
"Ahh kakak mengapa,.. harus seperti ini..?"
ucap Fei Yang sedih, sambil memeluk tubuh Kim Lan.
Rupanya di saat sedang bercerita tadi, secara diam diam saat ceritanya hampir selesai, Kim Lan memilih bunuh diri dengan menancapkan sepasang belati kedalam perutnya,.lalu merobek perutnya sendiri.
Fei Yang tidak mengetahui hal itu, karena posisi duduk mereka terhalang meja batu.
Sehingga dia tidak melihat aksi Kim Lan di bawah meja, yang memang sengaja di lakukan secara diam-diam.
Saat Fei Yang merasakan ada yang tidak beres dengan Kim Lan, semua sudah terlambat.
Nyawa Kim Lan telah melayang, bagaimana Fei Yang menotok menghentikan jalan darah.
Mengurut dan menyalurkan tenaga dalam, semua sudah terlambat, nyawa Kim Lan telah putus, akibat kerusakan parah organ vitalnya yang robek lebar.
Fei Yang hanya bisa berteriak sedih, sambil merangkul tubuh Kim Lan dengan erat.
Karena dia sendiri sudah kehabisan akal, tidak tahu cara menolong nyawa Kim Lan.
Selain terus meneteskan air mata, Fei Yang sudah tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Di saat bersamaan, Hong Yi yang mendengar suara keributan di luar sana, Hong Yi dengan sepasang tangan meraba raba kedepan.
Berjalan keluar dari dalam pondok, meski beberapa kali tersandung meja kursi dan kaki pintu.
Tapi Hong Yi akhirnya berhasil keluar dari dalam pondok dan berkata,
"Paman guru,.. apa,..apa... yang terjadi ?"
Hong Yi terlihat gugup, karena merasakan ada sesuatu yang tidak beres di depan sana.
Melihat kemunculan Hong Yi, Fei Yang buru buru meletakkan jasad Kim Lan di atas tanah.
Lalu dia berkelebat dan muncul di samping Ye Hong Yi.
Fei Yang menyambut dan menggenggam tangan Ye Hong Yi dengan lembut.
Lalu sambil membantu membimbing Hong Yi mendekati jasad Kim Lan,. Fei Yang berkata dengan sedih,
"Kak Kim Lan telah pergi,. dengan caranya sendiri.."
"Apa,.. apa... maksud mu.? bukannya kak Kim Lan tadi baik baik saja ? mengapa ? mengapa bisa..?"
tanya Ye Hong Yi menghadap kearah Fei Yang dengan mimik wajah tak percaya.
__ADS_1
Ye Hong Yi merasa sangat sedih dan sangat kehilangan dengan kepergian Kim Lan..
Bila bukan Kim Lan yang terus merawat dan menjaganya selama ini, dia tentu sudah lama mati keracunan dan kelaparan..
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kak Kim Lan hanya berpesan agar aku menggantikannya menjaga mu.."
"Ahhh kak Kim Lan,... kak Kim Lan,...hu...hu..hu...!"
"Jangan tinggalkan Hong Yi kak...jangan kak...!"
teriak Hong Yi sambil duduk bersimpuh di samping jasad Kim Lan dan terus menggoyangkan tubuh Kim Lan.
Fei Yang membuang mukanya kesamping, sambil menengadahkan kepalanya keatas menahan kesedihan yang menyesaki dadanya.
Fei Yang tidak kuat melihat keadaan Kim Lan dan Hong Yi saat itu.
Karena terlalu sedih dan menangis berlebihan, Hong Yi akhirnya pingsan di samping jasad Kim Lan.
Melihat hal ini, Fei Yang buru buru menggendong Hong Yi kedalam pondoknya.
Setelah membaringkan Hong Yi keatas tempat tidur nya.
Fei Yang baru keluar dari dalam pondok, untuk menguburkan jasad Kim Lan.
Fei Yang kemudian berlutut bersembahyang di depan makam baru Kim Lan.
Sesaat kemudian Fei Yang baru kembali kedalam pondok, di mana Hong Yi terlihat sudah sadar dan sedang menangis pilu memunggunginya sambil berbaring.
