Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 266 : Dari Awal


__ADS_3

Hal yang mendasar dalam memulai perubahan adalah mengganti suasana baru, pagi-pagi sekali kelima orang itu sudah bersiap dengan pel dan sapu.


"Hari ini mari bersihkan semuanya, mungkin jika guild kembali sedia kala aku bisa menikah ke depannya," teriak Paula yang mendapatkan tepuk tangan semua orang sebelum melakukan tugas yang sebelumnya mereka bagi.


Paula adalah wanita cantik berusia 30-an dengan dada besar serta penampilan elegan, mungkin tipe seperti ini, hanya disukai pria dari kota karena itulah Paula tidak cukup populer di desa.


Semua orang memikirkan hal yang sama, disisi lain Pireta disukai banyak pria saat mereka menyangkanya sebagai seorang gadis, dunia ini terkadang tidak adil.


Arthur memegangi kursi saat Clara berdiri di atasnya selagi mengelap jendela.


"Jika kau melihat ke atas, awas kau."


"Sejujurnya aku sudah sering melihatnya, jadi tidak ada yang aneh tentangnya."


"Kau pasti memperlakukanku seperti pria kan? Arthur jahat," ucap Clara berlari pergi.


Pireta maupun Paula yang memperhatikan hanya menatap datar.


"Drama apaan itu?"


"Yah, cinta tumbuh dari teman masa kecil."


"Nona Paula Anda seperti pakar cinta sungguhan."

__ADS_1


"Kalian berdua bisa diam dan lanjutkan pekerjaan kalian."


"Baik."


Rasanya masih kurang jika hanya membersihkannya, karena itu Arthur dan Luis mengecat bangunan luar dengan warna cerah.


"Bagaimana sekarang?"


"Terlihat bagus, sedikit perubahan akan meningkatkan semangat orang-orang di desa ini."


Tepat saat Arthur melihat ke belakang orang-orang dari desa pun sedang membenahi rumah mereka.


Di dalam guild itu, semua orang sedang mendiskusikan langkah yang harus diambil.


Papan pengumuman yang biasa untuk menaruh Quest sudah kosong jadi hal seperti permintaan sudah tidak bisa diandalkan.


"Semua barang hanya bisa dijual di kota besar saja, jika mengandalkannya ekonomi lokal itu tidak mungkin dilakukan, aku bisa mengajari beberapa penduduk membuat obat sederhana lalu kita bisa mengirimnya ke kota dengan kereta kuda."


"Itu ide bagus."


"Akan kurampok semua uang bangsawan itu haha."


Pireta mendesah pelan lalu memberikan usulannya sendiri.

__ADS_1


"Aku tidak yakin bisa membuat sesuatu dengan sihir, tapi aku bisa merajut pakaian hangat yang bisa kuajarkan pada penduduk."


Paula dan Clara menatap Pireta dengan pandangan berbinar dan berkata di waktu bersamaan.


"Calon istri impian."


"Aku ini cowok."


"Ngomong-ngomong kenapa kau bisa melakukannya?" bisik Arthur.


"Sebenarnya saat aku berkunjung ke salah satu kota mereka memaksaku untuk melakukannya."


"Entah kenapa, rasanya kau menjalani hidup yang sulit selama ini," balas Arthur prihatin.


"Saat aku masuk ke toilet pria mereka malah keluar untuk memeriksa apa mereka salah masuk."


Arthur berusaha untuk tidak menyentuh kenangannya lebih jauh lebih dari itu lalu mengalihkan pandangan ke arah Luis.


"Penduduk tidak bisa keluar leluasa karena masih banyak monster di sekeliling desa, aku akan mengurusnya."


"Kalau begitu aku akan mengurus makanan untuk desa dan Nona Paula bisa membantu Clara dan Pireta agar mudah berbaur dengan semuanya."


"Aku mengerti."

__ADS_1


Itu adalah hutan yang jarang dimasuki oleh manusia, desa Bougenville bukanlah desa besar melainkan sebuah desa yang hanya diisi oleh dari 100 orang.


Jika menghitung satu keluarga sebanyak 5 orang maka hanya sekitar 20 rumah saja yang berdiri di tanah yang luas tersebut. Bahkan jika Arthur sendiri yang mencari makanan untuk semuanya itu masihlah terbilang mudah.


__ADS_2