PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
ILMU SIMPANAN YETI


__ADS_3

Begitu tongkat kembali ke tangannya, mahluk itu langsung menebaskan tingkatnya secara horisontal kearah Fei Yang.


Sebuah garis cahaya keemasan seperti bianglala melesat kearah tubuh Fei Yang yang sedang berada di udara.


Fei Yang menggunakan sepasang pedangnya menangkis serangan tersebut.


Sehingga tubuh mereka berdua terpisah menjauh, Fei Yang melayang mundur, sedangkan mahluk itu terpental mundur dengan kuda kuda meninggalkan goresan di atas tanah.


Dari beberapa jurus yang saling mereka lepaskan, Fei Yang menyadari satu hal.


Mahluk itu meskipun kelihatannya seperti seekor monyet besar, tapi dia memiliki kemampuan lebih dari monyet biasa.


Monyet putih ini menguasai ilmu silat tenaga dalam,. kecepatan ilmu ringan tubuh layaknya manusia.


Yang lebih unik adalah tubuhnya kebal senjata,. dan tongkat di tangannya adalah senjata pusaka yang sangat kuat dan aneh.


Mahluk ini mirip dengan kera sakti yang ada dalam cerita dongeng See You Ce (Perjalanan ke Barat).


batin Fei Yang dalam hati.


Fei Yang menatap mahluk di depan nya, dengan tatapan penuh rasa kagum.


Mahluk itu mulai memutar mutar tongkatnya seperti kitiran di atas kepala.


Lalu dengan kecepatan tinggi, dia sudah menghilang dari posisinya, muncul lagi sudah berada di depan Fei Yang.


Sambil memamerkan sepasang taringnya yang runcing, dia kembali mulai menyerang Fei Yang dengan putaran tongkat Emasnya.


Sebentar kearah kepala, bila tertangkis akan berputar kearah perut, lalu berubah menyerang sepasang kaki Fei Yang.


Fei Yang menghindarinya dengan ilmu langkah ajaib, tubuhnya bergerak gesit kesana kemari, secepat apapun tongkat itu bergerak, tetap tidak bisa menyentuh Fei Yang.


Sambil bergerak Fei Yang terus memperhatikan jurus tongkat yang di mainkan oleh mahluk berbulu putih itu.


Perlahan-lahan Fei Yang mulai bisa menganalisa titik lemah dari pergerakan ilmu tongkat mahluk itu.


Fei Yang kini mulai kembali memainkan tarian pedang Naga Es dan Phoenix api, meladeni serangan mahluk itu.


Kini kemanapun tongkat itu bergerak, Fei Yang pasti akan mendahuluinya dengan menyerang sepasang telapak tangannya, yang memegang bagian tengah tongkat emas itu.


Mahluk itu mulai terdesak, begitu Fei Yang berhasil menemukan titik lemah permainan tongkat nya.


Akhirnya dengan sebuah sontekan pedang, tongkat emas pun terlepas dari pegangan mahluk itu.

__ADS_1


Jatuh menancap di depan kaki Fei Yang, tapi sesaat kemudian tongkat emas itu bergetar sendiri lalu melayang kembali ke arah mahluk itu.


Mahluk itu langsung mengulurkan tangannya, menangkap tongkat itu kembali kedalam genggamannya.


Kemudian dia kembali bergerak menerjang kearah Fei Yang, Fei Yang tersenyum menanggapi serangan mahluk itu.


Karena Fei Yang sudah mendeteksi arah serangannya, begitu mahluk itu bergerak.


Fei Yang langsung menggunakan pedang Api dan Es mengincar titik lemahnya.


Tapi tiba-tiba tongkat itu berubah menjadi lentur, satu sisi membelit pedang Fei Yang dan membetot nya hingga terlepas dari tangan Fei Yang.


Sedangkan yang sisi lain memanjang dan melengkung menotok punggung Fei Yang.


Saat tubuh Fei Yang terhuyung-huyung kedepan, dada dan wajah Fei Yang di sambut sepasang telapak kaki mahluk itu.


Tubuh Fei Yang langsung terpental jauh, saat berhasil bangkit berdiri, dari hidung Fei Yang terlihat mengucurkan darah dan agak sedikit miring hidungnya.


Bibir Fei Yang juga pecah berdarah, sedangkan baju di bagian dadanya terlihat kotor, dan ada bekas telapak kaki di sana.


