
Zhao Heng menoleh kearah Fei Yang dan berkata,
"Adik Yang bagaimana ini,..?"
"Tarik mundur semua pasukan tameng,"
"Semua barisan belakang berlindung di balik air terjun."
"Buat pertahanan menghadapi serangan dari atas tebing."
"Hewan hewan itu serahkan kepada ku.."
ucap Fei Yang sambil melayang kearah depan.
Zhao Heng dan Duan Zhen Ming langsung berteriak dan memberi kode agar pasukannya yang kocar kacir menuruti perintah Fei Yang.
Fei Yang yang melayang kedepan menarik air kolam ikut dengan nya, kemudian melepaskan air kolam yang membentuk sepuluh ekor naga raksasa.
Bergerak menerjang kearah ribuan hewan buas, yang sedang menyerang pasukan tameng kerajaan Song dan kerajaan Tay Li.
Ribuan hewan ganas itu terpental tersapu oleh gelombang air berbentuk naga raksasa.
Tidak cukup sampai di situ, sebelum hewan hewan buas yang terpental itu sempat bangkit berdiri.
Bebatuan di sekitar area itu terangkat kemudian terbang menghantam kearah hewan hewan itu.
Hingga hewan hewan itu meraung kesakitan berhamburan menjauhi arena pertempuran.
Fei Yang yang melihat lima orang yang berpakaian kulit harimau dan bertopi kepala harimau.
Sedang menggunakan cambuk di tangan mereka, berusaha menenangkan hewan buas yang panik ketakutan.
Fei Yang Langsung melepaskan sebuah tebasan energi pedang tanpa wujud, melintas horisontal kearah leher ke-lima orang itu.
Sesaat kemudian cambuk lengan dan kepala kelima orang itu, pada jatuh menggelinding di atas tanah, saat energi pedang Fei Yang melesat melewati mereka.
Para hewan buas yang kehilangan pawangnya langsung melarikan diri menerjang ke segala arah.
Dengan bubarnya serangan hewan buas di baris depan sana, keadaan pasukan gabungan pun menjadi relatif aman.
Di dekat pasukan tameng gabungan, yang hanya tersisa beberapa ekor harimau dan seekor beruang.
Semua hewan buas itu tewas dalam hujanan tombak pasukan gabungan.
Setelah membereskan beberapa hewan tersisa, pasukan itu dengan cepat bergerak mundur kearah air terjun.
Mengikuti instruksi pimpinan mereka.
Setelah membereskan masalah di depan Fei Yang pun terbang kearah tebing mengincar gadis berpakaian kulit harimau.
Fei Yang memperkirakan gadis itu tentu memiliki posisi penting dalam kelompok itu.
Fei Yang ingin menyandera gadis itu, buat barteran keselamatan pasukan gabungan yang kini berada dalam posisi terjepit.
Gadis itu sendiri terbelalak kaget melihat aksi Fei Yang dalam mengatasi serangan pasukan hewan buasnya.
Belum hilang terkejutnya,. Fei Yang sudah menerjang kearahnya dengan kecepatan tinggi.
"Nona awas,..!!"
__ADS_1
teriak 3 orang kakek yang berada di belakangnya, sambil bergerak maju menghadang pergerakan Fei Yang.
Kakek pertama di belakang tubuhnya muncul bayangan seekor harimau putih.
Kakek kedua di belakang punggungnya muncul bayangan seekor beruang merah..
Kakek ketiga di belakang panggung nya muncul seekor gajah purba.
Ketiga kakek inilah yang bergerak menghadang Fei Yang dengan sepasang telapak tangan mereka di dorongkan kedepan.
Tapi ketiga kakek itu bukan lawan tanding tenaga alam semesta tanpa wujud.
Mereka bertiga langsung terpental jauh, begitu tangan mereka bersambut dengan pukulan Fei Yang secara bergantian.
Tanpa menghiraukan ketiga lawan itu, Fei Yang melayang cepat kedepan mencengkram, bahu gadis berpakaian kulit harimau yang ingin melarikan diri.
Begitu bahu dan tengkuk gadis itu terkena tekanan jari Fei Yang.
Gadis itu langsung merasa seluruh tubuhnya kehilangan tenaga.
Dia hanya bisa mempelototi Fei Yang dengan marah dan berteriak,
"Bajingannn biadab,..! lepaskan aku,..!!"
