
8 bayangan pedang putih bergerak menyerang Fei Yang menari nari, mengikuti alunan suara suling pria itu.
Fei Yang sambil meraung menekan serangan suara, dia bergerak.ringan menggunakan langkah ajaib, untuk menghindari serangan.
Sambil bergerak menghindar,. Fei Yang sambil tertawa nakal, dia meraup 8 helai daun bambu.
Meremasnya hingga menjadi gumpalan kecil, tiba tiba dia menjentikkan ujung jarinya secara berurutan sebanyak 8 kali.
8 gumpalan itu langsung bergerak cepat seperti punya mata,.menyumbat delapan biji lubang seruling itu.
Sehingga suara suling hilang, 8 pedang bayangan pun lenyap.
Di saat bersamaan Fei Yang melepaskan ribuan energi.mata pedang biru merah menyerang, pria itu.
Tapi si pria itu hanya kaget sesaat saja, sesaat kemudian dengan sekali getar terlepaslah 8 gumpalan, yang menutupi lubang seruling peraknya.
Untuk menangkis serangan ribuan energi mata pedang yang datang kearahnya.
Pria itu memutar suling nya, menjadi gulungan sinar perak, berputaran menangkis semua serangan yang datang.
Tubuhnya berputar putar seperti gasing, untuk menangkis semua serangan yang tiba.
Tubuhnya berputar seperti angin tornado, sehingga berhasil menangkis seluruh energi.pedang yang mendekatinya
Suara dentingan logam beradu memenuhi tempat itu, di sertai dengan alunan nada naik turun, yang berasal dari suara lubang suling di tangan nya.
Perlahan lahan putaran itu, berubah menjadi 8 bayangan, lalu bergerak mengepung Fei Yang dengan tusukan suling, dari 8 arah mata angin.
Tapi Fei Yang selalu terlindungi oleh perisai tenaga api dan es semesta,.sehingga tidak ada serangan yang bisa berhasil lolos mendekati nya.
8 bayangan pria itu mulai meningkatkan serangannya, dengan melesatkan cahaya perak menembaki Fei Yang dari segala arah.
Lesatan cahaya perak itu, adalah sejenis energi pedang yang sangat tajam.
Saat Cahaya perak itu melesat melewati apapun, cahaya itu mampu memotong batang bambu atau apapun dengan mudah..
Tapi setelah berjalan puluhan jurus, satu persatu bayangan itu mulai hilang.
Karena bayangan itu selalu berhasil di hancurkan oleh Fei Yang,yang mulai mengenali titik lemah jurus jurus itu.
Pola gerakan nya yang terbaca, membuat pergerakan pria suling perak itu, mati kutu sulit berkembang permainan sulungnya.
Melihat jurus tersebut sudah terbaca tidak efektif lagi.
__ADS_1
Pria suling perak kini bergerak menjauh menempelkan suling nya di depan bibir nya kembali.
Begitu suara suling ditiup , dari berbagai penjuru mulai berdatangan ular ular besar kecil, tanpa henti mengepung Fei Yang.
Dari puluhan, berubah jadi ratusan, kemudian berubah menjadi ribuan.
Semua ular itu melompat dan menerjang kearah Fei Yang, tanpa rasa takut sama sekali.
Melihat hal itu, Fei Yang pun menghentakkan energi pedangnya kesegala arah, sehingga ribuan ular itu hampir sebagian besar tewas.
Tapi karena perintah dari suara suling itu, para ular itu menjadi nekat dan terus berdatangan menerjang tanpa rasa takut.
Semua ular itu, seolah olah sedang kesurupan massal menyerang tanpa takut mati.
Fei Yang mulai marah dan kesal dengan sikap seruling perak yang dengan tanpa perasaan mengorbankan ribuan ular mati.sia sia, demi mencapai kemenangan.
Fei Yang sengaja membiarkan ular itu menyerang dirinya yang terlindungi perisai es dan api semesta.
Dia fokus dengan pria seruling perak, yang terus mengorbankan ular ular kecil itu tanpa perasaan.
Fei Yang melepaskan tebasan pembasmi iblis, kearah Pria seruling perak, yang posisinya cukup jauh darinya.
