menghilang dengan sihir teleportasi. Tepat di desa itu ada sebuah peternakan sapi perah yang cukup luas, sebelumnya aku sudah mengobrol bahwa aku akan membeli beberapa sapinya.
"Tuan Kazuya. Anda datang hari ini?"
"Seperti yang kukatakan aku ingin membeli beberapa sapimu."
"Tentu saja, silahkan melihat-lihat dulu."
__ADS_1
Di dalam kandang itu, beberapa pekerja tampak sedang memerah sapi, Katharina dan Dorothy melakukan hal sama hanya saja mereka meminumnya secara langsung.
"Segar sekali."
"Meong."
"Oi, jangan meminumnya langsung," kataku demikian sebelum mengalihkan pandangan ke arah pemiliknya.
"Aku butuh sapi berkualitas baik dan sangat sehat, untuk harganya aku akan membayarnya berapapun saja."
"Be-be-berapapun?"
"Tentu saja."
"Jika begitu silahkan ikut saya, kami memiliki sapi dengan tubuh dua kali lipat dari biasanya."
Aku tertarik dengan itu.
Seperti yang dia ucapkan mereka benar-benar besar, aku menunjuk sekitar 20 ekor yang akan dibawa ke desa.
"Ngomong-ngomong tuan Kazuya, soal keju.. apa benar susu bisa diolah menjadi sesuatu yang berbeda?"
"Tentu saja, aku akan mulai dengan di desaku, jika berjalan lancar, aku akan memberikannya informasi cara membuatnya."
"Aku sangat berterima kasih soal itu, semoga ke depannya kita bisa berkerja sama seterusnya."
Aku hanya tersenyum sebagai balasan lalu kembali bersama yang lainnya membawa semua sapi yang telah kubeli.
__ADS_1
Para penduduk ras vampir terlihat antusias, aku sudah meminta mereka membuat kandang namun sepertinya mereka tidak bisa melakukannya.
Apa boleh buat? Aku sendiri yang akan membuatnya dengan sistemku.