PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BIKSU WU NENG DARI SHAOLIN


__ADS_3

Tapi keadaan Ce Chi yang tanpa b*sana, membuat Fei Yang sedikit canggung, untuk mendekati nya.


Fei Yang mengedarkan pandangannya mencari cari, Dia menemukan mayat Hung Chi, ternyata mengenakan jubah merah di punggungnya.


Fei Yang segera melepaskan jubah Hung Chi, lalu dia gunakan jubah itu untuk menutupi tubuh Ce Chi yang t*lanjang.


Setelah tertutup rapat, Fei Yang baru maju membantu memberikan beberapa totokkan ditubuh Ce Chi, lalu sambil berjongkok di sampingnya Fei Yang berkata,


"Mana penawarnya ? cepat keluarkan penawar mu."


Ce Chi sendiri setelah Fei Yang memberikan beberapa totokkan pada syaraf dan aliran darahnya, untuk mematikan rasa sakit dan gatal.


Kondisi nya sudah jauh lebih baik,.sambil tersenyum pahit, dia berkata.


"Sayang nya aku hanya memiliki racun, tak memiliki penawar, bila kamu tulus ingin menolong ku."


"Tolong hadiahkan satu pukulan di ubun-ubun ku, untuk mengakhiri semuanya.."


"Agar aku cepat mati, cepat reinkarnasi.."


ucap Ce Chi dengan nada memelas.


Fei Yang terkejut bercampur kesal mendengar ucapan Ce Chi.


Kini pupuslah harapan nya, mencari penawar dari iblis wanita berwujud manusia ini.


Dengan senyum kecewa Fei Yang bangkit berdiri dan berkata,


"Kamu nikmati saja hasil karya mu sendiri.."


"Membunuh mu, hanya mengotori tangan ku, percaya lah dengan hidup mu yang sarat dosa, matipun jangan harap bisa reinkarnasi.."


ucap Fei Yang mengejeknya.


Lalu dia langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Ce Chi.


Fei Yang mencari bekas bungkusan racun yang di gunakan oleh Ce Chi, untuk menyerangnya tadi.


Dengan hati hati Fei Yang menyimpan bungkusan racun ungu, yang masih ada sisa tepung beracun ke dalam bungkusan tersebut.


Fei Yang berencana akan menggunakannya, untuk di teliti lebih lanjut, untuk mencari tahu isi kandungan dari racun tersebut.


Agar dia bisa menemukan obat penawar yang tepat, untuk menyembuhkan Hong Yi.


"Anak muda terima kasih banyak, kamu telah merepotkan diri menolong nyawa tua ini ."


"San Cai,.. San Cai... San Cai...!"


ucap biksu tua itu sambil membungkukkan badannya, dengan telapak tangan miring didepan dada.


Fei Yang buru buru memberikan penghormatan balasan kearah biksu tua itu.

__ADS_1


Dan berkata,


"Itu cuma masalah kecil, sudah merupakan kewajiban ku untuk menolong orang yang sedang dalam kesulitan, Su Hu (Panggilan penghormatan untuk seorang penyebar darma) tak perlu bersikap seperti ini.."


Biksu tua itu tersenyum dan berkata,


"Anak muda, kulihat usia mu tentu belum genap 20 tahun, tapi anda sudah memiliki kemampuan yang sangat mengagumkan, ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa."


"Bolehkah aku tahu siapa nama mu dan siapa nama guru mu yang mulia..?"


"Nama ku Fei Yang, aku punya banyak guru dan di antara mereka semua, tidak ada satupun yang masih berada di dunia ini."


ucap Fei Yang apa adanya.


Biksu tua itu tersenyum maklum dan tidak memaksa, karena di dunia persilatan memang banyak orang aneh yang sengaja menyembunyikan nama, kepandaian, terutama nama guru mereka.


Hal itu sudah biasa terjadi, terutama orang orang yang memiliki kesaktian tinggi.


Seperti dirinya sendiri yang sebenarnya masih merupakan paman guru Khong Sim dan Khong Ti.


Tapi dia malah lebih suka menjadi seorang biksu sederhana, yang berkelana keempat penjuru dunia untuk membantu orang.


Biksu tua itu setelah mengangguk kecil memaklumi kesulitan Fei Yang, dia pun kembali berkata,


"Saudara muda Yang, tempat ini agak sepi dan jarang di lalui oleh orang, kenapa anda bisa berada di sini..?"