Seberkas cahaya merah biru berkelebat cepat menyerang pria bersuling perak itu.
Fei Yang kemudian memberikan serangan bercahaya lembayung, menutup jalan mundur si suling perak, yang sudah bisa ditebak pergerakannya.
Si seruling perak dengan gesit menghindari serangan tebasan biru merah, tapi saat dia sedang bergerak mundur menghindar,. sebuah cahaya lembayung tiba tiba melintas melewati lehernya.
Awalnya seruling perak merasa lehernya dingin, lalu perih, terakhir pandangannya melihat dunia berputar-putar lalu jadi gelap.
Hal ini terjadi karena Fei Yang memberikan serangan pancingan ke manusia licik.itu, baru menebas lehernya dengan jurus ke 4 kitab tanpa tanding,.cahaya lembayung di ufuk barat.
Begitu cahaya lembayung lewat, menggelinding lah kepala si suling perak, tanpa dia sendiri sadari nyawanya telah terbang meninggalkan tubuhnya.
Setelah membereskan si seruling perak, otomatis sisa ular yang linglung itu, segera melarikan diri, meninggalkan bangkai bangkai ular yang berbau amis, berserakan di sana.
Dengan satu pukulan Tapak apinya Fei Yang membakar habis seluruh tumpukan bangkai ular yang ada di hadapannya.
Bau daging sangit terbakar mewarnai tempat tersebut.
Tapi Fei Yang Yue Feng dan Hong Yi, sudah bergerak meninggalkan tempat tersebut, menuju bagian yang lebih dalam dari hutan bambu kuning tersebut.
Di bagian tengah tengah hutan bambu kuning itu, terlihat ada sebuah pondok peristirahatan sederhana.
__ADS_1
Di mana di sana terlihat.seorang pria berusia 30 an, sedang duduk santai menyeduh teh, dan meminum nya seorang diri..
"Kalian bisa mengalahkan si raja kecapi dan raja suling perak, itu membuktikan kalian cukup memiliki kemampuan."
"Tapi bila ingin melangkah lebih jauh, aku sarankan kalian putar arah, dan segera tinggalkan tempat ini."
"Selagi bisa pilih ambillah jalan menuju surga, jangan pilih jalan menuju neraka.."
ucap pria itu tenang tanpa emosi, seluruh tubuhnya tidak ada aura yang merembes keluar.
Dari penampilannya, dia seolah olah seperti seorang sastrawan, yang tidak memiliki ilmu silat sama sekali.
Tapi bagi Fei Yang, dia justru memandangnya dengan berbeda, seorang yang bisa menyembunyikan kekuatan.nya Serapi ini, justru adalah lawan yang sangat mengerikan.
Fei Yang memberi hormat dan berkata,
"Maaf senior tapi junior tidak punya pilihan, karena di dalam lembah sana ada dua orang yang perlu junior temui.."
"Kecuali senior mau bermurah hati, menyerahkan kedua orang itu kepada junior.."
"Maka junior berjanji akan segera tinggalkan tempat ini."
Pria itu tersenyum tenang dan berkata,
"Maaf anak muda,.. peraturan tetap peraturan,...tidak ada perkecualian.."
"Mereka telah menjadi anggota lembah kebahagian, sebagai bagian dari lembah kebahagian, maka sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami untuk melindunginya.."
"Meski harus kehilangan nyawa, kami juga tidak akan pernah mundur selangkah pun."
Fei Yang memberi kode agar Yue Feng dan Hong Yi mundur menjauh.
Fei Yang sendiri mulai melepaskan energi es dan api pelindung dirinya.
Dia sama sekali tidak berani bersikap main main dengan lawan di hadapannya ini.
Pemuda itu mengangguk kecil,
lalu dia meminum sisa teh di cawan nya hingga habis.
Kemudian dengan gerakan pelan telapak tangannya menepuk meja, hingga genangan sisa air di atas meja, langsung terbang mengambang keatas, menjadi butiran cahaya bening.
Saat dia mendorongkan telapak tangannya kedepan, butiran air itu langsung berubah menjadi puluhan mata pedang kecil melesat kearah Fei Yang.
__ADS_1