
"Kakek yang sakti luar biasa itu bernama Wu Ming Lau Jen, bermodalkan sebilah golok biru, dia berhasil mengalahkan leluhurku.."
"Apa Wu Ming Lao Jen,.. ? sebentar. sebentar."
ucap Fei Yang kaget.
"Kakek itu, aku pernah bertemu dengan nya,.. di daerah Kun Lun San,.."
"Dia muncul dalam mimpi ku memberikan aku sepasang pedang ini, dan merekomendasikan aku pergi menemui Yi Han Tao Se, guru ku yang menurutnya adalah temannya.."
ucap Fei Yang menjelaskan dengan heran kepada Xue Lian.
"Mungkin saja ucap Xue Lian, dia adalah manusia ajaib yang kemampuannya jauh diatas dewa."
"Di sini di katakan, setelah dia mengalahkan leluhurku.."
"Dia menitip pesan kepada leluhurku untuk menjaga pedang mustika panca warna,.. bersama peninggalan 4 jurus tanpa nama.."
"Menurut pesan kakek itu 8000 tahun kemudian saudaranya yang jahat akan muncul kedunia.."
"Nanti akan muncul seorang pemuda dari kerajaan barat, yang memiliki kemampuan es dan api, pedang dan 4 jurus itu wajib di wariskan kepada pemuda itu.."
"Ehh bukankah yang di maksud di sini adalah kakak..?"
tanya Xue Lian kaget.
Fei Yang juga mengalami kekagetan yang sama dengan Xue Lian, dirinya bisa muncul dalam ramalan 8000 tahun yang lalu..
Selain itu dia juga ingat kakek Wu Ming Lao Jen pernah berpesan kepada dirinya, suatu hari dia pasti akan kembali menemuinya, dan menerimanya menjadi murid.
"Apa semua ini sudah masuk dalam ramalan kakek itu dan akan menjadi takdir ku..?"
ucap Fei Yang bertanya tanya dalam hati.
Xue Lian kembali meneruskan membaca tulisan yang tertera di sana.
"Rahasia ilmu kitab tanding, terletak pada giok putih warisan leluhur, bila di tempelkan pada tempat tersedia, akan muncul petunjuknya.."
"Ahh ini berarti giok warisan ibu dan ayah lah kuncinya, suami ku.."
ucap Xue Lian penuh semangat.
Sambil mengeluarkan dua potongan Giok putih dari dalam gelangnya.
Fei Yang mengangguk setuju, lalu berkata,
"Terus ada keterangan apa lagi sayang..?"
"Ini kalimat terakhir di sini bilang, yang bisa mencabut pedang Mestika Panca Warna dari sarungnya.."
"Dialah ahli waris ilmu 4 tebasan tanpa nama,..kitab pusaka tersimpan di dalam sarung pedang..'
__ADS_1
ucap Xue Lian menyelesaikan terjemahan tulisan di langit langit gua.
Fei Yang menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Kita pelajari saja setahap demi setahap.."
"Jangan terburu buru,..ilmu ilmu ini bukan ilmu yang bisa di buat main main, efek yang di timbulkan mungkin sangat mengerikan.."
ucap Fei Yang serius.
Xue Lian mengangguk setuju, lalu berkata,
"Suami ku, bagaimana bila kita coba tempelkan giok ku di sini, kita lihat reaksinya.."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Boleh coba saja.."
Xue Lian menyambung kedua giok yang terbelah dua menjadi satu.
Setelah itu dengan hati hati dia pasangkan kedua potongan giok itu tepat di lubang yang tersedia.
Tapi hasilnya cukup mengejutkan, bayangan dewa Fu Si yang sedang memberikan penjelasan terhadap isi kitab tanpa tanding, tiba tiba lenyap.
Fei Yang dan Xue Lian sama sam melayang turun keatas tanah, mereka berdua terlihat kaget dengan hasil setelah giok warisan leluhur terpasang.
Beberapa waktu berlalu dalam hening, hingga muncul sebuah Cahaya putih berbentuk telur, setinggi tubuh manusia dewasa, persis diatas kitab tanpa tanding yang sedang terbuka.
"Keturunan ku, dengarlah baik baik, untuk berlatih ilmu ini, kalian harus memiliki pasangan hidup yang sehati dan sepikiran.."
