
Kedua orang itu buru buru mengibaskan tangan mereka memadamkan api.
Mahluk itu setelah terpental mundur dia mengeluarkan suara gerengan marah, yang menggetarkan seluruh area dijual sekitar Ling San hingga Tai Hu.
Setelah mengeluarkan gerengan dahsyat, mahluk itu kembali melompat menggunakan kedua cakar depan nya yang kuat, untuk menyerang Ta ee dan Ji ee.
Kini setelah kedua orang itu lebih siap, terjangan Kirin api hanya menemui tempat kosong.
Yue Feng yang terpental kembali keatas, memanfaatkan perhatian musuh musuhnya yang teralihkan, dia perlahan lahan bergeser mendekati mulut gua Ling Yun.
San ee dan Wu ee saat tiba di atas lutut patung Buddha, mereka di kejutkan dengan gerengan kemarahan Kirin api.
Sehingga perhatian mereka terhadap Yue Feng sedikit kendor.
Kirin api setelah tiga kali gagal menerkam mangsanya, malah mendapatkan pukulan dan tendangan Ta ee dan Ji ee, dia menjadi tambah marah dan beringas.
Setelah menggereng marah,.sekali lagi Kirin api menerkam kearah Ta ee dan Ji ee.
Ta ee dan Ji ee kembali mencoba bergerak menghindar,.tapi sekali ini Kirin api' merubah pola serangannya.
Tubuhnya yang sedang berada di udara, tiba tiba membelah diri menjadi 4 dan menerkam ke 4 penjuru.
Sekali ini, Ta ee dan Ji ee tidak punya kesempatan berkelit, mereka terpaksa menyapok cakar kucing besar itu kearah mereka.
"Deesss,..!"
"Breet,...!"
Terkaman pertama berhasil mereka sapok, tapi terkaman kedua dari arah punggung yang datangnya tak terduga.
Berhasil merobek baju di punggung mereka dan melukai kulit punggung mereka hingga berdarah.
Ta ee dan Ji ee terpaksa membuang diri bergulingan di atas tanah,.untuk menghindari serangan. susulan dari Kirin api itu.
Tiba-tiba Kirin api itu menyemburkan api putih dari empat penjuru mengurung kedua orang itu.
Melihat rekan mereka terdesak hebat oleh semburan api panas warna putih dari 4 penjuru.
San ee dan Wu ee tanpa menghiraukan Yue Feng, mereka segera bergerak membantu kedua saudara pertama dan kedua mereka.
Dengan melepaskan pukulan dan tendangan jarak jauh kearah tubuh Kirin api, mereka sedikit berhasil mencegah mahluk itu terus, menyemburkan api putih.
Mengurung pergerakan Ta ee dan Ji ee, yang cuma bisa bergulingan kesana kemari menghindari serangan.
Kirin api yang terpental oleh pukulan jarak jauh Sam we.dan Wu ee terpaksa menghentikan serangannya.
__ADS_1
Kirin api kembali membelah diri, kini menjadi 8, lalu bergerak menyemburkan api putih yang sangat kuat ke 8 penjuru.
Menutup jalan keluar keempat orang itu., memaksa mereka berempat hanya bisa bertahan dan mundur menjauh.
Setelah berhasil memukul mundur mereka berempat, Kirin api' yang cerdas, dia tahu tidak mungkin mampu menghadapi keempat orang itu sekaligus.
Fia memutar badannya dan kembali melompat kedalam gua Ling Yun.
Keempat orang itu baru sadar setelah melihat kirin api sudah kembali bersembunyi dalam gua,
mereka telah kehilangan Yue Feng.
Sambil mengutuk dan memaki maki Yue Feng, mereka berempat pun hendak meninggalkan gua Ling Yun yang sangat berbahaya.
Mereka berempat tidak punya keberanian, untuk mengejar dan bertempur di dalam gua yang merupakan tempat persembunyian, Kirin api.
Tapi sebelum mereka berempat pergi meninggalkan tempat tersebut, Fei Yang sudah mendarat ringan di hadapan mereka dan berkata,
"Di mana teman ku ? siapa yang mengutus kalian berempat.datang mengincar teman ku ?"
