
Fei Yang langsung melakukan tebasan beruntun kearah seluruh tubuh pemuda baju hijau itu.
Pemuda itu sedikit terkejut melihat sepasang pedang di tangan Fei Yang.
Dia langsung terbang menjauh dan berkata,
"Apa hubungan mu dengan Nan Huo Wu Ti dan Pei Ping Wu Ti,..!?"
"Mereka adalah guru ku, kenapa,.!?"
ucap Fei Yang.
Pemuda itu tertawa keras dan berkata,
"Bagus,..Tuhan mengabulkan permohonan ku, meski mengasingkan diri ratusan tahun disini.."
"Aku masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan ahli waris mereka,.."
"Hari ini aku akan menebus rasa malu yang mereka torehkan pada ku.."
"Cing Se Cien (Pedang ular emas),... kamu.dimana,..!!"
Sebatang pohon bambu tua di belakang pria baju hijau itu, meledak hancur berkeping-keping.
Sebatang pedang kusam bengkok bengkok mirip lidah ular, melayang keluar dari dalam batang pohon bambu yang meledak.
Melesat masuk.kedalam genggaman tangan pria berbaju hijau itu.
Pria itu terbungkus oleh energi cahaya, keemasan, sehingga serangan beruntun sepasang pedang Fei Yang, tidak ada yang mampu menembus perisai pelindungnya.
Begitu pedang kusam itu berada dalam genggaman tangannya, pria itu menghentakkan energinya.
Hingga pedang itu mengeluarkan suara berdengung keras.
Di mana di bagian tengah atas gagang pedang, sebuah roda bergerigi berputar cepat.
Tiba-tiba pedang bengkok mirip lidah ular, yang berwarna kusam, berubah warna menjadi kuning keemasan,.semua pelapis hitam kusam rontok semuanya.
Kini di tangan pemuda baju hijau itu, terlihat sebatang pedang yang bersinar keemasan berkilauan menyilaukan mata.
Saat pantulan cahaya matahari membias kearah.mata Fei Yang, pedang ular emas yang berada dalam genggaman pria itu, bergerak cepat menusuk kearah leher Fei Yang, dengan kecepatan yang sulit di ukur.
Fei Yang sangat kaget, dia terpaksa mengangkat sepasang pedangnya, untuk menahan serangan tersebut.
"Trangggg,...!!"
Bunga api berpijar saat ujung pedang ular emas, membentur badan pedang Fei Yang.
__ADS_1
Tidak cukup sampai disana, pedang itu telah berubah menjadi tujuh bayangan menusuk tujuh organ penting ditubuh Fei Yang.
Untung Fei Yang punya ilmu terbang mengendalikan awan.
Sepasang kaki Fei Yang seperti di selimuti awan, tubuhnya sudah menghilang dari posisinya, lalu memberikan serangan balasan, menebas kearah leher pendekar ular emas dengan tidak kalah cepat.
Pria berbaju hijau yang merupakan, pendekar ular emas, dia memutar pedangnya menangkis serangan keleher nya dengan sangat cepat.
"Trangggg,...!!"
Fei Yang dan pendekar ular emas, sama sama terpental mundur kebelakang.
Terdorong oleh tenaga pedang mereka, yang terisi kekuatan dahsyat.
Seterusnya kedua orang itu saling serang, yang menimbulkan ledakan dahsyat di mana mana.
"Boommm,...Boommm,..!!
Boommm,...Boommm,...!!
Boommm,...Boommm,...!!"
Pohon bambu bertumbangan, menimbulkan suara hiruk pikuk, batu pasir tanah berhamburan terkena efek ledakan.
50 jurus telah berlalu, mereka berdua masing saling serang dengan dahsyat, sambil berterbangan diudara.
Justru langkah ajaib Fei Yang tidak lagi efektif, sudah terbaca oleh pendekar ular emas, yang memiliki pengalaman bertarung jauh diatas Fei Yang.
Berkali kali mereka saling serang dalam jarak dekat, hingga akhirnya saling terpental mundur.
Kemudian di lanjutkan lagi dengan saling serang dari jarak jauh, dengan mengandalkan energi cahaya emas, biru, merah berseliweran menimbulkan ledakan di mana mana.
