PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEKELIRUAN URUTAN KITAB PAI SU SENG


__ADS_3

Orang pertama terpelanting bergulingan diatas tanah, saat mencoba untuk bangkit berdiri, dari mulutnya menyemburkan darah segar.


Orang pertama berlutut dengan kaki sebelah, sebelah tangan kanan menopang tanah tangan kiri memegangi dadanya yang terasa nyeri.


Bila bukan berkat bantuan dari dari pedang hitam di punggungnya, dia pasti sudah tewas.


Orang kedua yang menyerang dengan kaki nya, menghadapi serangan dua ekor naga yang datang menerjang kearahnya dari langit.


Serangan Naga langit ini mengunci pergerakan nya dan membuyarkan semua tendangan pusaran anginnya.


Dia juga terpental bergulingan diatas tanah, kondisinya tidak jauh lebih baik dari kondisi orang pertama.


Orang ketiga yang menggunakan tinju petir, menghadapi serangan dua ekor naga emas, yang memecah diri menjadi 18 bayangan naga emas, bergerak meliuk-liuk mengerubutinya dari 18 arah.


Seluruh tubuhnya bagaikan di terjang 18 petir, orang ketiga pun terpental bagaikan layangan putus.


Gerakan nya baru berhenti setelah tertahan oleh batu besar di belakangnya yang hancur berkeping-keping ditabrak oleh nya.


Orang ketiga yang terluka paling parah, dia langsung tidak sadarkan diri.


"Katakan siapa kalian,..!?"


"Atau jangan harap bisa melihat matahari terbit esok.."


ucap Yue Feng sambil menahan serangannya.


Inilah kedahsyatan 8 Tapak Naga langit, begitu dilepaskan, dua ajan menyesuaikan sikon ilmu lawan, akan terus meledak tanpa henti hingga lawan tewas.


Dengan tenaga sakti warisan gurunya yang berumur diatas 600 tahun.


Kekuatannya sulit di bayangkan mungkin hanya tokoh tokoh level senior yang mampu menghadapi Yue Feng.


Kedua orang pertama dan kedua menjenguk dingin.


Orang pertama sambil bangkit berdiri dia mengerahkan 25 energi pedang hitam melesat menerjang kearah Yue Feng.


Sedangkan orang kedua, menggunakan sebatang golok biru, untuk di tebaskan kearah Yue Feng.


Sebuah cahaya golok biru raksasa yang membekukan area yang di lewatinya melesat menghantam kearah Yue Feng.


"Enam Naga Langit pemusnah Dunia.!'


teriak Yue Feng sambil melepaskan pukulannya, menyambut serangan orang pertama dan kedua itu.


Benturan Dahsyat terjadi di udara, kedua orang bertopeng setan terpental bagaikan layang putus menyusul orang Ketiga.


Sebuah Bola energi transparan raksasa menerjang menyusul kearah Yue Feng.

__ADS_1


"Blaarrr,.!!"


Di saat terjadi ledakan dahsyat di udara akibat benturan 6 bayangan naga emas dengan bola energi putih.


Sebuah benda sebesar telur bebek di lempar keatas tanah,


"Baammm,..!!"


Seluruh tempat tersebut berubah menjadi lautan asap putih.


Pandangan mata Yue Feng terhalang hanya ke 6 naga mas yang terus bergerak menghantam apapun yang berada di hadapan mereka.


Sebelum akhirnya mereka kembali masuk kedalam tubuh Yue Feng.


Saat Yue Feng mengebut ngebut kan kedua lengan bajunya, yang menimbulkan angin kuat menghapus kabut asap yang menghalangi pandangan nya.


Tempat itu telah kosong, tidak terlihat ada siapapun di sana.


Hanya bekas pertempuran dahsyat , yang tersisa di tempat itu.


Yue Feng menghela nafas panjang dan berkata,


"Sungguh berbahaya, bila bukan karena di lindungi kekuatan warisan guru, aku yakin, hari ini aku pasti akan tewas di tangan mereka.."


"Semoga saja tidak terjadi bencana yang lebih besar setelah mereka terluka.."


Selesai bergunaan, Yue Feng dengan perasaan cemas langsung cepat cepat terbang kembali ke Xu San, dia khawatir anak istrinya dan perguruannya di puncak Xuan Wu menjadi sasaran lawan.


