PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
GUA MISTERIUS


__ADS_3

"Kakak kamu semakin lama semakin nyebelin."


Damprat Kim Kim sambil membuang muka dan mencemberutkan bibirnya.


"Aku mau tidur malas meladeni bukan lelaki.."


ucap Kim Kim sambil berbaring miring memunggungi Nan Thian dan memejamkan matanya.


"Ehh apa maksud mu..!?"


bentak Nan Thian kaget.


"Kamu pikir saja sendiri..!"


tandas Kim.Kim ketus tanpa merubah posisinya.


Nan Thian tanpa sadar menggaruk garuk belakang telinga nya sendiri yang tidak gatal.


"Dasar betina..!"


umpat Nan Thian.


Tapi Kim Kim sudah mendengkur, tidak mau meladeninya.


Nan Thian yang semakin kesal, melampiaskan dengan kembali Menusuk dengan seluruh tenaganya.


"Takkkkk,..!"


Pedang Naga Emas membentur sesuatu yang padat dan keras.


Pedangnya terhenti di sana tidak mampu di gerakkan, juga di cabut.


Saat pedang membentur benda keras.


Sepasang mata Naga Kadal Terbang yang sebelumnya tertutup kini tiba tiba terbuka kembali.


"Rooaaarrrrrrr...!"


Naga Kadal Terbang meraung keras kesakitan, dia kembali mengerak gerakan sayapnya sambil terus meronta ronta sekuat tenaga.


Naga Kadal Terbang yang memiliki mata tajam, dia bisa melihat batu batu tajam di bawah sana.


Siap menerima tubuhnya yang sedang meluncur cepat kebawah.


Bila dia sampai jatuh terbanting di atas batu tajam yang berjejer tidak beraturan di bawah sana.


Niscaya dia pasti akan tewas,.menyadari hal itu panik lah Naga Kadal Terbang itu.


"Anak muda,..bila kamu terus seperti itu, kita berdua akan mati di sini.."


ucap Naga Kadal Terbang itu, yang ternyata.


Dia bisa mengirim.pesan suara ke dalam pikiran Nan Thian, seperti Kim Kim, saat sedang berbicara dengan nya.


Nan Thian menghentikan aksinya dan berkata dalam pikirannya,


"Apa yang ingin kamu tawarkan untuk ku sebagai tukarnya..?"


"Hentikan aksi mu, tarik keluar pedang mu dari sana.."


"Aku akan mengantar mu ketempat yang kamu inginkan.."


ucap Naga Kadal Terbang itu kembali mengirim.pesan suara buat Nan Thian.


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Tidak itu terlalu enak untuk mu, aku tidak tertarik."


"Apa yang kau inginkan cepat katakan, atau kita akan mati bersama..!"


Bentak Naga Kadal Terbang mengirim.pesan suaranya.


Nan Thian tersenyum puas dan berkata,

__ADS_1


"Aku ingin kamu bersumpah untuk menjadi tunggangan setia bagi ku selamanya.."


"Tidak bisa, itu berarti aku akan kehilangan kebebasan ku, aku tidak Sudi.."


Ucap Naga Kadal Terbang tidak menyetujui tawaran Nan Thian.


"Ya sudah, berarti tidak ada yang perlu di bicarakan lagi.."


ucap Nan Thian sambil bersiap memberikan tikaman terakhir.


"Tunggu,..! dasar kamu bajingan licik,.. baiklah aku setuju menjadi tunggangan mu.."


"Tapi ada syaratnya, kamu hanya bisa tiga kali memanggil ku.."


"Setelah itu aku bebas.."


ucap Naga Kadal Terbang mencoba berunding lagi.


"5 kali..atau tidak usah bicara lagi.."


ucap Nan Thian sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Bangsat..bangsat..baiklah.."


ucap Naga Kadal Terbang kesal tapi tak berdaya.


"Kamu maki siapa..?"


tanya Nan Thian dengan nada penuh ancaman.


Naga Kadal Terbang tersentak kaget, dia biru buru berkata,


"A..aku maki diri ku sendiri, boleh ? puas kamu..?"


Nan Thian tersenyum, dia lalu menyimpan pedang Naga Emas nya.


Begitu terlepas dari rekanan pedang Nan Thian.


Naga Kadal Terbang meraung keras, tenaga kembali mengalir memenuhi tubuhnya.


Dengan kuat dia mengibaskan kedua sayapnya, hingga menimbulkan suara angin menderu deru di sekitarnya.


"Wutttt,..! Wutttt,..! Wutttt,..! "


"Wutttt,..! Wutttt,..! Wutttt,..! "


"Wutttt,..! Wutttt,..! Wutttt,..! "


Pergerakan tubuh Naga Kadal Terbang mulai melambat dan semakin melambat.


