
Yue Feng mengoleskan salep itu dengan sangat hati hati seperti sedang memoles pembuatan patung tanah liat yang lembek.
Salah sedikit akan rusak wajah kekasihnya yang cantik itu.
Hong Yi sampai merasa geli dan berulang kali ingin tertawa dan bergerak.
Tapi Yue Feng selalu menahan dagunya yang runcing dengan tangan nya dan berkata,
"Jangan bergerak sayang, sebentar lagi selesai.."
Setelah mengulangi kata yang sama itu hampir 5 kali, akhirnya Yue Feng berkata dengan puas.
"Nah sudah selesai, ayo kita duduk di bawah pohon sana, aku akan ceritakan semua pengalaman ku sebelumnya."
Hong Yi mengangguk senang, dia menggandeng tangan Yue Feng dengan mesra mengikutinya berjalan menuju bawah pohon rindang yang di tunjuk Yue Feng.
Mereka berdua duduk santai di sana, Yue Feng duduk bersandarkan pohon, sedang kan Hong Yi bersandar di dada Yue Feng dengan senyum manja.
Bersiap mendengarkan cerita kekasihnya.
Hari itu Yue Feng saat menyelinap kedalam gua,.dia langsung melihat deretan lubang gua yang cukup banyak di dalam sana.
Tanpa sempat berpikir panjang, Yue Feng langsung berlari masuk kedalam salah satu mulut gua yang paling lebar.
Tapi di luar prediksi Yue Feng, meski di luar terlihat luas, di dalam justru sangat sempit lorongnya, hingga harus memiringkan tubuh merapatkan diri ketembok baru bisa lewat.
Tidak cukup sampai di sana, dia bahkan di hadapkan pilihan merangkak dan merayap seperti ular, untuk bisa meneruskan pelarian nya.
Setelah merayap cukup lama, Yue Feng akhirnya sampai di ruangan lainnya, yang kembali memberinya pilihan 5 mulut gua.
Karena kapok dengan mulut gua lebar, Yue Feng kini memilih mulut gua kecil.
Sesuai prediksinya jalan di dalam ternyata lebar dan enak di lewati, tidak banyak rintangan.
Tapi selagi dia sedang asyik berjalan, tiba-tiba lantai gua yang di injak nya pecah, tubuhnya langsung terjatuh kedalam air yang gelap dan sangat dingin.
Kini Yue Feng baru sadar,. ternyata lantai yang datar dan licin, yang dia lewati tadi adalah lantai lapisan beku es tipis.
Dia tidak menyadarinya karena tempat itu gelap remang remang.
Yue Feng berusaha untuk kembali naik keatas permukaan, tapi gerakan nya tertahan.
Diatas kepalanya tidak ada celah, semua tertutup rapat oleh lapisan es beku.
Yue Feng bergerak kesana-kemari tapi sama saja buntu semua.
__ADS_1
Di saat dia hampir pasrah kehabisan nafas dan mulai menelan air.
Tiba-tiba matanya melihat ada titik sinar kecil di dasar kolam es itu.
Yue Feng dengan sisa nafas terakhir sekuat tenaga meluncur ketempat tersebut.
Tapi sebelum dia berhasil mencapai tempat itu, dia sudah tidak kuat.
Tubuhnya mulai meronta ronta kehabisan nafas dan mulai menelan air masuk ke paru paru nya sehingga tubuhnya perlahan-lahan tenggelam kedasar kolam.
Sebelum mencapai dasar kolam yang gelap,.Ada arus kuat yang menyeret tubuh Yue Feng menuju pusat titik cahaya.
Arus kuat itu menyeret tubuh Yue Feng yang tidak sadarkan diri, melewati titik cahaya. Hingga terlempar ke sebuah dataran landai, didepan sebuah gua.
Yue Feng terbaring di sana dalam keadaan tengkurap.
Setelah beberapa waktu berlalu, Yue Feng akhirnya terbatuk-batuk dan memuntahkan air dari dalam mulutnya.
Lalu perlahan-lahan dia mulai membuka kedua matanya memperhatikan sekitar tempat itu.
