
Tapi seperti pengalaman sebelumnya, situasi belum berubah, Fei Yang tetap tidak bisa mengumpulkan informasi apapun di rumah makan tersebut.
Tempo hari pun ada yang berani berbicara, itu adalah orang yang di atur oleh Vipasana lhama untuk menjebaknya.
Setelah memasang telinga beberapa saat, Fei Yang pun akhirnya memanggil pelayan untuk melakukan pembayaran.
"Pelayan,..!!"
panggil Fei Yang sambil melambaikan tangannya..
Pelayan dengan sigap menghampiri Fei Yang dan berkata,
"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu ?'
"Berapa semuanya ?"
tanya Fei Yang.
"Sebentar tuan saya cek ke kasir dulu, harap tunggu sebentar."
jawab pelayan tersebut cepat.
Fei Yang hanya mengangguk kecil, sesaat kemudian pelayan itu sambil tersenyum ramah berkata,
"Semuanya 10 koin tembaga tuan."
Fei Yang meletakkan sebuah perak kecil di atas meja dan berkata,
"Sisanya boleh buat kamu, tapi tolong beritahukan pada ku, dimana tempat tinggal Jendral Li Dan..?"
Pelayan itu agak ragu ragu, tapi kemudian dia menerimanya juga dan berkata,
"Aku tunggu di halaman belakang.."
Setelah itu dia langsung ngeloyor pergi dengan kepala tertunduk.
Fei Yang pura pura tidak tahu, dia pun langsung keluar dari restoran.
Lalu mengambil jalan memutar melewati sebuah gang sempit, yang berada di samping restoran.
Hingga akhirnya membawa Fei Yang ke pintu di halaman belakang restoran yang sepi.
Sampai di sana Fei Yang celingukan melihat ke kiri dan ke kanan, tiba-tiba pintu belakang terbuka.
Sebuah kepala menongol keluar, dan berkata dengan suara tertahan.
"Sini tuan,..ayo masuk.."
Fei Yang pun buru-buru menghampiri pintu belakang tersebut kemudian menyelinap masuk.
Disebelah dalam Fei Yang melihat di mana mana di penuhi tumpukkan kayu bakar, beberapa gerobak berisi sayur sayuran, juga ada deretan kandang ayam dan sebuah kolam kecil berisi ikan ikan hidup.
Pelayan yang berdiri di hadapan Fei Yang pun berkata,
"Maaf tuan demi mengurangi masalah, kita hanya bisa berbicara disini.."
"Sejak terjadi pergantian raja, beginilah nasib rakyat kecil."
ucap pelayan tersebut sedikit mengeluh..
__ADS_1
"Sebenarnya buat apa tuan mencari Jendral stress, yang kini di turunkan pangkatnya menjadi kepala regu penjaga pintu gerbang..?"
Fei Yang di dalam hati sedikit terkejut dan kasihan, saat mendengar nasib teman kecilnya itu.
Tapi di wajahnya dia bersikap tenang dan berkata,
"Aku saudara jauhnya ke ibukota ingin mencari kerja.."
"Pelayan itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kalau beberapa bulan yang lalu kamu datang cari dia, memang tepat.."
"Tapi kalau sekarang lebih baik lupakan saja.. emosinya sedang sangat tidak stabil.."
ucap pelayan itu memberi saran dengan serius.
Fei Yang mengerutkan alisnya dan bertanya,
"Kenapa bisa demikian ?"
Pelayan itu menghela nafas panjang dan berkata,
"Ini semua berawal dari kepulangan nya dari Nan Zhou."
"Akibat kehilangan hampir sebagian besar pasukannya..dia pangkatnya di turunkan menjadi penjaga gerbang.."
"Sejak saat itu lah, tiap hari kerjanya cuma minum mabuk, marah marah, kadang tertawa kadang menangis ."
"Tak ada bawahan yang berani mengusiknya, Karena bila terganggu, dia akan menghajar siapa pun yang berani menganggunya.."
"Pernah ada atasan yang menegurnya, atasan itu berakhir dengan terbaring di ranjang seumur hidup di buatnya.."
"Sejak saat itu gak ada lagi yang berani mengusiknya.."
tanya Fei Yang.
