
Karena penasaran dan ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh si iblis penghisap darah.
Fei Yang menggunakan ilmu kitab tanpa tanding bersembunyi di balik awan, diam diam bergerak mengikuti pergerakan si iblis penghisap darah.
Iblis itu terus bergerak keluar masuk hutan, Fei Yang semakin janggal, saat iblis itu mengambil jalan naik ke puncak gunung Xuan Wu.
Si iblis penghisap darah terus bergerak, dia seperti sangat hapal dengan seluk beluk tempat ini.
Dia terlihat berkelebatan memasuki daerah bebatuan gunung yang berjejer rapat.
Melihat cara dia membuka tombol memasuki tempat rahasia Li Sian Sian bersemedi.
Fei Yang semakin curiga, karena tempat rahasia ini sangat jarang ada yang tahu.
Selain dirinya dan ketiga murid andalan Kim Lan, Kim Mei dan Kim Fang tidak ada orang lain, yang mengetahui tempat rahasia ini.
Fei Yang membiarkan si iblis penghisap darah masuk duluan, setelah beberapa saat berlalu, Fei Yang baru melayang turun dari balik awan.
Dia memutar tombol yang sama, membuka pintu tersebut, kemudian dia ikut menyelinap masuk kebalik dinding batu gunung yang terbuka.
Fei Yang setelah melewati deretan batu gunung, dia kembali melihat kearah taman rahasia dan sebuah pondok sederhana, yang berada tidak jauh dari hadapannya.
Pendengaran nya yang tajam menangkap ada pergerakan di dalam pondok, Fei Yang yakin di dalam pondok itulah Si iblis penghisap darah tinggal.
Fei Yang lalu melayang ringan, mendarat di depan pintu pondok, mendorong pintu lalu melangkah masuk.
Saat tiba di dalam ruangan, Fei Yang berdiri tertegun menatap si iblis penghisap darah.
Yang terlihat sedang memberikan semangkuk darah segar, untuk di minum oleh Ye Hong Yi.
Si iblis penghisap sedikit terkejut, saat melihat kehadiran seseorang di sana.
Tapi setelah melihat siapa yang datang, dia tersenyum pahit dan berkata,
"Paman guru kamu sudah datang, maaf kamu harus melihat keadaan kami berdua yang seperti ini.."
Feii Yang tertegun mendengar suara si iblis penghisap darah sekarang, karena dia mengenalinya.
Itulah suara Kim Lan..murid senior kakak seperguruannya Li Sian Sian.
Di sisi lain, Ye Hong Yi menghentikan gerakannya, untuk membawa mangkuk berisi darah manusia itu ke mulutnya dan berkata,
"Se Cie apa maksud mu ? siapa yang sedang berdiri di depan sana?"
Sambil menghela nafas panjang, Kim Lan berkata,
__ADS_1
"Itu paman guru Fei Yang, yang selama ini selalu kamu khawatirkan keadaan nya."
"Se Cie,.. cepat usir dia,..! suruh dia pergi... ! aku tidak mau dia melihat keadaan ku yang seperti ini..!"
"Hantu bukan manusia juga bukan,..aku tak mau hu.hu..hu..!"
Teriak Ye Hong Yi panik, sambil menangis, dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Melihat Ye Hong Yi menangis sedih seperti itu, Fei Yang merasa tidak tega.
"Hong Yi jangan menangis lagi, tenangkan diri mu, aku akan menunggu di luar sana.."
ucap Fei Yang sambil melangkah mundur untuk keluar dari dalam pondok.
Sambil melangkah mundur keluar dari dalam pondok, Fei Yang memberi kode agar Kim Lan ikut dengan nya keluar dari dalam kamar tersebut.
Kim Lan mengangguk, kemudian dia menyusul Fei Yang keluar dari dalam pondok.
Di depan pondok ada kursi meja yang terbuat dari batu, yang biasanya di gunakan oleh Li Sian Sian dan Fei Yang, untuk duduk santai sambil membahas ilmu yang di.latih oleh Fei Yang.
