PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
RAUNGAN NAGA EMAS


__ADS_3

"Kakak dua orang itu, kamu harus serahkan pada ku.."


"Atau kita berdua pasti akan mati sia sia di sini.."


ucap Kim Kim dengan nada serius.


Nan Thian juga tahu bahaya dia tanpa sadar mengangguk dan berkata,


"Baik, bila situasi mendesak kamu boleh keluar.."


"Kakak bicara dengan siapa ?"


tanya Sun er menyadarkan Nan Thian akan kejanggalan dirinya.


Sambil tersenyum canggung, dia menoleh kearah Sun er dan berkata,


"Bukan siapa siapa, paman kecil."


"Aku hanya sedang melamun dan berbicara sendiri saja.."


"Tak perlu dianggap.."


"Paman kecil situasi di depan sedikit gawat, aku akan turun menghadapi mereka.."


"Paman kecil bawa saja kereta ini dan mundurlah jauh jauh dari sini."


ucap Nan Thian sambil menyerahkan tali kekang ke Sun Er.


Sun er mengerti situasi, dia mengangguk kecil mengiyakan dan menerima tali kekang kuda dari Nan Thian.


Nan Thian membelai kepala anjing kecilnya dan berkata,


"Suau Hei kamu di kereta saja, jaga dan lindungi mereka bila ada yang mendekat.."


Siau Hei menyalak kecil, seperti menyahut ucapan Nan Thian.


Selesai memberi pesan, Nan Thian langsung terbang ringan kedepan


Dengan beberapa kali menotol ringan kakinya di atas rumput.


Akhirnya Nan Thian mendarat ringan di hadapan orang orang yang menghadang perjalanan nya.


"Apa yang kalian inginkan ? katakan saja.."


ucap Nan Thian dingin seluruh tubuhnya sudah di kelilingi oleh Ciu Yang Sen Kung.


Nan Thian sudah bersiaga penuh, Karena dia sudah tahu maksud dan niat orang orang di hadapannya ini.


Jadi dia juga tidak perlu bersungkan dan banyak berbasa basi dengan mereka.


Ta Li Gui Ying Xiong menunjuk kearah Nan Thian dan berkata,


"Apa perlu ditanya lagi, tentu saja nyawa mu.."


"Berikan nyawa mu..!"


Bentak Ying Xing, Ta Li Gui sambil melesat kedepan dengan sepasang tinjunya yang besar.


"Wussss,..!"


Angin berkesiur, saat tinju itu lewat di sisi wajah Nan Thian.


Saat tinjunya mengenai sasaran di balik punggung Nan Thian.


"Blaaaarrr...!"


"Krakkkk,..!"

__ADS_1


Sebuah pohon besar langsung roboh, menimbulkan suara hiruk pikuk di sekitar sana.


"Boooom..?"


Ying Xiong Ta Li Gui yang belum puas terus mengejar kemanapun Nan Thian, mencoba menghindari serangannya.


"Wusss..!"


"Blaaaarrr...!"


"Krakkkk,..!"


"Boooom..?"


Lagi lagi ada pohon yang roboh di terjang kekuatan pukulan Ying Xiong yang dahsyat.


Nan Thian melihat ada peluang datang, di saat Ying Xiong selesai melepaskan tinjunya.


Nan Thian dengan kecepatan tinggi melepaskan serangan balasan yang mengandung Ciu Yang Sen Kung.


"Naga mengejar mutiara..!"


"Rooaaarrrrrrr...!"


"Dessss..!"


Dari telapak tangan Nan Thian, yang mengeluarkan bayangan Naga Emas, mendarat tepat di tulang rusuk Ying Xiong.


Membuat Tubuh Ying Xiong yang tinggi besar terpental mundur ke belakang.


Ying Xiong tidak menuruti ucapan Lei Sen kakak tertuanya.


Dia terlalu menganggap remeh Nan Thian yang terlihat masih muda.


Dia menjadi semakin lengah, saat melihat Nan Thian hanya bisa terus menghindar menghadapi serangan nya.


Ying Xiong saat kedua kakinya mendarat di atas tanah, dia terhuyung huyung mundur kebelakang.


Dia terlihat sulit mempertahankan posisi kuda kuda kedua kakinya.


Tubuhnya sedikit membungkuk, sambil berdesis menahan nyeri dan terlihat sulit bernafas.


Ying Xiong memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Tulang rusuk kirinya remuk terkena pukulan Nan Thian barusan, dia mengalami luka cukup parah.