Fei Yang tersenyum mengejek dan berkata,
"Melepaskan mu mudah saja, bubarkan seluruh pasukan mu, minta mereka semua mundur kembali ke kerajaan,.."
"Buat perjanjian selamanya tidak akan menganggu dan memasuki wilayah Song dan Tay Li,"
"Aku janji akan melepaskan mu kembali kerajaan mu..'
"Kentut,..!"
"Kami para pejuang kerajaan Pagan, boleh di bunuh tidak bisa di hina.."
"Hari ini aku kalah dari mu, mau potong mau belah terserah pada mu,,.."
"Bila aku sampai berkedip, aku bukan lagi Shinta Dewi Putri raja Kyantha yang perkasa..!!'
teriak gadis cantik itu penuh keberanian.
Fei Yang tertawa terbahak-bahak dan berkata dengan suara dingin.
"Sayang nya aku tidak tertarik untuk membelah atau memotong mu.."
"Itu kematian yang terlalu nyaman untuk seorang gadis keras kepala seperti kamu.."
"Kamu boleh mencoba tidak berkedip dan tunjukkan kegagahan mu."
"Apa kamu pernah merasakan di telanjangi dan di jadikan umpan buat semut beracun di dalam hutan sana..?"
Shinta Dewi seketika pucat wajahnya, dia sampai meneguk air ludahnya sendiri, saat mendengar ucapan Fei Yang.
Tapi sepasang matanya masih tetap melotot galak kearah Fei Yang.
Melihat reaksi gadis itu, Fei Yang melanjutkan berkata,
"Mereka akan merayapi seluruh tubuh mu, kemudian masuk kedalam panca indera mu, dan menggerogotinya dari luar dan dalam.."
__ADS_1
"Aku mau lihat seberapa kuat kamu bertahan..?"
ucap Fei Yang sambil tertawa dingin..
"Kau,..! kau,..! berani kurang ajar dengan ku,... bajingan,..! lepaskan aku..!"
teriak Shinta Dewi marah tapi juga cemas dengan ancaman Fei Yang.
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Berani tidak berani sebentar lagi kamu akan tahu.."
Sambil tertawa sadis Fei Yang mengulurkan tangannya kearah dada Shinta Dewi yang montok, siap menarik lepas baju kulit harimaunya.
"Bajingan biadab cabul,...!"
"Cuih,..Cuih,..Cuih,.!"
teriak Shinta Dewi marah sambil meludahi wajah Fei Yang.
Wajah Fei Yang menjadi kotor oleh ludah gadis itu.
Fei Yang mengelap wajahnya dengan lengan bajunya dan berkata,
"Lumayan cukup wangi dan manis, jangan habiskan, semut semut itu pasti akan menyukainya..."
"Kau,.. kau,.. mau apa,..!? jangan,..!!"
teriak gadis itu ketakutan, saat melihat tangan Fei Yang sudah menyentuh bajunya.
"Kau bunuh saja aku,..!'
teriak gadis itu sambil terisak dengan airmata mulai bercucuran.
"Kakak maafkan adik mu yang tidak berguna ini,.."
"Aku tidak bisa membebaskan mu dari cengkraman tangan si bejad Zhao Kuang Yi...!!"
teriak gadis itu sambil bercucuran air mata, penuh kekecewaan.
"Berhenti,..!!"
teriak ketiga tetua kerajaan Pagan sambil melangkah mendekati Fei Yang dan putri Shinta Dewi.
Di belakang mereka mengikuti pasukan kerajaan Pagan, yang bersiap dengan senjata panah tombak dan pedang ditangan mereka masing-masing.
"Kalian pergilah,..!"
bentak Fei Yang sambil mengibaskan tangannya kearah kerumunan orang-orang itu.
Sehingga mereka semua terdorong mundur jatuh tumpang tindih.
Fei Yang membawa gadis itu terbang ke udara dan berkata,
"Bila kalian ingin dia selamat, tarik mundur pasukan kalian, jauhi tempat ini,..!"
"Jangan ada bentrokan dengan pasukan di bawah sana..!'
Setelah memberikan peringatan, Fei Yang pun terbang meninggalkan tempat tersebut, sambil membawa Putri Shinta Dewi yang dalam keadaan tertotok.
__ADS_1
Setelah Fei Yang menghilang, tiga tetua segera memimpin pasukan nya, mundur menjauhi tebing,
Dia hanya menempatkan dua orang berjaga jaga di dekat tebing.