
Bergerak bagaikan ratusan ribu lebah, yang berbelok keatas menyerang Diagram kuno, yang terus melakukan tekanan kebawah.
Beberapa saat setelah melihat serangan energi' belatinya, sulit menembus atau pun menahan Diagram kuno Xuan Ming.
Malini merubah dirinya menjadi seekor Phoenix Api terbang keatas, menabrak kearah Diagram kuno, sambil menyemburkan Api biru kearah Diagram kuno Xuan Ming.
Perlahan-lahan Diagram kuno itu mulai retak retak semakin lama semakin lebar.
Akhirnya pecah berantakan, Malini berhasil menerobos keluar dari tekanan diagram kuno itu.
Dia beterbangan di udara dalam wujud seekor Burung Phoenix api, setelah berputaran beberapa kali di udara.
Malini melesat turun dengan kecepatan tinggi, mengarahkan cakar dan paruhnya untuk menyerang kearah Xuan Ming.
Xuan Ming berdiri santai menunggu, hingga serangan Phoenix api itu mendekat.
Xuan Ming baru merentangkan tangannya kedepan, sebuah busur besar, terbuat dari batu Kumala hijau.
Muncul dalam genggaman tangan
Xuan Ming, begitu tali busur yang tercipta dari cahaya energi di rentangkan.
Sebuah anak panah yang tercipta dari energi bersinar ungu muncul.
Saat tali busur dilepaskan.
anak panah yang terbentuk dari energi cahaya ungu, melesat cepat kedepan meninggalkan seberkas garis cahaya ungu, yang di kelilingi oleh cahaya petir disekitarnya.
Anak panah berwarna ungu itu, bergerak dengan sangat cepat menyambut Phoenix api, yang sedang menerjang dirinya.
Panah menembus bagian leher Burung Phoenix Api, Phoenix api kehilangan keseimbangan.
Tubuhnya berputar-putar di udara meluncur dengan deras jatuh kebawah.
Setelah mendarat di atas tanah, Bayangan Phoenix api tersebut menghilang yang tersisa hanya tubuh' Malini yang jatuh tertelungkup di atas tanah, dalam kondisi mengenaskan.
Dari luka di lehernya yang tertembus panah, darah mengucur deras bagaikan air keran dibuka.
Lan Hua Lan Mei Lan Fung tiga murid utama Malini.
Segera melayang menghampiri tubuh malini yang tergeletak di atas tanah.
Mereka bertiga buru-buru mengevakuasi guru mereka, menjauhi arena pertempuran.
Malini terluka parah, Yi Han Tao Se sudah berada di sisi Malini, Dia menotok dan menyalurkan tenaga dalam nya untuk menolong Malini.
Tapi beberapa saat kemudian dengan wajah sedih, dia menggelengkan kepalanya dan berkata,
__ADS_1
"Malini pergilah dengan tenang, guru tahu kamu sudah berusaha yang terbaik.."
"Kalian bertiga kembalilah ke Gunung Phoenix untuk mengurus jasad guru kalian.."
"Pimpinlah seluruh saudara seperguruan kalian, untuk kembali ke gunung Phoenix api."
ucap Yi Han Tao Se pelan.
Ketiga murid utama Malini, mengangguk kecil sambil menghapus airmata di pipi .
Mereka bertiga di bantu oleh Pai Lan Yi, menggunakan Tandu membawa jasad Malini meninggalkan tempat tersebut.
Fei Yang,.. yang ikut berlutut di samping Malini, dia juga merasa sedih dan marah, tapi dirinya tidak berdaya.
Baik ingin menyelamatkan Malini, maupun membalas dendam untuknya.
Kemampuannya masih terlalu jauh selisihnya dari Xuan Ming.
Dia hanya bisa mengingat satu persatu, wajah ketiga pengacau yang datang membuat keributan di Xu San.
Sambil menghela nafas panjang Fei Yang berkata,
"Terimakasih kak Malini..selamat jalan kak.."
Fei Yang menatap sedih kearah wajah Malini yang terlihat pucat, bibirnya pun sudah mulai membiru.
Dengan tewasnya Malini, maka seluruh murid Gunung Phoenix api pun menarik diri mundur kembali ke puncak gunung Phoenix, mengikuti arahan Yi Han Tao Se.