Mendengar pertanyaan biksu tua itu, Fei Yang jadi teringat dengan Hong Yi, yang masih bersembunyi di balik pohon sana, menantinya.


ucap Fei Yang sambil memberi hormat.


Lalu tanpa menghiraukan kebingungan biksu tua itu, Fei Yang sudah menghilang dari hadapan nya.


Dia langsung muncul di samping Hong Yi dan berkata,


"Ayo kak Hong Yi, kita turun kebawah sana, sekarang di bawah sana sudah aman.."


Tanpa menunggu jawaban Hong Yi, Fei Yang sudah membawanya terbang turun kehadapan biksu tua itu.


"Su Hu kenalkan,.. ini kakak ku Hong Yi, kami berdua adalah pengembara yang kebetulan melewati tempat ini.."


ucap Fei Yang sedikit berbohong, dalam menjawab pertanyaan biksu tua yang baru di kenalnya itu.


Fei Yang kini selalu bersikap hati-hati, karena hati dan pikiran manusia sangat sulit di tebak.


Penampilan luar tidak bisa mewakili apa pun.


Peristiwa kakak sepupunya, yang tega ingin membunuhnya dulu, adalah salah satu contoh dan pelajaran berharga untuknya.


Makanya berwaspada dan berhati-hati, adalah yang terbaik daripada nanti menyesal dan kecewa.


Hong Yi dan biksu tua itu saling memberi hormat, Biksu tua itu menatap Hong Yi sejenak lalu berkata,

__ADS_1


"Nona muda maaf, apa yang terjadi dengan mata mu..?"


Hong Yi menanggapi pertanyaan Biksu tua itu dengan tersenyum pahit.


Sebelum dia sempat menjawab, Fei Yang lah yang membantunya menjawab,


"Terus terang saja Su Hu, mata kakak ku ini menjadi seperti ini, karena ulah wanita itu.."


"Kami saat ini mengembara, tujuannya adalah mencari dia, untuk memperoleh obat penawar, demi kesembuhan mata kakak ku.."


"Tapi seperti yang Su Hu ketahui, wanita itu ternyata tidak memiliki penawarnya..dia sendiri pun adalah orang yang sedang menunggu ajal."


ucap Fei Yang menjelaskan.


Lalu Fei Yang menoleh kearah Hong Yi dan berkata,


"Kak musuh lama mu ada di sana, mau bunuh mau potong semua terserah pada mu.."


Hong Yi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku sudah tahu keadaan nya saat ini, biarkanlah dia musnah dan hancur dengan sendirinya.


Belum selesai ucapan Hong Yi, Ce Chi kembali melolong dan menjerit kesakitan, sambil bergulingan di atas tanah.


Melihat hal ini, biksu tua yang berhati welas itu merasa tidak tega, sambil menghela nafas panjang dan berkata,


"Omitofo,...!"


Biksu tua itu menunjukkan jari kelingkingnya kearah Ce Chi, yang sedang bergulingan dan menjerit jerit kesakitan.


Seberkas sinar keemasan menembus dahinya, Ce Chi pun terdiam tak bergerak lagi, dengan mata terpejam rapat.


Jidatnya terlihat berlubang dan mengeluarkan asap.


"Biar yang tua ini, menanggung dosa ini dan melepaskan mu dari penderitaan, semoga di kehidupan berikutnya kamu bisa berada di jalan yang benar.."


"Omitofo..."


ucap biksu tua itu, sambil memberi hormat 3 kali kearah mayat Ce Chi.


Fei Yang menatap kagum dengan kemampuan dan pergerakan sederhana, tapi memiliki kekuatan dahsyat yang di tunjukkan oleh biksu tua itu.


"Su Hu,.. kalau boleh tahu, siapa Su Hu ini sebenarnya.."


tanya Fei Yang penuh kagum.


Bila bukan Ce Chi menggunakan cara kotor, ke 4 tetua Hei Mo San, jelas bukan merupakan lawan dari biksu tua ini, batin Fei Yang dalam hati.


Biksu tua itu tersenyum ramah dan berkata,


"Orang orang di kuil mengenal ku sebagai biksu Wu Neng, San Cai,.. San Cai,.. San Cai...!"

__ADS_1


__ADS_2