"Siapa yang berani berurusan dengan nya, dia masih terhitung keponakan raja.."
"Di tangannya masih ada bawahan yang setia pada keluarganya, kabarnya tidak kurang dari 10.000 personil."
"Bahkan kabarnya raja pun malas mengurusnya,.."
Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah mungkin nasib ku sedang kurang bagus, terimakasih nasehat dan informasi nya, aku akan mengingat nasehat mu tadi.."
"Aku pamit permisi dulu,..'
ucap Fei Yang.
Pelayan itu mengangguk dan berkata,
"Berhati hatilah tuan, bila gak ketemu kerjaan.."
"Kalau gak keberatan kerja di dapur, cari saja aku.."
"Nanti akan ku bantu rekomendasi.."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Terimakasih banyak.."
Setelah itu, dia pun meninggalkan tempat tersebut lewat pintu belakang.
Keluar dari gang sempit, Fei Yang pun berputar arah kembali lagi kearah pintu gerbang masuk.
Fei Yang menghampiri beberapa penjaga gerbang yang sedang bergerombol bercerita sambil tertawa-tawa.
"Selamat pagi kakak kakak penjaga semuanya, maaf menganggu waktu kakak kakak sekalian.."
ucap Fei Yang sambil memberi hormat dengan sopan.
Salah satu penjaga yang paling senior yang berkumis tebal, segera menanggapi Fei Yang dan berkata,
"Ada apa anak muda ? ada yang bisa kami bantu..?"
"Ini Pak, saya mau nyari saudara jauh saya yang bernama Li Dan, saya dengar dia di pindah tugaskan kemari.."
"Kalau boleh tahu di mana aku bisa menemuinya..?"
ucap Fei Yang pelan.
Penjaga berkumis tebal itu, menatap Fei Yang dari atas hingga bawah, lalu berkata.
"Aku sarankan sebaiknya kamu lupakan saja Li Dan,. daripada nanti kamu dapat masalah.."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Aku sudah tahu pak dari pelayan di rumahnya, Li Dan sedang stress."
"Kedatangan ku justru ingin menghiburnya, karena kami pernah berteman baik waktu kecil.."
Penjaga berkumis itu kembali menghela nafas panjang dan berkata,
"Kalau begitu terserahlah pada mu, dia ada di sebelah sana, di belakang pos itu.."
"Semua tergantung pada keberuntungan mu, semoga tidak ada masalah.."
ucap si kumis tebal, lalu dia kembali berkumpul dengan teman temannya yang lain.
Meneruskan obrolan mereka yang terpotong karena kehadiran Fei Yang.
Fei Yang sendiri langsung melangkah menuju tempat yang di tunjuk oleh penjaga berkumis tebal itu.
Sebelum sampai ketempat itu yang jaraknya masih beberapa meter, Fei Yang sudah mencium bau arak yang sangat menyengat memasuki penciuman nya.
Fei Yang menggelengkan kepalanya, sambil meneruskan langkahnya mendekati pojok di belakang pos jaga.
Saat tiba di tempat itu, Fei Yang hampir saja tidak mengenali orang yang sedang duduk setengah berbaring sambil memegang sebuah guci arak di tangannya.
Baru beberapa hari gak bertemu Li Dan sudah berubah menjadi begini, Fei Yang benar benar di buat kaget oleh penampilan Li Dan yang berantakan, sangat berbeda jauh dengan saat mereka pertama kali bertemu.
Saat itu Li Dan terlihat begitu gagah bersih terawat dan terlihat sangat percaya diri dan berwibawa.
Tapi saat ini matanya terlihat kuyu tidak bersemangat, tidak percaya diri, wajahnya penuh brewok dan kumis kasar tak terurus.
Rambutnya yang dulu di sanggul rapi dan menggunakan permata, kini di biarkan terlepas begitu saja acak acakan seperti orang gila.
Saat menyadari kehadiran Fei Yang di depannya, Li Dan pun langsung menghabiskan isi arak di dalam guci yang dipegang di tangan nya.
__ADS_1
Setelah itu guci di tangan nya langsung melayang kearah kepala Fei Yang, di sertai bentakan,
"Pergiii,...!!!"