PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERTOLONGAN RAJAWALI EMAS


__ADS_3

"Sian Sian sopan lah, ini terjadi tanpa sengaja, tak perlu di besar besarkan.."


"Seorang anak gadis, tidak baik berteriak teriak,


Kamu seperti tukang sayur di pasar saja.."


tegur Li Cing ke Sian Sian.


Li Sian Sian ingin membantah kakeknya, tapi melihat Li Dan juga berada di sana sedang menatap kearahnya.


Dia pun membatalkan niatnya, hanya sambil mendengus marah, dia berkata pelan,


"Awas kamu pengecut,..Dasar parasit, tidak punya malu."


Setelah memaki pelan melampiaskan ke mendongkolan hatinya.


Sian Sian pun kembali masuk kedalam kereta nya.


Fei Yang hanya menghela nafas saja, dia malas meladeni gadis cantik tapi manja itu.


"Afei paman minta maaf,.. tolong jangan terlalu di tanggapi ucapan nya.."


"Ini semua salah ku, aku terlalu memanjakan nya,. sehingga sekarang sifatnya jadi begini.."


ucap Li Cing menyesal.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa paman, paman tak perlu minta maaf.."


"Ini memang salah ku, aku yang teledor mengendarai kereta kuda ini."


"Sehingga membuat semua orang jadi kaget.."


Fei Yang yang berpendengaran tajam, tiba-tiba mendengar suara pergerakan halus di kanan kiri jalan.


Sekilas terlihat beberapa bayangan berkelebat cepat di balik pohon pohon besar, yang tumbuh subur di pinggir jalan.


Fei Yang melirik kekiri kekanan, untuk melihat siapa yang sedang bergerak mengikuti mereka.


Dari jubah yang mereka kenakan, Fei Yang langsung mengenalinya.


Inilah kelompok pasukan bulan sabit, yang pernah menyerangnya 10 tahun lalu.


Kelihatannya mereka kembali di utus, untuk menghabisi rival politiknya Paman Li Cing dan Sian Sian.


Fei Yang pura pura tidak tahu, dan terus mengendarai kereta kudanya dengan tenang.


Tak lama kemudian Li Dan merapatkan kudanya kearah sisi kereta dan berkata,


"Paman Li, kelihatannya ada yang sedang menguntit kita.."


"Aku rasa mereka tidak bermaksud baik.."


"Bila nanti terjadi sesuatu, kalian jangan pernah berhenti."


"Sesegera mungkin tinggalkan tempat ini.."

__ADS_1


ucap Li Dan serius.


Fei Yang menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Li Dan menatap kearah Afei dan berkata,


"Hei kamu,.. siapa nama mu ?"


"Nama ku Afei jendral,.. panggil saja saya Afei, jendral.."


Li Dan mengangguk, lalu berkata,


"Afei aku percaya kan paman Li dan Sian Sian pada mu..jangan kecewakan harapan ku.."


"Bila urusan di sini selesai, nanti aku pasti akan memberikan hadiah untuk mu."


Afei mengangguk cepat, tanpa menoleh lagi, dia langsung memacu kuda penarik kereta nya, berlari cepat meninggalkan tempat tersebut.


Li Dan setelah berpesan ke Afei, dia pun bergerak menghampiri ketiga perwiranya, untuk menyampaikan rasa curiganya, kepada mereka ber tiga


Li Dan meminta mereka semua untuk berhati-hati dan bersiaga menghadapi berbagai kemungkinan.


Setelah membagi tugas, Li Dan pun memacu kudanya untuk mengejar kereta kuda yang terus bergerak cepat kedepan.


Baru saja Li Dan bergerak kedepan,


dari arah belakang.


Pasukannya mulai berteriak kesakitan.


Satu persatu pasukannya tumbang, terkena serangan pedang bulan sabit, yang bergerak berputar-putar.


Li Dan menoleh kearah Afei dan berkata,


"Afei cepat tinggalkan tempat ini..!!"


Afei mengangguk, lalu dia kembali memacu kuda nya dengan lebih cepat meninggalkan tempat tersebut.


Li Dan sendiri langsung memutar kudanya, untuk kembali kearah belakang, di mana pasukannya berada.


Dari dalam kereta, tirai jendela terbuka sebuah kepala keluar dari dalam dan berteriak,


"Kakak Li Dan,..! berhati hatilah,.. ! aku menunggu mu..!"


Li Dan menoleh kebelakang sambil tersenyum, dia mengangguk kan kepalanya kearah Sian Sian, lalu memacu kudanya mundur kebelakang.


