PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMUTUSKAN MELINDUNGI NONA KIM SECARA DIAM DIAM


__ADS_3

Gadis itu menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Baiklah tuan,.. terimakasih, maaf bila kedatangan ku telah mengganggu waktu mu.."


"Permisi tuan.."


ucap gadis itu sedikit menekuk kakinya sebagai penghormatan.


Lalu dia pun berlalu dari hadapan Fei Yang, dengan wajah sedih dan sedikit kecewa.


Setelah berlalu dia bergumam,


"Ayah,.. sabar ya,.. Kim Kim sedang berusaha mengumpulkan uang untuk berobat ayah.."


Fei Yang sempat mendengar suara gumam kecil gadis cantik itu, hatinya menjadi terenyuh, dia menjadi kasihan dan bersimpati dengan keadaan yang harus di hadapi gadis itu.


"Nona,.. tunggu sebentar..!"


Panggil Fei Yang.


Gadis itu otomatis menghentikan langkahnya, lalu dia memutar badannya menghadap kearah Fei Yang.


Sambil menatap kearah Fei Yang dengan heran dia berkata,


"Ya tuan muda,.. tuan berbicara dengan saya ? ada yang bisa saya bantu tuan..?"


Fei Yang mengeluarkan dua Tael perak dari dalam kantongnya dan berkata,


"Ini ambillah, gunakan untuk membeli obat ayah mu.."


"Hari sudah malam, tak baik seorang gadis berkeliaran di penginapan, apalagi untuk menawarkan jasa seperti itu.."


ucap Fei Yang mengingatkan, demi kebaikan gadis itu


Gadis itu sepasang mata nya langsung berkaca kaca, dengan malu malu dia mengulurkan tangannya, untuk menerima uang pemberian Fei Yang.


Dia lalu hendak menjatuhkan diri berlutut di hadapan Fei Yang.


Tapi keburu di cegah oleh Fei Yang.


"Nona tidak perlu seperti itu, ini bukan masalah besar ."


ucap Fei Yang lembut.


Gadis itu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Budi tuan muda sungguh besar, Kim Kim sungguh tidak tahu bagaimana cara membalas Budi yang tuan lepaskan ini.."


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Lupakan saja, tapi bila kamu ingin membalas Budi ku, cepat lah kamu belikan obat terus kembali kerumah mu, itu sudah cukup.."


Gadis itu menganggukkan kepalanya berulangkali, lalu sambil mengigit bibirnya, dia berusaha untuk menahan diri agar tidak menangis, karena terharu dengan kebaikan Fei Yang.


Fei Yang tersenyum penuh pengertian dan kembali mengulang kata-kata nya tadi,


"Jangan terlalu di pikirkan, lebih baik segera pulang lah.."

__ADS_1


Gadis itu mengangguk, airmatanya langsung jatuh bergulir di pipinya.


"Terimakasih tuan.."


ucap gadis itu sekali lagi, sebelum dia berlalu dari hadapan Fei Yang.


Tapi saat melewati Fei Yang, tiba tiba perutnya berbunyi dengan nyaring.


Gadis itu sangat terkejut dan malu, wajahnya langsung merah,. dengan menundukkan kepalanya dan memegang kecapinya erat erat, dia hendak buru buru meninggalkan Fei Yang.


"Nona Kim tunggu,.. !


lagi lagi Fei Yang memanggil gadis itu, sehingga gadis itu terpaksa menghentikan langkahnya.


Dengan kepala tertunduk malu, gadis itu berkata,


"Ya tuan... ada apa..?"


Fei Yang tersenyum lembut dan berkata,


"Nona kim kebetulan aku ingin makan ke bawah, maukah nona temani saya untuk sekedar makan minum bersama, di restoran bawah sana..?"


"Tapi tuan aku,.."


ucap gadis itu merasa tidak enak hati.


Fei Yang kembali tersenyum, tanpa memperdulikan reaksi gadis itu, Fei Yang berkata,


"Ayolah kita ke bawah sana, jangan sungkan.."


Selesai berkata, Fei Yang langsung melangkah meninggalkan tempat itu menuju kelantai bawah.


Fei Yang tadinya tidak ingin terlalu dekat dengan gadis gadis muda yang di temuinya.


Takut nanti dia akan melukai perasaan mereka seperti Xue Lian dan Hong Yi.