Sementara itu posisi Malini kini di gantikan oleh Li Sian Sian, yang menggunakan pedang lentur nya menghadapi Xuan Ming.
Setelah melihat Malini tewas, Zhou Lei menjadi sangat marah.
Dia mengerahkan seluruh kekuatan nya, melepaskan Cahaya golok biru raksasa, yang sanggup menghancurkan apapun yang dilewatinya.
Termasuk perisai Diagram Hitam yang dilepaskan Xuan Hei, untuk menahan serangan Zhou Lei.
Juga ikut
Xuan Hei membuat lingkaran yang lebih besar untuk menahan serangan Zhou Lei.
Tapi lingkaran besar itu, tetap tidak sanggup menahan serangan Zhou Lei, yang sangat mengerikan itu.
Lingkaran yang dibuat oleh Xuan Hei pecah berantakan, baru terkena tekanan hawa goloknya saja, Xuan Hei sendiri sudah jatuh terduduk di atas tanah.
Dia hanya bisa menatap dengan pasrah tebasan Golok biru raksasa Zhou Lei, yang sedang bergerak mendekatinya.
Saat Golok bercahaya biru hampir mengenai Xuan Hei, sebuah cambuk yang tercipta dari energi api neraka milik Xu Da.
__ADS_1
Melilit batang Golok Biru raksasa yang dilepaskan oleh Zhou Lei, sehingga Golok itu sesaat tertahan lajunya, dan menggantung di udara.
Dengan sekali sentak, Golok biru itu tertarik melenceng menyabet kearah Li Sian Sian, yang sedang mendesak Xuan Ming dengan tujuh cahaya pedangnya.
Yi Han Tao Se muncul di dekat Li Sian Sian, dia menghalangi serangan golok biru yang datang.
Dengan membentuk sebuah perisai dengan gambar Pat Kwa, Yi Han Tao Se menahan serangan Zhou Lei menyerapnya kedalam lingkaran Pat Kwa.
Lalu Lingkaran Pat Kwa raksasa itu pecah, berubah menjadi ribuan Pat Kwa kecil, yang melesat menyerang kearah Xu Da.
Xu Da yang menerima serangan tersebut, terpaksa mengayunkan cambuk energi api neraka nya.
Berputar putar membentuk pusaran lingkaran cambuk api, yang memiliki kekuatan menyedot serangan apa pun yang datang.
Semua serangan cahaya Pat Kwa kecil kecil, semua berhasil tersedot kedalam pusaran ayunan cambuk api Xu Da.
Semua lingkaran Pat Kwa kecil yang tertarik kedalam pusaran, langsung hangus terbakar hingga tak berbekas.
Adalah kini pusaran itu semakin lama semakin membesar, Api di dalam pusaran pun mulai berubah menjadi keunguan.
Yi Han Tao Se yang tak ingin semua kekuatan pukulan nya tersedot, segera menarik kembali tenaganya.
Lalu dia menarik pasir batu tanah bahkan semua senjata orang di sekitarnya, dengan satu kali putaran.
Semua itu di hentakan kearah pusaran api neraka Xu Da, Serangan kekuatan yang datangnya seperti badai pasir itu, berhasil memadamkan pusaran api.
Dan mematahkan arus pusaran, mentalkan cambuk api neraka Xu Da.
Bahkan ratusan Pedang terbang mengejar kearah Xu Da.
Xu Da memanfaatkan tenaga dorongan dari Yi Han Tao Se, untuk terbang mundur menjauh.
Dia memutar sepasang tangannya menghalau pedang, yang sedang melesat kearahnya.
Semua Pedang yang mengancam dirinya patah hancur, terkena kibasan tangan nya.
Patahan pedang yang hancur itu kemudian, dia lontarkan kembali kearah Yi Han Tao Se.
Dia juga menyusulnya dengan sebuah pukulan bola matahari raksasa kearah Yi Han Tao Se.
Yi Han Tao Se mendorongkan kedua tangannya kedepan, dua tenaga berlawanan lembut dan keras.
Maju menyambut serangan Xu Da, yang datang dan menghancurkan semua serangan itu.
Di saat bola matahari raksasa' berhasil di buyarkan oleh kekuatan kedua tangan Yi Han Tao Se.
Xu Da tiba-tiba muncul di hadapan Yi Han Tao Se, dengan sepasang telapak tangan terbuka.
__ADS_1