Sambil menghela nafas panjang Fei Yang melangkah menghampiri Hong Yi dan duduk di belakangnya.
"Hong Yi sudahlah jangan menangis lagi, ini semua sudah menjadi pilihan dan keputusan kak Kim Lan, kita harus hargai keputusan nya ini.."
ucap Fei Yang mencoba membujuk Hong Yi.
"Ya tapi kenapa,.. ? kenapa harus dengan cara seperti ini..?"
ucap Hong Yi sedih.
"Menurut cerita kak Kim Lan tadi, kalian berdua terkena racun ulat es, jadi tubuh kalian selalu mengigil kedinginan tiap malam tiba.."
"Untuk mengurangi efek dingin ini,.satu satunya cara adalah mengambil darah manusia dan energi kehidupannya."
"Baru kalian bisa bertahan dari efek racun ulat es.."
__ADS_1
"Mungkin karena merasa berdosa dan bersalah, akhirnya kak Kim Lan memilih jalan pendek ini, mengakhiri hidupnya sebagai penebus dosa..."
Mendengar penjelasan Fei Yang, Hong Yi semakin menangis lebih sedih lagi.
Karena dia merasa selama ini, demi menjaganya lah, Kim Lan harus jatuh kedalam perbuatan berdosa itu, sehingga akhirnya harus menebusnya dengan nyawanya sendiri..
Rupanya selama ini cairan kental dan amis yang selalu di minumnya setiap hari, untuk mengatasi hawa dingin yang menyerang tubuhnya , ternyata adalah darah manusia.
Tiba-tiba Hong Yi kembali merasakan tubuhnya kembali di serang hawa dingin.
Hingga dia meringkuk, mengigil hingga gigi atas dan bawahnya beradu bergemerutukkan...
Melihat hal ini, Fei Yang segera membangunkan Hong Yi duduk bersila.
Fei Yang menggunakan jari tangan nya, melukai telapak tangan Hong Yi hingga berdarah.
Kemudian Fei Yang menempelkan sepasang telapak tangannya yang berisi hawa sakti api semesta, kebelakang punggung Hong Yi.
Perlahan lahan tenaga Fei Yang mengalir masuk kedalam tubuh Hong Yi, yang masih gemetaran, meski dalam keadaan setengah sadar.
Hal ini terjadi karena Hong Yi belum sempat minum darah manusia, yang di bawakan oleh Kim Lan untuk nya tadi.
Kemudian setelah Hong Yi tahu itu adalah darah manusia, Hong Yi memilih untuk tidak meminumnya.
Hal inilah yang menyebabkan penyakit lama Hong Yi kembali kambuh.
Aliran tenaga panas Fei Yang masuk kedalam tubuh Hong Yi, bergerak mengitari seluruh tubuh Hong Yi.
Mulai dari ujung kaki, hingga naik keatas kepala, kemudian perlahan-lahan mendorong ulat beracun yang bersemayam di dalam tubuh Hong Yi untuk dipaksa bergerak kearah telapak tangan Hong Yi, yang di lukai oleh Fei Yang.
Ulat es tidak kuat menghadapi tekanan hawa panas dari Fei Yang yang bergulung-gulung datangnya.
Sehingga ulat es itu terus bergerak di bawah kulit daging Hong Yi, di giring perlahan-lahan menuju telapak tangan Hong Yi.
Dengan satu kali dorongan, ulat itu melompat keluar dari luka di telapak tangan Hong Yi yang terbuka.
Begitu ulat melompat keluar dari dalam telapak tangan Hong Yi, dengan satu jari telunjuknya yang mengeluarkan sinar kemerahan.
Fei Yang membakar tubuh ulat es itu hingga hancur tak bersisa.
Setelah berhasil mengeluarkan ulat es tersebut, Fei Yang baru menarik kembali tenaga api semesta nya dari tubuh Hong Yi
Kini tubuh Hong Yi terlihat lebih stabil dan tidak mengigil lagi seperti tadi.
Fei Yang dengan hati-hati membaringkan tubuh Hong Yi, untuk kembali tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
Fei Yang menatap wajah Hong Yi yang tertidur pulas dengan sedih.
Fei Yang merasa kasihan dengan nasib Hong Yi.