
Tak berapa lama kemudian,Kaisar Zhao Heng pun mengundurkan diri dari atas tembok benteng istana kerajaan Song.
Acara perayaan yang terus berlanjut, di wakilkan ke istrinya.
Dia sendiri dengan buru-buru di bawah pengawalan ketat sudah kembali kedalam kompleks istana.
Dengan menggunakan kereta kuda kekaisaran, Zhao Heng langsung kembali ke ruangan kerjanya.
Di sana dia melaksanakan pemeriksaan laporan tugas harian nya, sambil menunggu kedatangan Zhan Chao bersama Chin Suang.
Tak berapa lama di dalam ruangan pun terlihat hadir Chin Suang si tangan petir, yang sebenarnya adalah murid pertama Xiong Pa, yang jarang di ekspos dan di bawa bawa dalam tugas.
Kecuali saat menghadapi Yue Feng, tapi sayangnya misi tersebut gagal total akibat salah prediksi.
Yue Feng yang di kira pendekar kacangan, ternyata kelasnya jauh berbeda.
Menurut prediksi Xiong Pa waktu itu Yue Feng kemungkinan masih diatas 5 besar kemampuan nya.
Chin Suang hadir di sana bersama Zhan Chao.
"Chin Suang apakah ada saksi mata yang mengenali wajah kalian saat di Hoa San..?"
tanya Kaisar Zhao Heng serius.
"Lapor Yang Mulia, di puncak Hoa San tidak ada satupun saksi yang hidup.."
"Lagi pula saya dan seluruh anggota saya, kami semua mengenakan topeng, tidak pernah melepasnya.."
"Orang dunia persilatan hanya tahu bahwa pelaku di balik semua keributan di Hoa San adalah Thian Sia Hwee, karena identitas ketua Xiong Pa terbongkar.."
"Lainnya, semua tidak ada yang tahu.."
ucap Chin Suang yakin.
"Baiklah,.. kalau begitu mulai hari ini, kamu aku angkat menjadi wakilnya Chan Chao.."
"Bekerjalah dengan baik, masa depan cerah tak terbatas menunggu mu meraihnya.."
ucap Kaisar Zhao Heng sambil tersenyum lebar.
Chin Suang langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Terimakasih Yang Mulia, semoga Yang Mulia panjang umur.."
"Bangunlah,.."
"Satu hal lagi istri mu kalau tidak salah adalah putri tunggalnya Xiong Pa bukan ?"
ucap Zhao Heng serius.
"Benar sekali Yang Mulia,.."
ucap Chin Suang jujur.
"Agar tidak menimbulkan banyak masalah, sebaiknya jati dirinya harus di rahasiakan, bawalah dia ke ibukota dengan identitas baru.."
__ADS_1
ucap Zhao Heng berpesan.
"Terimakasih banyak atas perhatiannya Yang Mulia, Chin Suang akan melaksanakan sesuai petunjuk yang mulia Serapi mungkin.."
"Bagus, kalau begitu kalian berdua boleh bubar.."
"Siap jalankan perintah.."
Jawab kedua orang itu kompak, mereka memberi hormat kearah Kaisar Zhao Heng. lalu bergerak mengundurkan diri.
"Sayang sudah lama kamu datang ?"
tanya Kaisar Zhao Heng sambil menoleh kebelakang dengan senyum lembut.
Dari balik tirai melangkah keluar Nyonya Guo, sambil menghela nafas panjang dan meletakkan segelas teh ginseng di atas meja kerja suaminya.
Dia berkata pelan,
"Mengapa kamu tega melakukan hal seperti itu padanya, bagaimana pun dia sudah cukup banyak berbudi pada mu.."
"Bila hal ini di ketahui Wen Wen bukankah dia akan semakin sedih..?"
Zhao Heng menghela nafas panjang dan berkata,
"Duduklah dulu sayang, aku akan jelaskan semuanya pada mu.."
"Sebelum kita dulu menikah', aku pernah berjanji pada mu, tidak akan ada rahasia di antara kita.."
"Hal itu aku tidak akan pernah lupa.."
ucap Kaisar sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut.
"Sudah begitu lama, putra putri kita pun sudah besar besar.."
"Yang Mulia masih mengingatnya.."
Kaisar Zhao Heng sambil tertawa terbahak-bahak, dia menarik permaisuri kedalam pelukannya dan berkata,
"Begini sayang,.. kamu juga pasti tahu Agoda mengumpulkan banyak jago silat mendukungnya,.."