Li Dan sambil memacu kudanya, dia mencabut pedang panjang di pinggang nya, lalu mengangkat nya tinggi sambil berteriak,


"Semua pasukan dengar perintah, formasi dua arah..!!"


Pasukan bawahan Li Dan langsung bergerak membentuk dua barisan, saling memunggungi, menggunakan tombak mereka, untuk menangkis serangan golok bulan sabit terbang yang datang.


Dengan cara ini mereka mulai bisa berhasil mempertahankan diri, dari serangan pedang Bulan sabit terbang.


Pedang pedang bulan sabit yang berhasil di tangkis dan di jatuhkan oleh pasukan Li Dan.


Bergerak kembali ke balik hutan, tak lama kemudian dari balik hutan di kanan kiri jalan, mulai terlihat orang orang berpakaian hitam mengenakan topeng iblis berlompatan keluar, lalu menyerbu kearah pasukan pengawal tersebut.

__ADS_1


Tanpa banyak cakap, mereka langsung mengepung pasukan Li Dan, lalu dengan menggunakan golok bulan sabit di tangan. Mereka mulai membantai pasukan Li Dan dengan sangat mudah.


Karena para penyerang itu, memiliki kemampuan silat tingkat tinggi dan sangat terlatih.


Pergerakan mereka sangat cepat tepat dan sangat efektif, dalam menyerang maupun bertahan.


Setiap tebasan golok mereka, bagaikan malaikat elmaut yang tidak pernah gagal mencabut nyawa yang di tuju nya.


Dalam sekejab mata puluhan tubuh pasukan Li Dan sudah bertumbangan.


Sisa pasukan Li Dan yang tidak sampai 50 orang mulai goyah mental mereka.


Mereka mulai ketakutan, bahkan ada beberapa yang sudah melarikan diri.


Tapi percuma saja, golok bulan sabit, langsung terbang memotong leher pasukan Li Dan, yang sedang berusaha melarikan diri.


Sehingga bagi yang menyerah maupun bertahan tetap tidak ada bedanya.


Kedatangan musuh hanya satu tujuan mereka, yaitu membantai habis tanpa sisa.


Li Dan sendiri terdesak hebat, di bawah kepungan 5 orang yang bersenjatakan golok bulan sabit.


Begitu pula dengan tiga orang perwiranya, mereka juga terdesak hebat di bawah hujanan senjata lawan.


Mereka berempat sengaja di giring ketempat terpisah agar memudahkan pembantaian.


Satu persatu perwira bawahan Li Dan, tewas dalam hujanan senjata golok bulan sabit.


Li Dan sendiri juga mulai terpincang pincang, karena pahanya terluka cukup parah, akibat terkena tebasan golok bulan sabit lawannya.


Pada satu kesempatan sebuah golok bulan sabit yang sedang menyerang leher Li Dan dari samping.


Berhasil di tangkis oleh pedang Li Dan, tapi golok bulan sabit itu tiba tiba mengembang jadi dua sisi.


Sisi yang satu lagi langsung bergerak meneruskan serangan nya berusaha menjangkau leher Li Dan.


Li Dan sangat terkejut, sehingga dia secara reflek menarik tubuhnya kebelakang.


Di saat Li Dan sedang menarik tubuhnya kebelakang.


Sebuah tendangan keras yang di lepaskan oleh para penyerang, mendarat dengan tepat di dada Li Dan.


Tubuh Li Dan langsung terpental jatuh terlentang di atas tanah.


Melihat hal ini, si penyerang, bersama keempat rekannya yang lain.


Langsung melompat menebaskan golok mereka untuk menghabisi Li Dan.


Di saat berbahaya itu terdengar pekik nyaring dari arah udara.


Seekor Rajawali Emas dengan kecepatan menakjubkan, muncul menangkis dan mencengkram ke arah lima batang golok bulan sabit itu.


Dengan satu kibasan sayapnya yang kuat tubuh ke lima penyerang Li Dan, terpental jauh melayang kedalam hutan.


Tak lama kemudian dari dalam hutan terdengar suara kode lengkingan nyaring.


Semua pasukan bulan sabit yang ganas kejam tanpa ampun itu, dalam sekejap sudah menghilang dari tempat tersebut.

__ADS_1


Bahkan mayat para pasukan bulan sabit, yang tewas pun di bawa pergi dari tempat itu.


Melihat para penyerang telah kabur, Rajawali Emas pun langsung mengepakkan sayapnya, dan terbang keudara bebas, lalu menghilang dari tempat tersebut.


__ADS_2