
Dengan cepat cairan hitam yang bergulung-gulung bergerak untuk mengurung pergerakan Kim Kim dan Nat Thian.
Kim Kim dan Nan Thian dengan cepat secara reflek bergerak menghindar menjauhi cairan hitam beracun tersebut.
Tapi cairan hitam bergulung gulung, seperti kabut asap hitam, tidak berhenti melakukan pengejaran.
Kemanapun Nan Thian dan Kim Kim bergerak, cairan hitam yang bergulung gulung itu akan terus mendekati mereka.
Sesekali dari balik cairan hitam, akan muncul sepasang tangan gurita yang berusaha menangkap Kim Kim dan Nan Thian.
Tapi setiap kali tangan itu muncul, akan selalu terkena tebasan pedang Naga emas, yang memainkan jurus tarian pedang Naga es Phoenix api.
Tangan gurita yang putus akan di tarik kembali, di gantikan tangan yang lain, sementara yang itu sedang beregenerasi dengan cepat.
Pergerakan Nan Thian dan Kim Kim yang terus bergerak mundur menjauhi Palung.
Akhirnya membuat gurita raksasa yang terus mengejar mereka berdua, terpaksa harus keluar dari dalam sarangnya.
Gurita Raksasa itu masih bersembunyi di balik tinta hitam nya.
Hanya jumlah tangannya yang sangat banyak bergerak berseliweran kesana kemari menyerang Kim Kim dan Nan Thian.
Kim Kim meraung marah, melakukan perlawanan melesat kesana kemari menyerang dengan cakar dan menentang rahangnya lebar lebar.
Mengigit putus tangan gurita yang berani mendekatinya,.sesekali dia akan membarenginya, dengan kibasan ekornya.
Memberikan hantaman, untuk mukul mundur tangan tangan gurita yang berani menyerangnya.
Tapi karena tangan itu sangat banyak dan bisa meregenerasi diri setiap setiap kali putus ataupun terluka.
Kim Kim terlihat cukup kesulitan menghadapi kepungan tangan gurita itu.
Di sisi Kim Kim, Nan Thian juga bergerak dengan pedang naga emas menyerang, menebas putus tangan tangan gurita yang berani datang mendekatinya.
Tangan gurita yang sangat banyak terus mengejar mereka berdua tanpa henti.
Akhirnya membuat Nan Thian mengerahkan jurus Naga es dan Phoenix api memusnahkan 3 alam.
Terlihat Naga Es menerjang cepat membekukan setiap tangan gurita yang berada di sekitarnya.
Sedangkan Phoenix api menyusul meluluh lantakkan semua potongan tangan gurita raksasa yang membeku.
Disaat Naga Es dan Phoenix Api sedang bekerja keras menghancurkan tangan tangan yang mengepung mereka.
Nan Thian sudah melepaskan jurus ke 7 Tebasan Naga Es dan Phoenix Api membasmi iblis.
Terlihat dua cahaya, biru dan merah terang, melesat cepat menembus kegelapan tinta.
Membelah kegelapan,menembus kearah pusat sasaran.
"Crasssh...!"
Terjadi ledakan kuat, saat tubuh gurita raksasa, terkena sambaran cahaya biru merah yang di lepaskan oleh Nan Thian.
Saat tubuh gurita meledak tintanya menyebar kesegala penjuru.
Nan Thian dan Kim Kim melesat cepat mundur menjauh.
__ADS_1
Tangan tangan gurita itu, kini sudah berhenti mengejar kearah mereka.
Di hadapan mereka hanya terlihat hamparan tinta hitam yang memenuhi tempat tersebut.
"Kakak ayo kita lanjutkan perjalanan.."
ucap Kim Kim di dalam pikiran Nan Thian.
Nan Thian mengangguk, lalu dia naik kembali keatas punggung Kim Kim yang bergerak cepat meninggalkan tempat itu.
Sementara itu di balik kabut tinta hitam yang pekat.
Tubuh gurita raksasa yang terluka parah perlahan-lahan mulai meregenerasi diri.
Tubuh gurita yang terlindungi oleh tinta hitam, terus melayang kebawah kembali kedasar palung.
Setelah mencapai dasar palung yang gelap gulita.
Terlihat Sesosok manusia berambut merah, seluruh tubuhnya bersinar kebiruan.
