PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
YUE NAN THIAN


__ADS_3

Che You tersenyum lembut menatap istrinya dan berkata,


"Aku sudah lama menyiapkan tempat ini sejak mengenal mu.."


"Semua yang ada di sini, aku dapat kan saat aku melakukan invasi ke langit.."


Che You menatap istrinya dengan serius dan berkata,


"Aku sejak awal sudah tahu kamu adalah adiknya, yang sengaja di utus ke sisi ku.."


"Aku hanya perlu menanti pengakuan dan kejujuran.."


"Aku berencana saat kamu jujur pada ku, aku akan membawa mu kemari, kita akan menghabiskan seluruh hidup kita menyepi di sini.."


"Kita akan tinggalkan semua nya, kekuasaan kekuatan persaingan dendam kebencian iri hati pokoknya semuanya..'


"Kita akan hidup berbahagia disini, hanya kamu dan aku..juga keturunan kita tentunya.."


"Demi kamu aku sudah putuskan akan melepaskan semua nya.."


"Sayangnya takdir berkata lain, pada akhirnya yang kudapatkan hanya penghianatan dan luka mendalam.."


ucap Che You sambil memalingkan wajahnya yang tampan dan dingin melihat kearah lain.


Karena dia tidak ingin dua butir air bening yang melompat keluar dari sepasang matanya yang tajam dan dingin, terlihat oleh istrinya.


Istrinya dengan tatapan mata penuh sesal memegang wajah suami nya, dengan lembut.


Dia menariknya agar menghadap kearahnya.


Lalu dengan sepasang jempolnya yang halus lembut.


Dia menghapus dua butir air bening di sela pipi suaminya.


"Maafkan aku,..aku benar benar tidak menyangka, tindakan ku yang demi ketenangan tiga alam dan semua mahluk di dalam nya.."


"Ternyata adalah suatu kesalahan konyol, yang telah melukaimu dengan begitu dalam.."


Che You tersenyum lembut, tatapan matanya yang tajam dan dingin berubah lembut .


"Tidak apa-apa sayang, semua sudah berlalu.."


"Bukankah kini kamu sudah kembali kesisi ku, yang lalu biarlah berlalu.."


"Biarkan semua pergi terbawa angin, yang terpenting adalah saat ini dan kedepan nya.."


Sang Dewi mengangguk, lalu dia masuk kedalam pelukan suaminya, bersandar di sana sambil tersenyum bahagia.


Di tempat lain Fei Yang dan Xue Lian yang menunggang Kim Tiaw, akhirnya kembali ke Xi Xia.

__ADS_1


Mereka hanya tinggal selama 3 hari, setelah itu mereka berdua memutuskan melanjutkan perjalanan mereka kearah barat sana.


Kim Tiaw tidak mereka bawa, Fei Yang membiarkan Kim Tiaw ikut dengan Sen Tiaw, menemani kedua orang tua Xue Lian kembali ke lembah hutan bambu sesat.


Puncak gunung Kun Lun San, yang membentang luas dan panjang.


Dari angkasa, terlihat seperti sesosok raksasa hijau yang sedang tidur.


Pagi itu di salah satu puncak Kun Lun San, tepatnya di sebuah danau biru yang luas yang oleh penduduk disekitar sana di beri nama Danau Qing Hai.


Di bagian paling tengah dari danau tersebut, terlihat seorang pemuda tampan berusia kisaran 17 tahun, ditemani seorang gadis cantik berusia kisaran 16 tahun.


Mereka berdua terlihat sedang menari nari ringan di atas danau.


Dari jauh mereka memang terlihat seperti sedang menari nari sambil berkejaran diatas danau luas itu.


Tapi bila di lihat dari dekat orang pasti akan kaget.


Karena pasangan itu ternyata bukan sedang menari, tapi mereka ternyata masing masing memegang pedang ditangan.


Mereka terlihat sedang saling serang dengan penuh semangat.


Pedang mereka berkelebatan dengan sangat cepat dengan jurus jurus tak terduga yang dahsyat


Angin tajam berseliweran meledak ledak di tengah danau saat kedua pemuda pemudi itu saling menyerang.


