
Seberkas cahaya petir ungu melesat kearah Fei Yang, baru di ikuti oleh tebasan golok ungu, yang diselimuti kilatan listrik.
Fei Yang masih menggunakan pedang energi yang sama untuk menyambut serangan golok.
Sedangkan serangan petir Fei Yang serap begitu saja dengan tehnik pengendalian kekuatan alam semesta.
"Blaarr...! Blaarr...! Blaarr...! Blaarr...!"
Terjadi ledakan beruntun, petir yang sambar menyambar kearah Fei Yang.
Sedangkan pertemuan golok dan pedang energi saat berbenturan diudara.
Menimbulkan suara benda logam beradu, yang menyakiti lubang pendengaran.
'Trangggg,..!"
Sekali ini Fei Yang lah yang terpental melayang mundur kebelakang.
Xiang Yu tidak berhenti di sana, dia membombardir Fei Yang, dengan jurus jurus susulan yang jauh lebih ganas.
Terus berusaha menekan dan ingin secepat mungkin menyelesaikan Fei Yang.
Tapi itu mudah di bayangkan sulit di laksanakan, karena apapun jurus yang dia mainkan.
Fei Yang seolah olah telah mengenali jurus jurus nya.
Bila bukan karena dirinya memiliki tenaga dalam dahsyat, yang di latih nya, pagi siang malam tanpa berhenti di neraka tingkat 18.
Dari awal pun dia sudah pasti kalah ditangan Fei Yang.
Tapi tenaga itu tidak membawa pengaruh banyak, meski Fei Yang wajahnya terlihat masih jauh lebih muda darinya.
Tapi kekuatan Fei Yang justru tidak di sebelah bawah dirinya, ada kemungkinan malah jauh lebih unggul di atasnya.
Hanya saja Fei Yang seperti masih menyimpannya, belum semua dia keluarkan.
Xiang Yu memanfaatkan situasi itu, terus menerus mengurung Fei Yang, dengan tujuan agar Fei Yang tidak sempat mengembangkan ilmu simpanannya.
Xiang Yu berubah menjadi puluhan bayangan mengelilingi Fei Yang dengan golok ungunya.
Xiang Yu yang terlalu bersemangat, tidak menyadari, sebenarnya dia sedang di jebak oleh Fei Yang.
Pertempuran mereka yang tadinya berada di depan makam kuno
Perlahan lahan terus bergeser berpindah ke ufuk timur.
Semua pergerakan Xiang Yu telah terbaca sebelum serangannya tiba, jadi meski dia berubah menjadi puluhan bayangan itu tetap saja percuma.
Jangankan puluhan meski ratusan hingga ribuan itu juga tetap percuma, karena dia seperti sedang mengurung bayangan dirinya sendiri.
Tidak mungkin akan ada hasil seperti yang dia harapkan.
Dia baru mulai sadar saat terdengar bunyi suara ayam berkokok.
Pertanda sebentar lagi pagi akan tiba.
__ADS_1
Dengan terburu-buru Xiang Yu melepaskan beberapa tebasan golok ungu menerjang kearah Fei Yang.
Maksudnya ingin memukul mundur Fei Yang, agar dia ada waktu meloloskan diri, kabur kedalam makam kuno.
Tapi karena pergerakan nya terbaca, Fei Yang dengan mudah menghindari serangannya, sekaligus menutup jalan mundurnya dengan lesatan pukulan Tapak Naga merah dan Biru.
"Blaarrr,...!"
Blaarrr,...!"
Xiang Yu berhasil menangkis dan membabat kedua energi naga merah biru itu, hingga hancur menjadi butiran cahaya.
Tapi meski berhasil menahan serangan itu, langkahnya untuk kabur menjadi tertunda.
Sedangkan cahaya matahari sudah mulai terlihat dari ufuk timur, langit sedikit demi sedikit mulai terang.
Xiang Yu kekuatannya mulai menurun drastis seiring munculnya matahari.
Melihat hal ini Fei Yang tahu saatnya sudah tiba.
Tubuh Fei Yang melesat ke atas langit, di atas sana dia membentuk sebuah Diagram raksasa berbentuk Pat Kwa.
Diagram yang mengeluarkan cahaya merah keemasan seperti sinar mentari mengurung dan menekan Xiang Yu hingga sulit bergerak.