Melihat keadaan Ying Xiong, Wu Ying Gui, Yun Sen langsung menghilang dari posisinya.


Saat muncul lagi, dia sudah menghadang di depan Ying Xiong, dan berkata,


"Adik ketiga, kamu mundurlah rawat luka mu dulu.."


"Serahkan saja dia ke kami.."


ucap Wu Ying Gui pelan.


Ying Xiong mengangguk, dengan langkah tertatih tatih dia mundur kebelakang.


Siangkoan Li bertindak sigap langsung maju memapahnya mundur.


Ying Xiong sangat kehilangan muka, baru dalam beberapa gebrakan dia sudah terluka parah.


Dia bahkan tidak berani mengangkat wajahnya untuk sekedar melihat sekelilingnya.


Lei Sen yang melihat hal itu, hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


Dia tidak berkata apa-apa, karena saat ini menegur Ying Xiong pun sudah percuma.

__ADS_1


Ying Xiong sudah menerima akibat dari keteledoran nya sendiri.


Itu sudah lebih dari cukup, daripada sebuah nasehat dan teguran.


Di arena pertempuran kini, terlihat Wu Ying Gui, Yun Sen beterbangan mengelilingi Nan Thian dengan sepasang cakar baja nya.


Sesuai dengan julukannya tubuh Wu Ying benar benar seperti bayangan yang bisa hilang muncul.


Sangat sulit menjadikannya sebagai sasaran, adalah Nan Thian, yang terlihat kerepotan di kurung oleh serangan cakar Baja Wu Ying Gui, yang berseliweran di sekitar tubuhnya.


Berulang kali Nan Thian melepaskan serangan balasan tapi dia seperti hanya menyerang bayangan ilusi.


Melihat Nan Thian terus terdesak, akhirnya Kim Kim sudah tidak tahan untuk tidak berbicara.


"Kakak mengapa tidak melepaskan aura dan raungan naga mu, untuk menghambat dan memperlambat gerakannya..?"


"Begini terus kakak cepat lambat pasti roboh.."


Nan Thian mengangguk kecil, Dia mulai mempersiapkan diri nya.


Menunggu kesempatan, hingga Wu Ying Gui Yun Sen sedang mendekatinya.


Tiba-tiba Nan Thian menghentakkan aura Naga Emas nya menekan Wu Ying Gui.


Sehingga gerakan Wu Ying Gui tertahan di udara beberapa detik.


Beberapa detik ini sudah cukup bagi Nan Thian untuk menyambut serangan Wu Ying Gui yang datang dari arah belakang.


Nan Thian menyambut serangan cakar Wu Ying Gui yang di arakan ke punggung nya.


Cakar di sambut cengkraman Naga,


"Plakkkk..!"


Wu Ying Gui kini sulit berkutik, sepasang telapak tangannya dan Nan Thian saling tempel.


Sulit di lepaskan, meski dia sudah berusaha untuk melepaskannya.


"Rooaaarrrrrrr..!"


Tiba-tiba Nan Thian membuka mulutnya mengeluarkan raungan dahsyat.


Hingga angin yang keluar dari mulut Nan Thian, yang membawa suara menggertarkan, menerpa wajah Wu Ying Gui.


Hingga kulit wajahnya yang berkeriput semakin berkeriput, tertiup oleh angin raungan dahsyat Nan Thian.


Dari lubang telinga Wu Ying Kui terlihat meneteskan darah, pertanda gendang telinganya telah cedera oleh serangan suara Nan Thian.


Sepasang matanya membelalak, hingga urat urat merah di bola matanya terlihat jelas.


Wu Ying Gui terlihat sangat tersiksa.


Di saat bersamaan Nan Thian langsung melepaskan serangan susulan.


"Sepasang Naga keluar dari sarang..!"


Dua ekor Naga Emas menerjang deras lewat kedua tangan Nan Thian menembus lengan dan bahu Wu Ying Gui.


"Arggghhh,..!"


Terdengar teriakan kesakitan Wu Ying Gui, tubuhnya terpental kebelakang.


Lei Sen buru buru terbang menyambut tubuh adik keduanya yang terpental kebelakang, sebelum jatuh menimpa tanah..


"Kakak pertama berhati hat lah, pemuda itu penuh kejutan.."


ucap Wu Ying Gui, sebelum pingsan dalam gendongan Lei Sen.

__ADS_1


Wu Ying Gui tidak kuat menahan rasa nyeri di kedua lengannya hingga jatuh tidak sadarkan diri.


__ADS_2