Hingga akhirnya saat sedikit lagi, leher dan perutnya hampir menyentuh batu runcing di bawah sana.


Tubuh Naga Kadal Terbang pun sepenuhnya terhenti di udara, perlahan-lahan bergerak naik kembali.


Menjauhi batu runcing yang siap menyambutnya.


Naga Kadal Terbang pun menghela nafas lega.


Bersiap siap kembali terbang keluar dari dasar jurang tersebut.


"Growwww...!"


Tiba-tiba ada seekor mahluk yang tidak kalah besar dari Naga Kadal Terbang.


Mahluk yang seluruh tubuhnya di selimuti oleh api, bergerak menerjang dengan cakarnya yang runcing dan panjang.


Berhasil mencengkram sepasang paha Naga Kadal Terbang.


"Rooaaarrrrrrr..!"


Naga Kadal Terbang meraung kesakitan, tubuhnya kembali terseret kebawah.


Melihat hal ini, Nan Thian bergerak sigap, dengan pedang Naga Emas ditangan,.dia langsung menyerang mahluk Qi Lin Api itu.

__ADS_1


"Naga Emas meradang menembus Langit.."


Seekor Naga emas meluncur dari atas kebawah, mengigit mencengkram leher Qi Lin itu menyeretnya kebawah.


Sehingga Qi Lin itu terpental menjauhi Naga Kadal Terbang raksasa.


"Jangan ladeni dia, lekas kita keatas..!"


bentak Nan Thian mengingatkan Naga Kadal Terbang yang sepertinya tidak puas.


Ingin membalas Qi Lin Api yang berani menyerangnya secara gelap tadi.


Tapi mendengar bentakan, Nan Thian Naga Kadal Terbang, tidak berani membantah.


Dia segera menggerakkan sayapnya lebih kuat, sehingga mempercepat tubuhnya bergerak keatas.


"Growwww..!"


Qi Lin menggereng dahsyat, membalas mengigit leher Naga Emas yang menyerangnya.


Naga emas berubah menjadi butiran cahaya, membumbung keudara.


Mengejar kearah Nan Thian yang berdiri diatas kepala Naga Kadal Terbang.


Butiran cahaya itu masuk kembali menyatu dengan tubuhnya.


Nan Thian dan Qi Lin di bawah sana saling menatap dengan tajam.


"Growwww...!"


Qi Lin mengaum marah, kemudian dengan nekad, dia melompat keatas batu tajam sebagai batu loncatan.


Lalu dia melompat setinggi mungkin keatas, menggunakan sepasang cakarnya ingin menyerang dan menangkap kaki Naga Kadal Terbang.


Dengan geram Naga Kadal Terbang menarik kedua kakinya menghindar.


Lalu dia menggunakan ekornya, menghantam kearah moncong Qi Lin yang sedang terpentang lebar.


Hingga Qi Lin kembali terpental kedasar jurang.


"Growwww...!"


Qi Lin kembali mengaum marah, tapi Naga Kadal Terbang dan Nan Thian sudah bergerak jauh naik keatas.


Menjauhi dasar jurang dan penghuninya itu.


Naga Kadal Terbang terus menggerakkan sayapnya terbang keatas.


Jurang itu sangat dalam seolah olah tak berujung, saat melihat ada sebuah cekungan dan ada bagian datarnya.


Nan Thian menunjuk kearah tersebut dan berkata,


"Kita istirahat dulu di sana, aku akan rawat luka di kaki mu.."


Naga Kadal Terbang mengangguk pelan, dia terbang kearah yang di tunjuk Nan Thian.


Mendarat ringan di sana, Nan Thian melompat turun dari atas kepala Naga Kadal Terbang.


Nan Thian mengeluarkan obat luka dari sakunya.


Karena luka itu cukup.dalam.dsn lebar, Nan Thian sampai harus menghabiskan seluruh obat lukanya.


Baru seluruh luka tersebut bisa sepenuhnya terobati.


Naga Kadal Terbang, sepanjang mendarat di halaman depan sebuah gua besar.


Dia terus menatap tajam kearah Gua tersebut.


Nan Thian sendiri tidak memperhatikan nya, karena dia hanya fokus dengan luka di kaki Naga Kadal Terbang.


Baru setelah dari balik gua terdengar suara pergerakan yang membuat seluruh tempat itu bergetar hebat.


Nan Thian yang baru saja selesai mengobati luka Naga Kadal Terbang, dia buru buru membalikkan badannya kebelakang.

__ADS_1


__ADS_2