PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMASUKI FORMASI YANG DI SIAPKAN OLEH SEN KUNG BAO


__ADS_3

Xue Lian dan Fei Yang setelah di kagetkan dengan semua serangan jurus ke 7 mereka, terserap habis oleh botol Labu Sen Kung Bao.


Kini mereka kembali di kaget kan dengan seragam balasan Sen Kung Bao.


Sebelum serangan tiba, mereka berdua merasa tubuh mereka terkunci, gerakan mereka menjadi lambat.


Tidak mampu menangkis ataupun menghindar.


Baru setelah mereka mencoba bersikap tenang.


Energi mereka mampu melepaskan diri, Xue Lian di lindung oleh pedang 5 cahaya Hitam putih merah hijau kuning.


Sedangkan Fei Yang di lindungi oleh pedang 6 cahaya kebajikan.


Kedua pedang yang melesat keluar dari tubuh kedua orang itu, berhasil menangkis serangan kebutan pembasmi Dewa Dewi Sen Kung Bao.


Meski berhasil menangkis, Fei Yang dan Xue Lian terpental mundur menabrak pagar listrik formasi ciptaan Sen Kung Bao.


Tapi Fei Yang dan Xue Lian tidak terpengaruh oleh sengatan listrik itu. Karena mereka mampu menyerapnya dengan baik.


Setelah menghancurkan bayangan pedang Fei Yang dan Xue Lian, pusaran putih transparan kini kembali mengejar kearah Fei Yang dan Xue Lian.


Dalam kondisi terjepit, tidak ada pilihan lain.


Fei Yang menarik istrinya berlindung di belakang nya.


Kemudian dia mencabut pedang Mestika Panca Warna menebas kearah pusaran yang sedang bergerak kearah nya.


Pusaran itu seperti memiliki jiwa, mereka kembali bergabung jadi satu baru menerjang kearah Fei Yang.


"Wusss,..!"


"Blezzzz,..!"


"Blaarrr..!"


Tebasan Pedang Mestika Panca Warna berhasil membelah pusaran putih transparan Sen Kung Bao.


Selanjutnya bergerak menerjang kearah Sen Kung Bao.


Sen Kung Bao mengarahkan botol Labu nya untuk menyambut, tebasan pedang Mestika Panca Warna.


Tapi botol Labu tidak mampu menyerap tebasan pedang Mestika Panca Warna.


Botol labu meledak hancur berkeping-keping.


Energi api dan es semesta,


Kembali di serap.masuk kedalam tubuh Fei Yang.


Energi tebasan pedang Mestika Panca Warna setelah menghancurkan botol Labu Penghisap Kekuatan Semesta.


Tetap melesat menerjang kearah Sen Kung Bao.


Sen Kung Bao kembali mengejutkan beberapa kali kebutan di tangan nya, untuk menyambut tebasan pedang Fei Yang.


Tapi lagi lagi energi pedang Mestika Panca Warna berhasil membelah pusaran energi putih transparan yang di lepaskan oleh Sen Kung Bao.

__ADS_1


Sen Kung Bao akhirnya mengeluarkan sepasang gelang emas di tangannya.


Dengan menggunakan gelang lingkaran semesta di kedua tangan nya.


Seng Kun Bao maju menyambut Tebasan Pedang Mestika Panca Warna yang datang.


"Trangggg,...!!"


Akibat benturan lingkaran formasi bergetar hebat, listrik pagar pembatas menyambar kesegala arah tak terkontrol.


Kubah besar yang menutupi seluruh lingkaran arena pertempuran terlihat mulai retak retak.


Fei Yang melihat serangan pertama nya tadi gagal.


Kini dia mulai memainkan jurus simpanannya.


"Jurus pertama tebasan pedang tanpa wujud."


Tebasan yang Fei Yang lepaskan tidak terasa kekuatan nya, juga terlihat bentu rupa serangannya.


Hanya saja saat beradu dengan dua gelang emas lingkaran Semesta.


"Blaarrr...!!"


tiba-tiba muncul getaran dahsyat yang di timbulkan oleh tenaga bentrokan tersebut.


Fei Yang terpental mundur keluar dari dalam lingkaran formasi yang kini meledak hancur berkeping-keping.


Xue Lian yang di belakangnya ikut terpental keluar.


"Tunggu aku di taman bunga, di.luar hutan ini.."