"Ilmu ini terlalu dahsyat untuk di latih di tempat ini, kalian masuklah kedalam sini untuk melanjutkan latihan kalian..."
ucap suara Dewa Fusi dari balik cahaya putih.
Fei Yang dan Xue Lian saling menatap, mereka hampir serempak mengangguk.
Setelah saling sepakat, lewat tatapan mesra sepasang mata mereka.
Fei Yang dan Xue Lian sambil bergenggaman tangan mereka berdua melayang masuk kedalam cahaya putih bulat telur.
Begitu masuk kedalam cahaya putih, mereka berdua berpindah ke suatu tempat.
Di mana sepanjang mata memandang hanya ada lautan luas yang airnya sangat tenang.
Tidak terlihat beriak sama sekali, angin lembut Sepoi sepoi bertiup menerpa wajah mereka.
Tidak jauh di hadapan mereka terlihat seorang pria yang mereka kenali sebagai dewa fusi dan seorang wanita cantik yang wajahnya dan bentuk badannya sama persis dengan Xue Lian.
Bila tidak sedang menggenggam tangan Xue Lian istrinya, Fei Yang pasti akan mengira itu Xue Lian.
Satu satunya yang terlihat berbeda adalah di kening wanita cantik itu ada tato merah berbentuk api kecil.
__ADS_1
Itulah satu satunya perbedaan diantara keduanya.
"Kalian perhatikan baik baik kami akan memulainya."
"Satu,..! alam semesta tanpa wujud..!"
ucap Dewa Fusi pelan tapi suaranya menggelegar memenuhi seluruh tempat itu.
Terlihat Dewa Fusi dan wanita itu yang menurut perkiraan Fei Yang itu pasti Dewi Nuwa leluhur istrinya, mereka berdua sambil saling bergenggaman tangan.
Menyerap hawa di sekitarnya masuk kedalam tubuh mereka, sesaat kemudian secara bergantian mereka berdua bergerak seperti sepasang kekasih sedang menari.
Secara bergantian mereka menunjuk kearah lautan luas di hadapan mereka.
"Boommm,..!"
"Boommm,..!"
"Boommm,..!"
"Boommm,..!"
Tidak terlihat dan tidak terasa, ada angin serangan ataupun cahaya yang keluar dari jari telunjuk dan tengah mereka, yang sedang di tunjukkan kedepan.
Tapi setiap hari mereka di tunjukkan kedepan pasti laut akan meledak hebat, tersingkap hingga dasar laut berlubang.
Sehingga timbul pusaran air, di mana laut yang tadinya tenang.
Kini terlihat di mana mana muncul pusaran air yang berputar-putar turun kebawah.
"Silahkan berlatih...!"
terdengar suara Dewa Fusi saat mereka berdua mengakhiri pergerakan mereka.
Fei Yang dan Xue Lian saling menatap heran, mereka mengira Dewa Fusi dan Dewi Nuwa akan memainkan 7 jurus penakluk semesta hingga selesai.
Ternyata kenyataan nya hanya satu jurus.
Tapi mereka tidak mau berpikir banyak, dengan kemampuan analisa ilmu dasar silat.
Fei Yang dengan mudah memahami, begitu pula dengan Xue Lian, meski tidak sehebat Fei Yang ilmu analisanya.
Tapi Xue Lian yang sudah menguasai 70% ilmu analisa itu, kemampuan nalarnya cukup tajam.
Mengikuti pergerakan tadi di bawah bimbingan Fei Yang, mereka berusaha saling memahami pikiran dan perasaan pasangan mereka.
Tanpa kesulitan Fei Yang dan Xue Lian berhasil menirunya dengan sempurna.
Bahkan lesatan kekuatan ledakan setiap kali Fei Yang menunjukkan tangannya kedepan yang terjadi jauh lebih dahsyat.
Selain ledakan nya jauh lebih kuat lubang di dasar laut lebih besar, air laut terkadang mendidih seperti air menggelegak saat di masak, terkadang langsung membeku.
__ADS_1
Untungnya ini adalah alam dimensi buatan, sehingga tidak ada mahluk apapun di dasar laut yang berada di hadapan mereka.