Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 52 : Rahasia Dibaliknya


__ADS_3

Di depanku Dewi Ristal hanya meminum teh seperti biasanya. Aku berdiri lalu meletakkan tanganku di salah satu dadanya.


"Apa kau ingin meniduriku?"


"Aku tidak sebodoh itu hingga melakukan hal tidak sopan pada Dewi, anggap saja ini konfensasi atas perbuatanmu padaku."


"Kau sudah mengetahuinya rupanya, coba katakan padaku.. ngomong-ngomong tolong tarik dulu tanganmu, aku cukup kesulitan untuk menahan agar tidak mengeluarkan suara aneh."


Aku melakukan apa yang dimintanya lalu berdeham sekali untuk melanjutkan.


"Pertama dari awal aku dikirim ke dunia itu untuk melawan raja iblis tapi Dewi tidak pernah menegurku yang selalu bersantai setiap saat."


"Benarkah?" balasnya selagi memainkan ujung rambutnya


"Alasan Dewi tidak perduli karena dari awal tugas melawan raja iblis bukan kewajibanku, tugas itu diberikan padaku sebagai motivasi untuk terus bertahan hidup di dunia kejam tersebut."


Dewi Ristal tersenyum lalu menyeruput tehnya selagi memandangku kembali.


"Lalu?"


"Kemudian Dewi mengirimkan pelayan padaku, dan di sinilah bagian yang teraneh.. jika aku mendapatkan pelayan bukannya seharusnya pahlawan lain memilikinya juga, dan kenapa mereka malah memilihku?"


"Itu perlakuan khusus yang kuberikan padamu."


"Aku rasa bukan itu saja.. jika aku benar kejadian yang sebenarnya adalah seperti ini, dari keempat Dewi yang mengelola dunia itu Dewi Ristal tidak pernah ikut pertandingan ini.. awalnya hanya tiga Dewi saja yang memberikan tugas untuk mengalahkan raja iblis pada pahlawan yang mereka panggil namun, bukannya mereka menyelesaikan tugas mereka dengan baik ketiga pahlawan itu malah menambah kekacauan yang tak berarti... karena itulah Dewi Ristal diminta Dewi lain untuk ikut berpartisipasi hingga pilihan Dewi jatuh padaku."

__ADS_1


Keheningan terasa di antara kami.


Selanjutnya.


Aku kembali berkata.


"Dari awal tugasku bukan membunuh raja iblis melainkan membunuh pahlawan lain," atas pernyataanku Dewi Ristal bertepuk tangan.


"Seperti yang kuduga darimu kau luar biasa, kau menyadarinya lebih cepat dari yang kuduga."


Ketika kemunculan Selly dan Sella juga sudah terasa aneh, terlebih jika dipikirkan lagi para pahlawan terlihat sangat nganggur.


"Setelah mengetahui ini, apa yang akan kau lakukan?" tanya Dewi Ristal menyatukan tangannya.


"Karena sudah terlibat, apa boleh buat. Aku harus menyelesaikannya sendiri, mengalahkan para pahlawan kemudian membunuh raja iblis."


Aku mengangkat bahuku ringan.


"Aku tidak yakin mereka akan mau."


"Alasannya?"


"Karena dunia itu benar-benar sangat berbahaya, alasan kenapa pahlawan lain berhenti mengincar raja iblis karena mereka sudah yakin tidak bisa mengalahkannya, bukan begitu?"


Dewi Ristal memukul-mukul meja selagi tertawa lepas.

__ADS_1


"Itu benar, ah perutku... dunia itu benar-benar kacau, bahkan dengan empat Dewi masih belum bisa diselamatkan. Angka kematian lebih besar dibanding angka kelahiran, orang-orangnya sudah kehilangan moral, penjualan manusia terjadi dimana-mana, tindakan asusila dan pembunuhan menjadi hal biasa untuk dilihat, sungguh merepotkan."


Dewi Ristal menunjukan senyumannya lalu berkata penuh keyakinan.


"Tapi hanya satu yang bisa kuyakini sekarang."


"Apa itu?"


"Aku yakin kau bisa menyelamatkan dunia itu."


Aku mendesah pelan setelah menyeruput tehku.


"Jangan bilang lawanku bukan mereka juga."


"Dunia itu sangat luas, apa kau berfikir bahwa masalah hanya datang dari pahlawan dan raja iblis."


"Aku sudah memikirkan itu, tapi tak kusangka memang benar," kataku dengan lemas.


"Yah, untuk urusan itu.. kita bisa bicarakan setelah urusanmu selesai."


Perlahan tubuhku mulai transparan.


"Sudah waktunya kau bangun rupanya, lain kali tolong siapkan obrolan yang mesum. Aku menantikannya."


"Aku tidak ingin membahas hal seperti itu, sampai nanti."

__ADS_1


"Aah, sampai nanti."


__ADS_2