Selesai berucap Fei Yang dengan gerakan lembut mendorong istrinya terbang menjauhinya.


Xue Lian sambil mengigit bibir erat erat, dia menggelengkan kepalanya, sambil menatap kearah Fei Yang dengan khawatir.


Tapi dia tidak berdaya mencegah tenaga dorongan Fei Yang yang dahsyat, meski pun dia berkeinginan bertahan di sana.


Sen Kung Bao sendiri setelah terjadi ledakan, dia juga terpental mundur kebalik gapura.


Sambil tersenyum tenang dia berkata,


"Anak muda mari kita melanjutkannya di dalam, agar dunia ini tidak hancur.."


Lalu Sen Kung Bao berubah menjadi sebuah cahaya biru melesat masuk kedalam sebuah portal cahaya di balik gapura.


Fei Yang tahu tempat itu pasti penuh jebakan mengerikan, tapi dia tidak berdaya, dan tidak punya pilihan.


Selain mengikuti Sen Kung Bao terbang masuk kedalam sana, dia sudah tidak melihat ada cara lain.


Sambil menggenggam erat pedang Mestika Panca Warna di tangan, Fei Yang ikut melesat masuk kedalam portal cahaya.


Begitu masuk kedalam portal cahaya Fei menemukan dirinya terkurung dalam deretan cermin yang mengelilinginya.


Sen Kung Bao tidak terlihat berada di sana.


Sepanjang mata memandang hanya ada bayangan dirinya sendiri muncul di cermin.

__ADS_1


Selagi Fei Yang sedang memperhatikan kondisi di sekitarnya.


Tiba-tiba dia merasa bagian punggungnya ada yang menyerangnya.


Fei Yang dengan gerakan cepat berputar dan menangkis serangan yang datang.


"Trangggg,..!"


ternyata setelah tertangkis, serangan yang datang adalah sebuah gelang lingkaran emas.


Begitu tertangkis gelang yang itu, muncul gelang lain datang menyerang dari tempat lain.


Sedangkan gelang tersebut sudah menghilang di balik cermin.


"Trangggg,..!"


Fei Yang kembali menangkis serangan gelap yang datang.


Fei Yang sempat melihat bayangan senyuman licik Sen Kung Bao yang berbaur bersama bayangannya.


Tapi saat di perhatikan dengan teliti bayangan tersebut sudah hilang.


Yang ada kini hanya deretan bayangan dirinya sendiri.


Setelah berulang kali di bokong oleh Sen Kung Bao tanpa bisa membalas.


Fei Yang berpikir, cermin inilah yang perlu di hancurkan, agar Sen Kung Bao tidak mampu bersembunyi di balik nya.


Fei Yang mulai membentuk energi pedang api dan es mengelilingi seluruh tubuhnya.


Saat dia lesatkan seluruh energinya kesegala arah dalam sebuah hentakkan dan teriakan menggetarkan seluruh tempat itu.


Seluruh pedang merah biru menerjang kesegala arah melesat bagaikan peluru.


Tapi berapa cepat berapa kuat energi yang Fei Yang lepaskan, berapa kuat pula.


Seluruh serangan nya akan membalik dengan kekuatan dua kali lipat.


Fei Yang sangat terkejut, untungnya dia bisa bergerak sigap membentuk perisai Pat Kwa Cien Kun Im Yang Sen Kung.


Perisai ini yang menyerap dan menetralisir semua serangannya.


Kini Fei Yang mendapati dirinya kesulitan menghancurkan cermin yang mengurung nya, karena memiliki daya memantulkan serangannya.


Tapi Fei Yang masih penasaran, dia mencoba melepaskan energi pedang ungu dan energi pedang 6 cahaya kebajikan.


Di mana kedua energi pedang itu memiliki daya serang dan daya perusak yang jauh lebih dahsyat.


Tapi hasilnya sama saja, Fei Yang harus berterbangan kesana kemari, hingga daya pantul serangannya habis.


Dia baru bisa kembali mendarat di tengah tengah formasi yang mengurungnya.


Fei Yang mencoba bersikap tenang memejamkan matanya, mencoba mempertajam daya analisanya.


Akhirnya lewat daya analisanya Fei Yang berhasil menemukan asal gelang yang bergerak menyerangnya.


Pertama tama Fei Yang hanya terus mencoba menghindar, sambil mencoba mencari tahu keberadaan Sen Kung Bao yang bersembunyi di balik bayangan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2