Keempat orang itu tersenyum mengejek dan Sam ee pun berkata,
"Kalau kami tidak mau memberitahu mu, kamu mau apa ?"
Baru saja Sam ee selesai berucap, dia sudah jatuh mencium tanah, dengan memuntahkan tanah, berikut dua giginya yang tanggal.
Gerakkan Fei Yang terlalu cepat, apalagi lagi di ikuti tenaga sakti tanpa wujud.
Sam ee yang bukan lawan sepadan nya langsung harus menelan pil pahit.
Kejadian ini membuat ketiga rekannya secara reflek melangkah mundur menjauhi Fei Yang.
Tapi sebelum Fei Yang sempat bertindak lebih jauh terhadap ketiga orang yang tersisa.
Terdengar suara dari atas udara.
"Aku yang membayar mereka, membantu ku mengurangi jumlah musuh yang datang mencari ku."
"Apa kabar adik Fei Yang, kelihatannya kamu semakin sakti saja..'
Fei Yang segera mendongak kearah udara, melihat siapa yang sedang berbicara di atas sana.
Di bawah penerangan cahaya bulan Fei Yang akhirnya mengenali siapa orang itu.
Sambil tertawa dingin, Fei Yang ikut melayang ke udara dan berkata,
__ADS_1
"Kabar ku cukup baik semua berkat doa dari kakak seperguruan,.."
"Kakak seperguruan mari kita tuntaskan semua masalah lama dan baru kita, yang belum sempat di tuntaskan,..!'
ucap Fei Yang mulai mengerahkan kekuatan semesta tanpa batasnya.
Udara tanah pasir dan batu, kini membentuk mata pedang kecil yang berputaran di sekitar tubuh Fei Yang.
Li Mu Bai juga tidak mau kalah pamor dengan adik seperguruan penutupnya.
Di belakang tubuhnya muncul tujuh energi pedang yang mengeluarkan cahaya keemasan.
Siap di lepaskan untuk menyerang kearah Fei Yang.
Seiring dengan gerakan kedua jari tengah dan telunjuk Li Mu Bai yang di dorongkan kedepan ke 7 energi pedang bersinar keemasan bergerak menyerang kearah Fei Yang.
Fei Yang menggerakkan tangannya mendorong ke depan, maka kekuatan alam semesta, udara batu pasir tanah yang membentuk mata pedang.
Melesat kedepan menerjang kearah ke 7 pedang sinar emas.
"Blarrr,...Blarrr,..Blarrr,..Blarrr,..!Blarrr,..Blarrr,..Blarrr,...!!"
Terjadi ledakan di udara, ke 7 pedang cahaya emas meledak hancur tak berbekas, tidak kuat menghadapi tekanan kekuatan alam semesta yang Fei Yang lepaskan.
Kekuatan mata pedang ciptaan Fei Yang, masih terus melesat menerjang kearah Li Mu Bai.
Melihat serangan pertamanya gagal, Li Mu Bai sedikit kaget.
Dia merentangkan kedua tangannya kesamping, sepasang telapak tangan bergetar hebat.
Hingga memunculkan masing masing tangan mengontrol sekumpulan cahaya pedang keemasan yang berbaris rapi.
Telapak tangan kanan mengontrol 25 energi pedang,.sedangkan telapak tangan kiri mengontrol 24 energi pedang.
Begitu kedua telapak tangan Li Mu Bai di dorong kedepan, maka 49 energi pedang yang terbagi dalam dua kelompok, bergerak melingkar menyerang kearah Fei Yang dari dua sisi.
Serangan Li Mu Bai bergerak melingkar menghindari serangan jutaan mata pedang yang sedang bergerak menuju kearahnya.
Setelah melepaskan serangan, Li Mu Bai membentuk lingkaran putih keemasan sebagai tameng untuk menahan serangan Fei Yang.
Fei Yang diam ditempat sambil menghimpun kekuatan semesta, untuk di ubah menjadi api dan es semesta.
Setelah serangan Li Mu Bai mendekatinya, Fei Yang baru mendorongkan kedua tangannya ke kiri dan kanan.
Dua berkas sinar biru merah, yang membentuk dua ekor naga merah biru menerjang ke arah kiri dan kanan..
__ADS_1