Fei Yang kehilangan salah satu pedang nya, pedang Fei Yang langsung di lemparkan oleh mahluk itu kedalam jurang, yang tidak jauh dari tempat mereka bertarung.


Fei Yang hanya bisa mengumpat kesal tapi tak berdaya, Fei Yang memutuskan saat ini dia akan menghadapi mahluk ini dulu.


Fei Yang tak terlalu khawatir karena pedang Es di tangannya, memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan pasangan pedang nya itu.


Mahluk itu sambil menggereng keras, dia kembali menerjang kearah Fei Yang dengan tongkatnya.


Fei Yang kini terpaksa melayani serangan mahluk itu, dengan pergerakan pedang tunggal.


Pergerakan Fei Yang menjadi timpang dan kurang efektif lagi.


Perlahan-lahan mahluk itu dengan jurus tongkatnya, yang aneh kembali mulai berhasil mendesak Fei Yang.


Merasa pedang tunggalnya timpang, tidak bisa berbuat banyak menghadapi serangan mahluk itu.


Daripada nanti pedang esnya kembali di rebut dan di lempar ke jurang oleh mahluk itu, batin Fei Yang.


Fei Yang akhirnya memutuskan menyimpan pedang esnya kembali kedalam tangan nya.


Lalu Fei Yang menggunakan silat tangan kosong, untuk menghadapi serangan tongkat lawannya, yang datangnya bagaikan gelombang laut, yang siap menyapu habis semua yang dilewatinya.


Fei Yang memainkan Tapak Naga Es Phoenix Api, untuk menghadapi serangan tongkat emas, yang datangnya menderu deru tidak putus putus.

__ADS_1


Tapi berkat langkah ajaib, dan ilmu ringan tubuh peninggalan Wu Ti Sin Tong, terbang di udara tanpa bayangan.


Serangan yang di lancarkan oleh mahluk itu, tidak satupun yang berhasil mendekati apalagi mengenai Fei Yang.


Hanya Fei Yang juga kesulitan untuk mengalahkan mahluk berbulu putih itu.


Hujan salju mulai turun dengan lebat dan sedikit menganggu jarak pandang kedua mahluk berbeda jenis yang sedang bertempur itu.


Tapi mereka masih terlihat saling serang dengan ganas.


Jurus jurus dari kitab tanpa tanding mulai Fei Yang keluarkan, untuk menghadapi mahluk berbulu putih itu.


Tenaga alam semesta di sekitar tempat itu mulai masuk berkumpul di dalam tubuh Fei Yang, yang sedang bergerak lincah melayani serangan tongkat emas mahluk itu.


Tongkat emas mahluk itu terus bergerak mengepung Fei Yang dari berbagai sisi..


Setelah tenaga alam semesta yang terkumpul terasa cukup.


Fei Yang pun mulai membalas menyerang mahluk itu, dengan sepasang telapak tangan terbuka, yang mengeluarkan energi pukulan tanpa wujud.


Beberapa kali tubuh mahluk berbulu putih itu terpental bergulingan di atas tanah, terkena pukulan Tenaga Alam Semesta Tanpa Wujud.


Karena tidak berwujud, serangan Fei Yang tidak menimbulkan suara atau pun angin pukulan, selain itu juga tidak ada cahaya dalam setiap Pukulan yang dilepaskan.


Mahluk berbulu putih itu, kesulitan mendeteksi arah serangan yang di lepaskan oleh Fei Yang.


Satu persatu pukulan tersebut mendarat di tubuh mahluk itu, mahluk itu terlempar ke sana kemari terkena pukulan yang tidak terlihat.


Tapi mahluk itu memiliki kekebalan tubuh yang sangat mengagumkan, meski sudah berulang kali, terkena pukulan Fei Yang yang membuat tubuhnya terlempar kesana kemari.


Mahluk itu selalu berhasil kembali melompat berdiri lagi, sambil terus menggereng marah.


Mahluk itu tiba-tiba menghentakkan kekuatan tenaga internalnya mengelilingi seluruh tubuh.


Disekitar tubuhnya kini berputaran 20 matahari dan 20 rembulan yang berputar-putar di sekelilingnya.


Kini semua pukulan tanpa wujud yang Fei Yang lepaskan, tertahan dan dipentalkan balik ke Fei Yang.


Maupun di selewengkan kearah lain.


Mahluk itu tiba-tiba mendorongkan sepasang telapak tangan kedepan.


Terlihat dua bola Matahari dan Rembulan raksasa, melesat kearah Fei Yang.

__ADS_1


__ADS_2