Tapi saat mendengar bunyi perut gadis itu, Fei Yang menjadi tidak tega.


Jadi dia memutuskan untuk mengajak gadis itu makan bersamanya.


Selesai makan, dia akan mengantar gadis itu pulang kerumahnya.


Begitu tiba di restoran, tanpa memperdulikan tatapan mata pengunjung lainnya.


Fei Yang mengajak gadis itu duduk satu meja dengan nya, Fei Yang lalu memesan beberapa macam masakan.


Setelah itu dia pun menemani gadis itu makan, gadis itu awalnya agak sungkan.


Tapi setelah beberapa saat makan bersama, dia mulai terbiasa dan menikmati makanan di hadapannya.


Setelah selesai makan, melihat di meja masih banyak sisa makanan, gadis itu dengan malu malu berkata,


"Tuan boleh tidak sisa masakan ini, aku bungkus untuk di bawa pulang?"


Fei Yang tersenyum menganggukkan kepalanya, dia lalu memanggil pelayan agar membantu membungkuskan sisa makanan itu.


Sekaligus memesan beberapa bungkus masakan tambahan yang baru.

__ADS_1


"Tuan tidak perlu pesan lagi, yang ini sudah lebih dari cukup.."


ucap gadis itu, yang merasa tidak enak hati membuat Fei Yang jadi boros.


Pelayan sedikit ragu menatap kearah Fei Yang, saat mendengar ucapan gadis itu.


Tapi Fei Yang sambil tersenyum, berkata,


"Tidak apa-apa, ikuti saja perintah saya tadi.."


Pelayan itu mengangguk dengan gembira,.lalu dengan cepat dia membereskan sisa masakan di atas meja, untuk di bawa pergi bungkus sesuai instruksi Fei Yang.


Fei Yang menoleh kearah gadis itu, sambil tersenyum dia berkata,


"Tidak apa-apa, itu bukan masalah.."


Fei Yang kemudian melanjutkan berkata,


"Nona Kim rumah mu ada di sebelah mana..? hari sudah malam, biar aku antar kamu pergi beli obat, setelah itu baru temani kamu pulang.."


Gadis itu menatap Fei Yang dengan sepasang mata terbelalak kaget, lalu dia buru-buru menggoyangkan tangannya kedepan dan berkata,


"Tidak perlu tuan muda,.. saya bisa pulang sendiri, rumah ku tidak jauh dari sini.."


Fei Yang sebenarnya ingin menemani gadis itu, mengantarnya pulang kerumah.


Hanya saja dia tiba-tiba teringat dengan pesan dari Tabib Hua padanya.


Akhirnya dia mengurungkan niatnya,. dan merubah keputusannya, Fei Yang akan menjaga dan melindungi gadis itu diam diam, hingga selamat sampai rumah nya.


Dengan cara itu, pertama gadis itu tetap aman hingga tujuan, kedua kebaikannya tidak akan sampai kembali membawa salah pengertian yang tidak perlu.


Memikirkan hal ini, Fei Yang pun berkata,


"Kamu yakin tidak apa-apa pulang sendirian, malam malam begini..?"


Gadis itu mengangguk dengan yakin, dan berkata.


"Aku yakin,.. tidak apa-apa tuan, tuan tenang saja.."


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa.."


Fei Yang menyerahkan bungkusan makanan yang sudah di bungkus dengan rapi ke gadis itu.


Lalu dia pun kembali naik ke lantai dua menuju kamarnya, tanpa menoleh lagi.


Gadis itu berdiri bengong menatap bayangan punggung Fei Yang, hingga hilang dari pandangan nya.


Sambil menghela nafas panjang, dia berjalan keluar dari restoran dan bergumam sendiri.


"Kim Kim,.. kamu jangan bermimpi terlalu jauh, dia mana mungkin menyukai seorang gadis miskin dari desa kumuh seperti kamu..'


Dengan wajah tertunduk lesu, Kim Kim berjalan keluar dari restoran, lalu dia mampir membeli obat untuk ayahnya.


Toko obat hanya berjarak 3 rumah dari tempat Fei Yang menginap, sehingga tanpa kesulitan berarti, setelah berbelanja obat ayahnya.

__ADS_1


Kim Kim berjalan seorang diri menuju desa pinggiran yang agak kumuh tempat nya.


__ADS_2