Yang paling mengagumkan adalah mereka berdua bertempur di tengah danau tanpa . menggunakan alas apapun.


Pergerakan itu hanya seperti sehelai daun kering yang jatuh keatas air.


Hanya menimbulkan riak ringan yang hampir tidak berarti sama sekali.


"Se Siong Nan Thian, lihat pedang..!"


""Salju beterbangan di udara..!"


teriak gadis muda itu sambil melancarkan sebuah serangan kearah pemuda di hadapannya.


Terlihat pedang di tangannya berubah menjadi titik titik cahaya putih memenuhi udara,


Melayang kearah pemuda yang di panggil Se Xiong Nan Thian itu.


Sekilas lihat titik titik putih itu memang mirip bunga salju yang terbang turun dari langit.


Tertiup angin melayang kearah pemuda bernama Nan Thian itu.


Dari cara gadis itu memanggilnya barusan, pemuda tampan di hadapan gadis itu.


Bisa di pastikan adalah kakak seperguruannya, yang bernama Nan Thian.

__ADS_1


Dari suara panggilan nya yang begitu manja dan mesra.


ada kemungkinan mereka adalah sepasang kekasih muda.


Dan pada kenyataannya bisa di katakan seperti itu, karena di Qing Hai Pai ( partai Qing Hai )


Siapa yang tidak tahu, Yue Nan Thian pemuda paling berbakat dari perguruan Qing Hai.


Adalah kekasih dari gadis cantik itu yang bernama Pai Xue Xue, Pai Xue Xue adalah putri dari ketua partai Qing Hai Pai, Pai Wang.


Pai Xue Xue di Qing Hai Pai adalah gadis tercantik dan termasuk salah satu tokoh muda paling berbakat di Qing Hai Pai.


Tentu saja selain Yue Nan Thian, yang menempati posisi nomor satu sebagai pemuda paling berbakat di seluruh perguruan Qing Hai Pai.


Yue Nan Thian ini latar belakangnya juga tidak main main, dia masih terhitung keturunan terakhir Jendral Yue Fei yang sangat terkenal di seluruh lapisan masyarakat.


Sebagai patriotik sejati yang sangat di kagumi di segani dan di hormati oleh seluruh rakyat di daratan China.


Ayah Yue Nan Thian, juga bukan orang sembarangan, dia adalah Yue Feng ketua Xu San Pai yang berjuluk Naga Sakti Gunung Xu.


Yue Nan Thian sejak kecil memang sengaja di kirim ke Qing Hai Pai oleh ayahnya.


Ayahnya sengaja mengirim Yue Nan Thian kesana, agar di tempa oleh orang lain, sehingga bisa mandiri dan tidak manja.


Itulah sekilas mengenai siapa kedua pemuda pemudi itu.


Kini kembali ke arena pelatihan Yue Nan Thian dan Pai Xue Xue.


Melihat serangan jurus andalan adik seperguruannya mulai di keluarkan.


Yue Nan Thian tanpa berani berayal, dia langsung memutar pedangnya.


Membentuk angin pusaran kuat menarik titik putih yang sedang berterbangan kearahnya.


Tersedot masuk semua kedalam arus pusaran pedangnya, sambil berteriak.


"Pusaran badai angin barat..!"


Dengan jurus itu, gagal lah serangan yang di lepaskan oleh Pai Xue Xue kearah Yue Nan Thian tadi.


Sebelum Pai Xue Xue menggantinya dengan jurus lainnya.


Tiba-tiba terdengar suara tertawa keras memenuhi sekitar tempat tersebut.


Orangnya belum terlihat suaranya sudah terdengar memenuhi tempat tersebut.


Yue Nan Thian mengedarkan pandangan melihat kesekitarnya.


Sepasang matanya yang tajam, melihat ada titik kecil datang dari arah selatan.

__ADS_1


Titik kecil itu bergerak dengan sangat cepat, sedang mendekati Danau Qing Hai.


Pai Xue Xue tidak jadi melanjutkan serangannya, dia mengikuti arah pandangan mata kakak seperguruannya.


__ADS_2