Setelah target terkunci, Fei Yang membentak,
"Kekuatan Alam semesta tanpa batas..!"
Seekor naga kuning keemasan yang terbentuk dari energi cahaya matahari.
Berputaran di sekitar tubuh' Fei Yang sambil mengeluarkan raungan menggetarkan
Xiang Yu yang sadar semuanya sudah terlambat, dia ingin mengajak Fei Yang hancur bersama sama.
Golok ungunya dia arahkan keatas kepala, di mana di ujung golok, kini muncul sebuah bola petir ungu raksasa, yang di kelilingi lintasan elektron berarus listrik tegangan tinggi.
Seluruh tubuh Xiang Yu bergetar hebat, menahan kekuatan dahsyat di ujung goloknya.
Sambil berteriak keras, Xiang Yu melepaskan jurus pamungkas nya
"Tebasan Golok halilintar pemusnah...!"
Bola cahaya raksasa beserta sebuah tebasan cahaya ungu berbentuk golok
Melesat menyambut serangan Fei Yang.
"Boooom,...!"
Terdengar ledakan dahsyat di udara.
Sedangkan di atas tanah di sekitar tempat Xiang Yu berdiri, juga terjadi ledakan dahsyat dahsyat di segala penjuru.
Boommm,..! Boommm,..! Boommm,..! Boommm,..!
Boommm,..! Boommm,..!
__ADS_1
Boommm,..! Boommm,..!
Di angkasa bola petir raksasa dan cahaya golok ungu yang di lepaskan oleh Xiang Yu sirna tak berbekas.
Naga cahaya dengan garang menembus tubuh Xiang Yu.
Xiang Yu berdiri kokoh dengan sepasang kaki terpentang, diam ditempat.
Golok ungunya sudah hancur, hanya tersisa gagang pedang yang masih di pegang nya erat erat di tangan.
Sambil tersenyum sedih penuh penyesalan Xiang Yu bergumam,
"Yu Ji maafkan suami mu yang tak berguna, aku kembali gagal untuk menolong mu, untuk yang kedua kalinya.."
"Tapi aku tidak akan menyerah pada takdir, suatu hari nanti aku pasti akan bangkit kembali.."
Sesaat kemudian dari tubuh Xiang Yu mulai muncul retakan, di mana bias cahaya mulai muncul dari sela sela retakan tubuhnya.
"Pyaarrr..!"
Tubuh Xiang Yu pecah hancur berkeping-keping.
Cahaya matahari yang menyinari tempat itu membakar habis, sisa pecahan tubuh Xiang Yu hingga hangus tak berbekas.
Seiring dengan hancurnya Xiang Yu, makam kuno juga bergetar hebat.
Tanah di bawahnya merekah, makam itu tenggelam kembali kedalam tanah.
Di dalam makam kuno di sebuah ruangan, terlihat seorang gadis yang sangat cantik terbujur kaku di dalam sebuah peti batu giok ijo yang diselimuti kabut es.
Bulu mata gadis itu bergerak-gerak pelan, dari kedua sudut matanya mengalir dua butir air bening jatuh menetes kebawah.
Perlahan-lahan ruangan itu pun kembali gelap gulita.
Fei Yang yang melayang di udara, hanya menghela nafas panjang bergumam sendiri.
"Pahlawan,.. bila aku ada di posisi mu, aku mungkin juga akan melakukan hal yang sama..'
Fei Yang terbang meninggalkan tempat tersebut kembali ke penginapan di mana istrinya menginap.
Saat tiba di depan halaman kamar tempat mereka menginap.
Fei Yang melihat Xue Lian berdiri di depan pintu kamar menyambut kedatangan nya dengan senyum lega.
"Suami ku, kenapa lama sekali baru kembali ? kamu membuat orang khawatir saja, makanan semalam sudah dingin.."
"Aku sudah memesan yang baru, mungkin sebentar lagi tiba.."
Belum selesai omelan nya,
"Mmmphhh...!"
Bibir Xue Lian yang indah sudah ditutup oleh bibir Fei Yang dengan lembut.
Xue Lian yang awalnya kaget, akhirnya memejamkan matanya, dia membalas dengan melingkarkan sepasang tangannya kebelakang leher Fei Yang.
__ADS_1
Menikmati setiap detik setiap waktu kebersamaan mereka.
.