Bagian pinggang kebawah membentuk sisik dan ekor naga.
Mahluk itu terlihat melayang ringan di dasar palung menghampiri tubuh gurita raksasa yang sedang beregenerasi.
Dia mengulurkan tangannya kedepan memberikan pancaran cahaya biru.
Pancaran cahaya biru itu membantu Gurita raksasa itu beregenerasi dengan sangat cepat.
Sehingga dalam waktu singkat gurita raksasa itu, mulai bisa bergerak gerak lagi.
"Terimakasih Dewa air, yang mulia sudah datang menyelamatkan nyawa hamba.."
ucap gurita itu penuh hormat.
Mahluk yang di panggil dewa air, yang bukan lain adalah Gong Gong sendiri langsung menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Bukan masalah, ceritakan pada ku, siapa yang telah.mampu melukaimu hingga sedemikian parahnya..?*
"Yang melukai hamba adalah seorang manusia yang memegang pedang berbentuk Naga Emas dan ditemani oleh seekor Naga emas."
ucap gurita itu memberi penjelasan
Gong Gong otomatis mengerutkan keningnya, saat mendengar penjelasan dari anak buahnya.
Sesaat kemudian dia berkata,
"Baiklah kamu beristirahatlah, kamu bukan lawannya.."
"Aku akan pergi melihat dan menangani masalah ini sendiri.."
Selesai berkata, Gong Gong sudah menghilang dari sana.
Saat muncul diatas Palung, dia memejamkan matanya sejenak.
Memasang panca Indra nya, mengamati wilayah sekitar sana.
Sesaat kemudian dia sudah melesat melakukan pengejaran kearah Kim Kim dan Nan Thian pergi.
__ADS_1
Kim Kim dan Nan Thian yang tidak sadar sedang di buntuti oleh Gong Gong yang mampu merubah dirinya seperti bunglon.
Berkamuflase dengan daerah sekitarnya, tubuhnya terlihat transparan, sama persis dengan di manapun dia berada.
Sehingga dia bisa mengawasi Nan Thian dan Kim Kim tanpa mereka sadari.
Tapi saat dia semakin mendekat, sepasang kuping Nan Thian bergerak gerak.
"Kakak merasakan nya..?"
"Aku juga..?"
ucap Kim Kim lewat suara telepati nya.
Nan Thian mengangguk kecil dan berkata,
"Kita lihat saja apa maunya, kelihatannya kedatangan nya tidak membawa niat baik.."
"Jadi waspada saja.."
Kim Kim mengangguk kecil, terus bergerak gerak meliuk liuk di bawah air.
Gong Gong yang diam diam mengamati beberapa saat.
Dia mulai mengerahkan seekor ikan hiu putih bergerak menerjang kearah Kim Kim.
Hiu putih yang sebenarnya takut dengan Naga Emas yang besar dan garang.
Terpaksa menerjang dengan membentangkan moncongnya ingin mengigit leher Naga Emas.
Tapi sebelum ikan hiu itu sampai dengan niatnya, seberkas cahaya emas melesat.
"Siuuut . !"
Tubuh ikan hiu putih besar itu langsung terbelah dua, tenggelam kedalam dasar laut.
Warna merah segar memenuhi sekitar tempat tubuh ikan itu terbelah dua.
Setelah mengamati kemampuan yang di tunjukkan oleh Nan Thian.
Gong Gong tidak mengerahkan anak buahnya yang lain untuk mengantar nyawa.
Dia tahu Nan Thian dan Kim Kim bukan mahluk biasa yang sanggup di hadapi oleh bawahan nya.
Kini Gong Gong yang beraksi sendiri, dia melepaskan dua pukulan jarak jauh yang membentuk dua pusaran air tajam menerjang kearah Nan Thian.
"Wussss..!"
"Wussss..!"
terlihat dua pusaran air tajam, bergerak seperti dua buah ulir menyerang bagian punggung Nan Thian.
Gong Gong sengaja menyerang Nan Thian, karena dia menebak Nan Thian lah yang paling berbahaya di bandingkan dengan Naga emas itu.
Meski naga emas itu dia tidak berani meremehkannya.
Tapi tetap Nan Thian lah yang harus dia lebih khawatirkan.
__ADS_1