Fei Yang duduk di sana dan berkata,
"Ayo kak Kim Lan duduklah kemari, ceritakanlah, pada ku apa yang terjadi di sini.."
Kim Lan menghela nafas sedih, lalu dia berkata,
"Setelah mereka berhasil menerobos pertahanan formasi kami, dengan bantuan beberapa mata mata yang mereka tempatkan di sisi kami."
"Begitu mereka berhasil menerobos masuk, mereka langsung melakukan hal keji, tanpa belas kasihan sedikitpun juga.."
"Mereka merampok membunuh dan memperkosa murid murid wanita Xu San, meski sudah jadi mayat sekalipun.."
cerita Kim Lan sambil berlinang air mata, mengenang kejadian mengerikan yang pernah di alami nya.
Sesaat kemudian Kim Lan kembali melanjutkan ceritanya.
"Untuk menjaga kesucian dan nama baik perguruan, kami semua memutuskan melakukan perlawanan hingga mati."
Saat angin bertiup menyibak rambut yang menutupi wajahnya, Fei Yang bisa melihat dengan jelas wajah Kim Lan yang rusak parah.
Di penuhi oleh bekas sayatan senjata tajam, yang menimbulkan bekas malang melintang di seluruh wajahnya.
"Lalu apa yang terjadi dengan kakak dan Hong Yi berdua, hingga bisa ada di sini."
tanya Fei Yang menatap kearah Kim Lan dengan prihatin.
__ADS_1
Kim Lan menghela nafas panjang dan berkata,
"Kami berempat menghadapi keroyokan ke tujuh tetua bendera Hei Mo Pang.."
"Kami berempat jelas bukan tandingannya mereka bertujuh..."
"Kami berempat begitu mulai bentrok, langsung tertekan di bawah kepungan senjata mereka.."
"Hong Yi yang paling duluan terluka sepasang mata nya, oleh bubuk beracun yang di tebarkan tetua bendera ungu."
Setelah Hong Yi terluka kondisi kami semakin timpang dan berat sebelah.."
"Hanya dalam waktu singkat kami telah mengalami luka luka di sana sini.."
"Hong Yi yang dalam keadaan terluka, kembali terkena tapak beracun ulat salju.."
"Begitu pula dengan ku, aku juga ikut terkena racun ulat salju yang sama dengan Hong Yi."
"Melihat hal ini, Kim Mei dan Kim Fang mengorbankan diri mereka, melakukan serangkaian serangan adu nyawa.."
"Agar kami berdua bisa melarikan diri..."
"Akhirnya aku berhasil membawa Hong Yi ketempat ini, kami bersembunyi beberapa bulan, hingga musuh benar benar pergi.."
"Kami baru berani mencoba untuk keluar dari sini, pergi menguburkan mayat mayat saudari kami, yang sudah tidak karuan bentuknya.."
ucap Kim Lan bercerita dengan wajah sedih."
Fei Yang ikut menghela nafas sedih dan berkata,
"Kakak sebenarnya apa yang terjadi, ? kenapa kakak kemudian bisa menjadi iblis penghisap darah,? yang muncul mengganggu masyarakat di bawah kaki gunung Xu..?"
"Paman guru, untuk mempertahankan nyawa kami berdua, yang keracunan ulat salju."
"Aku dengan terpaksa harus menangkapi para penduduk desa, mengambil darah mereka, untuk mengurangi efek hawa dingin racun ulat salju di tubuh kami.."
"Aku tahu tindakan ini sangat salah dan berdosa, tapi aku tidak punya pilihan lain.."
"Tujuan ku cuma satu, asal bisa menemukan orang yang ku percaya untuk merawat Hong Yi.."
"Aku,.. aku..akan..menebus dosa ku..Fei Yang jaga Hong Yi baik baik..Se..sela....."
ucap Kim Lan dengan suara terputus putus, dan sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, dia telah pergi untuk selama lamanya.
Melihat kejadian di depan nya, Fei Yang sangat terkejut, dia segera maju merangkul tubuh Kim Lan dan berteriak,
__ADS_1
"Kakak Kim... kakak Kim..! bangun kak..!"