"Kamu juga tahu, bagaimana sulitnya pertempuran kita melawan Agoda, yang selalu di lindungi jagoan dunia persilatan yang berilmu tinggi.."
Permaisuri menganggukkan kepalanya, tidak berkata apa-apa, dia hanya diam menunggu penjelasan suaminya..
"Untuk hal ini setelah ku pikir cukup lama mengenai apa yang paling di inginkan oleh orang orang dunia persilatan."
"Supaya mereka semua pada tertarik dan meninggalkan Agoda, aku hanya bisa mengalihkan perhatian mereka ke hal itu.."
"Yaitu kitab Pai Su Seng sebagai daya tarik nya, saat perhatian semua orang dunia persilatan teralihkan kesana..."
"Aku tinggal mengaduknya menjadi makin ramai, dengan cara itu, aku bisa menghabisi pendukung Agoda di luar sana, sekaligus menarik mereka menjauhi Agoda."
"Dengan begitu kita baru ada peluang mengusir Agoda dari tanah air kita, merebut kembali tanah dan wilayah yang menjadi hak kita.."
"Mengenai Li Fei Yang aku juga terpaksa melakukannya, bagaimana pun dia adalah batu sandungan kita terhadap kerajaan Xi Xia.."
__ADS_1
"Yang aku tidak nyangka, setelah semua aku rencanakan dengan rapi, tiba-tiba bisa muncul istri Yang Jian, yang terlihat seperti orang lemah, ternyata memiliki ilmu yang sangat sadis dan mematikan."
"Padahal Xiong Pa, sudah di bantu Thian Tu, tabib istana kita.."
"Tapi tetap saja gagal,.."
"Kelihatannya keberuntungan belum sepenuhnya berpihak kepada ku.."
ucap Kaisar Zhao Heng sambil menghela nafas kecewa.
Permaisuri Guo memijit mijit pundak suaminya dan berkata,
"Sudahlah setidaknya Yang Mulia kan sudah berhasil mengusir Agoda dari tanah air kita.."
"Dan mengambil kembali, apa yang menjadi hak yang mulia.."
"Lebih baik saat ini, Yang Mulia fokus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang telah sepenuh hati mendukung Yang Mulia naik tahta.."
"Kita tidak boleh kecewakan harapan mereka.."
Kaisar Zhao Heng mengangguk dan berkata,
"Kamu benar sekali sayang, aku juga punya maksud seperti itu.."
"Sayang aku sedikit lelah, kamu temani aku beristirahat ya,..?"
Sambil tertawa manja, permaisuri Guo berkata,
"Aku sudah tua, apa kamu gak tertarik di temani yang muda muda ? kamu kan kaisar sekarang.."
"Di depan umum aku Kaisar nya, tapi kalau di dalam rumah, tetap kamulah kaisar ku."
ucap Zhao Heng sambil menggandeng tangan istrinya berjalan menuju kamar belakang.
"Yang Mulia gak menyesal, terus di temani bibi tua ini..?"
tanya permaisuri sambil menghentakkan langkah nya.
"Ha,..ha,..ha,.. di istana ku selain Kasim dan putri kita, cuma ada kamu, apa aku masih punya hak pilih.."
"Ohh berarti hanya karena tidak ada pilihan ya ? bila nanti ada pilihan, berarti yang tua ini siap siap kembali ke Xiang Yang..?"
ucap Permaisuri cemberut.
"Kamu ini bicara apa ? selamanya tidak akan ada pilihan, di hati ku cuma ada kamu.."
"Bila kamu kembali ke Xiang Yang, berarti aku juga sudah pensiun dari ikut kamu kembali ke Xiang Yang.."
Mendengar ucapan suaminya, permaisuri pun tertawa ceria, lalu dia yang menggandeng mesra tangan suaminya agar ikut masuk ke dalam kamar.
Di tempat lain, di sebuah kolam air terjun, yang terletak di belakang perguruan Hoa San.
Terlihat air membentuk suatu gelembung besar, separuh berwarna merah separuh lagi berwarna biru.
Gelembung itu semakin lama semakin besar.
__ADS_1
"Blarrr,..!!"
Gelembung besar tersebut akhirnya meledak, terlihat sesosok tubuh manusia, melesat keluar dari dalam kolam. tersebut.