Yue Feng perlahan lahan bangkit untuk duduk, di sekitarnya selain terlihat sebuah gua gelap, dengan beberapa pohon berbuah merah darah, tidak terlihat ada apa apa lagi.
Yue Feng tiba tiba kaget, saat merasa ada sesuatu menabrak kakinya.
Dia buru buru melihat kearah air kolam, ternyata kolam itu dipenuhi oleh ikan lele putih.
Setelah hilang rasa kagetnya, Yue Feng pun bangun berdiri, lalu melangkah menuju mulut gua di depan sana.
Yue Feng melangkah masuk kedalam gua, yang membawanya menuju sebuah ruangan luas yang cukup terang, karena ruangan tersebut di terangi mutiara malam yang tertanam di dinding gua.
Di atas sebuah ranjang batu sederhana, Yue Feng melihat ada seorang kakek tua, bila di tilik dari pakaian yang dia kenakan, jelas dia adalah seorang biksu.
Tapi bila melihat rambutnya yang panjang terurai abu abu, Yue Feng menjadi ragu.
Di saat Yue Feng sedang ragu, kakek itu pun buka suara dan membuka matanya menatap kearah Yue Feng.
"Anak muda mengapa kamu bisa tiba di tempat ini ?"
Yue Feng buru buru maju memberi hormat dan berkata,
"Maaf Senior bila kedatangan junior mengusik ketenangan senior bermeditasi.."
"Junior bernama Yue Feng, karena di kejar musuh dan melarikan diri kedalam gua Ling Yun."
"Junior akhirnya tersesat hingga ketempat ini."
__ADS_1
Kakek itu mengangguk dan berkata,
"Budi dan dendam di dunia fana balas membalas kapan selesainya.."
",Kita bisa bertemu itu termasuk jodoh."
"Anak muda, bila kamu ingin tinggalkan tempat ini, kamu hanya punya satu jalan.."
"Jadilah murid ku, hanya dengan mewarisi ilmu ku, kamu baru punya peluang tinggalkan tempat ini.."
Yue Feng terdiam, lalu dia berkata,
"Maaf senior bukan aku menolak, tapi mempelajari ilmu senior itu butuh waktu.."
"Sedangkan aku, aku tidak bisa menunggu lama di sini,. agar teman teman ku di luar sana tidak khawatir."
"Soal menjadi murid senior dan mewarisi ilmu senior, kita bisa bicarakan setelah senior membantu ku meninggalkan tempat ini."
Biksu tua itu tersenyum dan berkata,
" Feng er bukan aku pelit tidak mau membantu mu, tapi dengan kondisi ku saat ini,'
"Dimana seluruh urat nadi kaki dan tangan ku sudah putus semuanya.."
"Meski aku mau aku juga tidak mampu melakukan nya.."
Mendengar ucapan kakek itu, Yue Feng menjadi kasihan, dia langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan kakek itu dan berkata,
"Murid memberi hormat pada guru.."
Setelah berkata, Yue Feng membenturkan dahinya 3 kali di hadapan kakek itu, dan berkata,
"Murid berjanji akan membawa guru meninggalkan tempat ini, bila murid telah berhasil menguasai ilmu guru .."
"Feng er anak baik, itu tidak perlu, guru juga sudah tua dan cacat, keluar ataupun tinggal tidak ada bedanya.."
"Yang paling penting kamu bisa warisi ilmu ku, agar seluruh kemampuan ku tidak punah di tangan ku ."
"Yue Feng menatap gurunya dengan kasihan dan berkata,
"Guru sebenarnya apa yang terjadi, mengapa guru bisa terluka seperti itu dan terkurung di tempat ini,..?"
"Feng er lebih baik kamu fokus pelajari ilmu dari ku, mengenai cerita masa lalu ku, yang hanya akan menimbulkan penasaran dan dendam yang tidak ada habisnya."
"Lebih sedikit tahu, itu akan lebih baik buat kamu.."
__ADS_1
"Kamu cukup tahu aku biksu Shaolin, murid pertama guru Dharma dari India."