Pada satu kesempatan tubuh pendekar ular emas, berputaran diudara seperti kincir angin, tanpa menyentuh tanah.
ratusan cahaya pedang ular emas melesat mengurung jalan mundur dan maju Fei Yang.
Sehingga Fei Yang hanya bisa terbang mundur, sambil mainkan kedua pedangnya seperti kitiran, menangkis semua cahaya pedang yang mendekati dirinya.
Hingga akhirnya tinggal sebatang pedang yang bergerak cepat berputar-putar seperti mata bor mengincar tenggorokannya.
Fei Yang terpaksa melempar dirinya kebelakang sambil menggunakan ujung kakinya, menendang tangan pendekar ular emas yang memegang pedang.
Tapi tendangan kaki Fei Yang, masih berhasil ditepis oleh telapak tangan kiri, pendekar ular emas yang bebas.
Memanfaatkan tenaga tepisan itu, Fei Yang berhasil menebas perut pendekar ular emas, setelah dia melakukan gerakan memutar.
Cahaya merah biru melesat, melewati perut pendekar ular emas, meski perut pendekar ular emas terlindung oleh tenaga sakti cahaya sisik ular emas.
__ADS_1
Tubuh pendekar ular emas tetap terpental mundur jauh kebelakang, sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Karena organ pentingnya terguncang oleh benturan keras tersebut.
Melihat hal ini, Fei Yang tidak mau menyia nyia kan kesempatan, dia segera melesat kedepan mengejar kearah pendekar ular emas, dengan sepasang pedangnya.
Melakukan tebasan jarak jauh sekaligus, terus mengejar kearah pendekar ular emas yang sedang terpental mundur.
Tebasan jarak jauh berkali kali sempat ditangkis.dan menimbulkan ledakan berulang ulang, yang membuat tubuh pendekar ular emas semakin menjauh, dari kejaran pedang Fei Yang.
Melihat hal ini, Fei Yang menambah kecepatan pengejaran nya, tanpa lagi melepaskan tebasan jarak jauh.
Setelah jarak mereka cukup dekat dengan cepat Fei Yang menyerang dengan dua tikaman mematikan, satu ke jantung, satu keleher.
Fei Yang sangat yakin sekali ini lawannya pasti mampus.
Tanpa di duga, pendekar ular emas menggunakan badan pedangnya, menahan tusukan.pedang api kearah lehernya.
Sedangkan tusukan kearah perut, dia tahan dengan tenaga sakti cahaya sisik ular emas.
Pendekar ular emas, kembali memuntahkan.darah dari mulutnya.
Meski memuntahkan darah, tapi dia menyunggingkan senyum penuh kemenangan.
Fei Yang masih terlalu muda, dia masih kalah pengalaman, belum mengenal arti bahaya dan kelicikan dunia persilatan.
Sebelum Fei Yang sempat curiga, lima batang senjata rahasia berulir mirip ular mas, melesat dengan kecepatan luar biasa kearah Fei Yang.
Fei Yang sudah berusaha secepat mungkin membuang diri berputaran diudara.
Sambil menggunakan pedang api yang tadi membentur badan pedang ular.emas, dia tarik kembali untuk melakukan tangkisan secepatnya.
Fei Yang berhasil menangkis jatuh 3 dari 5 batang senjata rahasia pendekar ular emas.
Tapi dua lainnya bersarang telak di dada Fei Yang, meski terlindungi oleh tenaga sakti.es.dan api.
Tetap saja senjata rahasia unik berulir mirip ular emas kecil itu, berhasil menancap setengahnya di dada Fei Yang.
Untungnya pendekar ular emas, tidak suka bermain racun, sehingga senjata rahasianya meski sangat mematikan, tapi sama sekali tidak mengandung racun.
Kini baik Pendekar ular emas maupun Fei Yang sama sama saling mundur menjauh.
Pendekar ular emas berdiri diam berusaha memulihkan luka dibagian dalam tubuhnya, dengan tenaga sakti.
Sedangkan Fei Yang menghentakkan tenaga sakti nya, sehingga dua batang senjata rahasia yang menancap di dadanya jatuh diatas tanah.
Lalu Fei Yang menghentikan pendarahan dengan menotok beberapa jalan darah di bagian dadanya.
__ADS_1