Istrinya yang cantik terlihat sedang menggendong Yue Lin putra mereka yang masih bayi, sambil mengawasi murid murid mereka berlatih.


Yue Feng pun menghela nafas lega, sambil tersenyum lebar dia berjalan menghampiri mereka.


Melihat suaminya sudah pulang, sambil tersenyum manis Hong Yi menuruni undakan tangga, berlari kecil menghampiri suaminya.


Yue Feng mengulurkan tangan kanannya menyambut bayi mereka menciuminya.


Lalu tangannya yang lain merangkul bahu istrinya dengan mesra juga memberikan sebuah ciuman hangat di kening istrinya dan berkata,


"Sayang kalian semua baik baik saja kan selama aku tidak ada..?"


Hong Yi sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya dan melingkarkan tangannya dengan manja di pinggang Yue Feng, dia berkata,


"Kami semua baik baik saja, tidak ada yang perlu di khawatir kan.."


"Sebaliknya kakak Feng sendiri bagaimana ?"


"Panjang ceritanya, nanti aku ceritakan di dalam setelah kita bikin pita kedua kita.."

__ADS_1


ucap Yue Feng sambil tersenyum menggoda Hong Yi.


Wajah Hong Yi langsung merah, dia melepaskan diri dari pelukan suaminya dan berkata,


"Gak mau dasar tidak tahu malu,.."


Lalu sambil tertawa dia berlari menuju tempat kediaman mereka sebelum berlari masuk kedalam rumah.dia melemparkan senyum menantang kearah suaminya.


Yue Feng sambil tertawa lebar tak lupa berpesan ke murid muridnya.


"Teruskan latihan kalian jangan berhenti sebelum matahari tenggelam..!"


Setelah itu sambil menggendong Yue Lin yang sedang tertidur pulas, Yue Feng menyusul Hong Yi masuk kedalam rumah.


Di tempat lain terlihat Seorang manusia bertopeng setan bertubuh tinggi besar dengan tubuh sedikit terhuyung-huyung, dia membawa 3 orang yang berpakaian dan berpenampilan sama dengan nya masuk kedalam sebuah gua.


Pria bertubuh tinggi besar itu kedua tangannya menggendong dua orang yang pingsan tidak sadarkan diri, bahunya memikul seorang lagi yang juga sama pingsan tidak sadarkan diri.


Di dalam gua tersebut, Pria bertubuh tinggi besar itu, membangunkan ketiga orang yang di bawanya untuk duduk bersila.


Satu persatu dia totok dan urut sambil menyalurkan tenaga dalam nya, untuk membantu mereka bertiga sadar dari tidur panjang mereka.


Satu persatu Ketiga orang itu batuk batu lalu mulai membuka mata mereka.


"Guru maaf kami.."


Belum selesai ucapan salah satu muridnya, orang itu sudah memberi tanda di depan bibirnya dan berkata,


"Cepat pulihkan kondisi kalian pekerjaan kita masih banyak, tidak usah banyak bicara..'


Setelah berkata, pria bertubuh tinggi besar itu juga duduk bersila.


Dua mencoba menstabilkan sirkulasi tenaga di dalam tubuhnya, yang sedikit terguncang saat berbenturan dengan kekuatan serangan Yue Feng.


Di dalam hati pria itu mengutuk Pai Su Seng yang asal asalan membuat daftar urutan.


Sehingga orang seperti Yue Feng ditaruh di urutan 20.


Dengan kemampuan Yue Feng, seharusnya minimal sejajar dengan pendekar api dan es Li Fei Yang.


"Bangsat kedepannya aku harus lebih hati-hati terhadap orang orang yang berada di urutan menengah. "


umpat pria itu dalam hati.


Sementara itu setelah 3 bulan berlalu Fei Yang kini sedang berada di kota Xing Yuan.


Tepatnya dia sedang duduk santai di sebuah restoran di kota Xing Yuan.

__ADS_1


Dia sedang mendengarkan gosip beberapa orang yang duduk berkumpul di dalam restoran tersebut.


"Saudara Bu benarkah kabar Kaisar Zhao Heng sudah berhasil menyeberangi sungai Yang Tze, saat ini pasukan nya sedang bergerak menuju kota He Nan.?"


__ADS_2